Cristian Chivu Sebut Inter Milan Tampil Versi Terbaik Usai Hancurkan Feyenoord 3-0

Cristian Chivu Sebut Inter Milan Tampil Versi Terbaik Usai Hancurkan Feyenoord 3-0
Cristian Chivu Sebut Inter Milan Tampil Versi Terbaik Usai Hancurkan Feyenoord 3-0

Sorothari – 07 November 2026 | Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menilai timnya tampil dalam versi terbaik saat menghancurkan Feyenoord 3-0 pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion De Kuip, Rotterdam, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan tandang ini menjadi jawaban tajam setelah Inter kalah 1-3 dari AC Milan dalam Derby della Madonnina akhir pekan lalu. Cristian Chivu pun menegaskan pentingnya konsistensi agar Nerazzurri terus meraih hasil positif hingga akhir musim.

Inter datang ke Rotterdam dengan tekanan tinggi. Selain baru saja menelan kekalahan menyakitkan dari rival sekota, mereka dituntut memberikan respons cepat di markas lawan yang dikenal angker. Feyenoord sebelumnya sukses menumbangkan Como 3-2 di De Kuip. Namun, skuad asuhan Cristian Chivu langsung menggebrak sejak awal pertandingan dan mendominasi jalannya laga.

Baca juga:
Fluminense Hadapi Internacional di Maracanã, Prediksi AI Sebut Imbang 1-1

Pesta gol Inter dibuka oleh Yann Bisseck, kemudian dilanjutkan torehan Francesco Pio Esposito dan Piotr Zielinski. Esposito bahkan hampir mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan umpan manis Federico Dimarco, tetapi gol tersebut dianulir karena hakim garis menilai ia berada dalam posisi offside tipis. Kemenangan ini makin berkesan karena Inter akhirnya mampu memutus tren start lambat dengan mencetak gol dalam delapan menit awal, hal yang belum pernah terjadi sejak Agustus lalu.

Usai pertandingan, Cristian Chivu mengapresiasi kebangkitan anak asuhnya yang mampu menerjemahkan evaluasi pascadua laga sebelumnya ke atas lapangan. Menurutnya, penampilan solid ini membuktikan kapasitas Inter yang sebenarnya saat tampil terorganisir. “Kami memiliki nilai-nilai tertentu, kami memahami hal-hal tertentu dan mewujudkannya di lapangan. Kami berusaha menjadi versi terbaik dari diri kami sendiri, dan hari ini semuanya berjalan lancar berkat organisasi, intensitas, dan semua hal yang kami butuhkan untuk tampil kuat di stadion yang tidak mudah ini,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia, dikutip Rabu (4/11/2026).

Chivu juga menegaskan pentingnya dialog terbuka di dalam ruang ganti, baik setelah tim meraih hasil positif maupun negatif, demi memperbaiki kekurangan yang ada. Ia menilai hasil positif di Rotterdam bukan berarti Inter selalu tampil buruk dalam pertandingan sebelumnya. Namun, laga melawan Feyenoord memperlihatkan versi permainan yang ingin terus ditampilkan oleh timnya.

Baca juga:
Dua Gol Messi Bawa Inter Miami Tekuk Atlanta United 3-1, Kily Gonzalez Sebut Sang Kapten Alien

Kemenangan ini tidak lepas dari latar belakang kekalahan menyakitkan dalam derbi Milan. Cristian Chivu mengungkapkan bahwa persiapan menjelang pertandingan di San Siro jauh dari ideal. Ia harus pontang-panting mengubah susunan pemain inti hanya beberapa jam sebelum sepak mula akibat masalah kesehatan yang dialami sejumlah pemain kunci. “Kami terpaksa melakukan perubahan. Pio sedang tidak sehat, Bonny demam, jadi kami harus berimprovisasi dengan keyakinan bahwa itulah keputusan yang tepat. Kami menyesuaikan diri dengan situasi darurat, tetapi hasilnya tidak berjalan baik. Meski begitu, saya tidak akan membuang semua hal positif,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia.

Selain kendala taktik dan fisik, Chivu menyinggung tantangan psikologis dalam mempertahankan mentalitas pemenang. Setelah meraih kesuksesan di kompetisi domestik, sang pelatih menilai para pemainnya mungkin kesulitan menemukan tingkat motivasi yang sama seperti saat mereka mencapai puncak. Ia memperingatkan bahwa skuadnya tidak bisa mengandalkan pencapaian masa lalu jika ingin tetap bersaing di level tertinggi sepak bola Italia. “Tidak mudah bermain setiap tiga hari dan selalu memiliki rasa lapar yang sama setelah meraih kemenangan. Kami harus menemukan kembali determinasi dan kegigihan itu. Kami sadar bahwa terkadang kami terlalu banyak memikirkan masa lalu. Kami harus kembali memiliki rasa lapar dan daya juang ketika hal-hal tertentu mulai dianggap biasa; kami perlu menemukan lagi fokus dan konsistensi untuk terus melangkah,” ujar pelatih Inter itu.

Namun, perjalanan Inter di Liga Champions musim ini masih panjang. Sebelumnya, pada matchday kedua, Inter juga menelan kekalahan memalukan 3-4 dari Club Brugge di Giuseppe Meazza, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Saat itu, Inter tertahan di posisi ke-28 klasemen dengan nol poin setelah kalah 1-2 dari Real Madrid di pekan pembuka. Kekalahan dari Brugge tidak lepas dari hat-trick Nicolo Tresoldi yang tak mampu dibendung. “Kami kebobolan dari serangan balik, lalu kami menyamakan skor. Setelah kebobolan gol kedua, kami terlalu banyak meninggalkan ruang. Kami ingin menang tapi malah memberikan mereka ruang terlalu banyak. Anda tidak bisa seperti itu di Liga Champions,” ujar Chivu di situs resmi UEFA.

Baca juga:
Hat-trick Nicolò Tresoldi ke Gawang Inter Milan Bikin Gerry Cardinale Terpikat, AC Milan Siap Bergerak

Dengan masih tersisa enam pertandingan, Cristian Chivu mewanti-wanti para pemainnya agar lekas berbenah jika masih ingin bertahan di Liga Champions. Kemenangan atas Feyenoord menjadi modal berharga untuk membangkitkan kepercayaan diri. Meski demikian, sang pelatih menekankan bahwa konsistensi tetap menjadi kunci utama untuk meraih hasil manis di akhir musim. Inter akan kembali menjalani jadwal padat, dan fokus kini beralih ke pemulihan fisik serta pembenahan kelengahan di lini pertahanan yang sempat dimanfaatkan Milan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *