Berita  

Christina Lindasari Diduga Terjatuh dari KMP Bahtera Nusantara 03, Tim SAR Gelar Pencarian

Christina Lindasari Diduga Terjatuh dari KMP Bahtera Nusantara 03, Tim SAR Gelar Pencarian
Christina Lindasari Diduga Terjatuh dari KMP Bahtera Nusantara 03, Tim SAR Gelar Pencarian

Sorothari – 24 Juli 2026 | Diduga terjatuh, Christina Lindasari hilang misterius dari KMP Bahtera Nusantara 03 menuju Tambelan. Seorang penumpang bernama Christina Lindasari (43) dilaporkan hilang dan diduga jatuh ke laut saat kapal motor penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 03 berlayar dari Tanjung Uban menuju Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Peristiwa ini terungkap setelah anak korban menyadari ibunya tidak lagi berada di kapal pada Rabu (22/7) pagi.

Kronologi Kejadian

KMP Bahtera Nusantara 03 bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban pada Selasa (21/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal tersebut mengangkut puluhan penumpang menuju Tambelan. Namun, pada Rabu (22/7) sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban yang juga turut dalam perjalanan menyadari bahwa Christina Lindasari sudah tidak ada di atas kapal. Keberadaan korban tidak diketahui sejak kapan persisnya ia jatuh, namun diduga insiden terjadi di perairan antara Lobam dan Numbing.

Baca juga:
KBRI Seoul Tangani WNI Asal Madiun yang Kabur Saat Ikut Trip di Korsel

Informasi hilangnya Christina Lindasari resmi diterima Kantor SAR Tanjungpinang pada Rabu pukul 19.30 WIB dari pihak ASDP Tanjung Uban. Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengerahkan tim penyelamat.

Upaya Pencarian

Tim SAR Tanjungpinang bergerak cepat. Pada Rabu malam pukul 19.50 WIB, tujuh personel Tim Rescue diberangkatkan menuju Pelabuhan Kijang untuk berkoordinasi dengan unsur potensi SAR dan melakukan pemetaan awal area pencarian. Pemantauan dilakukan hingga tengah malam, namun korban belum ditemukan.

Baca juga:
PWI Kota Bogor Geram Area Parkir Kantor Dijadikan Valet Restoran Aroem

Memasuki hari kedua operasi, Kamis (23/7), Kantor SAR Tanjungpinang meningkatkan kekuatan dengan mengerahkan 22 personel menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 209. Tim berangkat dari Dermaga Kampung Bulang pada pukul 07.30 WIB menuju lokasi pencarian yang berjarak sekitar 37 nautical mile (Nm) pada radial 130 derajat. Metode pencarian yang digunakan adalah track line, yaitu menyisir sepanjang jalur yang dilalui KMP Bahtera Nusantara 03 sejauh 40 Nm dengan jarak antarjalur pencarian (track spacing) 2,5 Nm.

Fazzli menjelaskan, “KN SAR 209 dijadwalkan tiba di lokasi pencarian pada pukul 10.30 WIB untuk melakukan penyisiran maksimal guna segera menemukan korban. Sampai saat ini korban masih belum ditemukan.” Operasi pencarian melibatkan unsur SAR lainnya dan terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Baca juga:
Jepang Catat Hari Pertama Bersuhu 40 Derajat Celsius, Istilah Baru “Kokushobi” Resmi Digunakan

Hingga berita ini diturunkan, Christina Lindasari masih dalam pencarian. Tim SAR mengimbau masyarakat di sekitar perairan Bintan dan sekitarnya untuk melaporkan jika menemukan informasi atau tanda-tanda keberadaan korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *