Sorothari – 24 Oktober 2026 | Duel bertajuk madrid vs psg kembali menjadi sorotan dalam peta kekuatan sepak bola Eropa, meski keduanya tidak saling berhadapan langsung pada pekan ini. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa performa Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) tengah menjadi bahan perdebatan, terutama setelah PSG menunjukkan dominasi di Liga Champions dan Madrid terus meraih kemenangan meski kerap tampil kurang meyakinkan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah Real Madrid mampu menyamai level permainan PSG saat ini, terutama menjelang laga besar melawan Barcelona di Camp Nou.
Dalam diskusi di Radio MARCA, isu mengenai kapasitas Madrid untuk mengimbangi PSG mencuat setelah Barcelona menelan kekalahan 4-2 dari PSG di Parc des Princes pada tengah pekan. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Barcelona musim ini di Eropa, sekaligus mengakhiri awal musim tak terkalahkan mereka. Meski demikian, Barcelona masih sempurna di kompetisi domestik dengan sembilan kemenangan beruntun dan mengoleksi 27 poin, unggul enam poin atas Real Madrid yang berada di peringkat ketiga.
Baca juga:Gelandang Barcelona, Pedri, menegaskan bahwa El Clasico melawan Real Madrid pada Minggu nanti adalah kesempatan ideal untuk bangkit. Menurutnya, menghadapi PSG telah memberi pelajaran berharga bahwa timnya mampu bersaing di panggung besar. “Kembali meraih kemenangan di El Clasico adalah tantangan besar sekaligus motivasi terbesar. Saat menghadapi PSG, kami mampu bersaing melawan lawan hebat dan kami tahu caranya. Kami punya kepercayaan diri dan kemampuan bermain sepak bola,” tulis Pedri di Instagram, seperti dikutip dari laporan Goal.
Barcelona sendiri menghadapi masalah cedera jelang laga. Dani Olmo harus menepi setelah mengalami cedera pada Selasa, menyusul Eric Garcia, Jules Kounde, dan Andreas Christensen yang juga absen. Pelatih Hansi Flick diperkirakan mengembalikan Rodri ke starting XI setelah hanya memainkannya sebagai pengganti di Paris. Di sisi lain, Real Madrid tidak akan diperkuat Vinicius Junior yang menjalani sanksi, dan pelatih Jose Mourinho disebut berpeluang menurunkan Endrick sebagai pengganti.
Laga El Clasico juga akan menjadi panggung duel menarik antara Kylian Mbappe dan Lamine Yamal. Mbappe, yang kini memperkuat Real Madrid, memiliki rekor impresif melawan Barcelona dengan 12 gol dalam 10 penampilan. Sementara Yamal telah mencetak delapan gol dalam sembilan laga La Liga musim ini. Menariknya, 24 jam setelah laga, salah satu dari keduanya berpotensi menerima Ballon d’Or di London.
Baca juga:PSG di Ambang Krisis Cedera
Di Prancis, PSG justru menghadapi situasi pelik. Meski tampil sebagai unggulan utama di Liga Champions, peluang mereka untuk mempertahankan dominasi domestik terancam setelah badai cedera menerpa lini serang. Nuno Mendes, Marquinhos, Ousmane Dembele, dan Khvicha Kvaratskhelia dilaporkan mengalami masalah fisik, dengan Kvaratskhelia disebut bisa absen hingga akhir musim.
Dalam laporan Rondo Liga Champions dari Goal, PSG yang semula tampak sebagai kandidat terkuat juara justru mulai dipertanyakan setelah dua pemain penting di lini serang cedera. Meski demikian, PSG masih berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 14 poin, sama dengan Lyon di puncak, serta diikuti Paris FC, Lille, dan Monaco. Laga melawan Lyon di Parc des Princes pada Minggu menjadi peluang emas bagi pasukan Luis Enrique untuk merebut puncak klasemen dan menerapkan ritme permainan dominan mereka.
Sementara itu, Real Madrid terus meraih kemenangan di Liga Champions, termasuk kemenangan 4-1 atas RB Leipzig, tetapi penampilan mereka jarang benar-benar meyakinkan. Pertanyaan apakah Madrid dapat mencapai level PSG masih menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat. Namun, dengan kualitas skuad dan pengalaman Mourinho, Madrid diyakini tetap menjadi ancaman serius di kompetisi Eropa maupun domestik.
Baca juga:Pekan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Barcelona dan Real Madrid. El Clasico tidak hanya menentukan gengsi, tetapi juga arah persaingan gelar La Liga. Sementara PSG berusaha mengatasi krisis cedera demi menjaga ambisi di Liga Champions dan Ligue 1. Publik sepak bola tanah air pun menantikan bagaimana drama madrid vs psg dalam konteks persaingan Eropa akan terus berkembang hingga akhir musim.












