Demer: Bandara Bali Utara Mendesak, Tepis Isu Kertajati & Kelayakan Letkol Wisnu

Demer: Bandara Bali Utara Mendesak, Tepis Isu Kertajati & Kelayakan Letkol Wisnu
Demer: Bandara Bali Utara Mendesak, Tepis Isu Kertajati & Kelayakan Letkol Wisnu

Sorothari – 24 Juli 2026 | Anggota Komisi VI DPR RI Gede Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer, menegaskan bahwa pembangunan Bandara Bali Utara sudah sangat mendesak. Pernyataan ini sekaligus menepis isu yang mengaitkan proyek tersebut dengan Bandara Kertajati atau mempertanyakan kelayakan Letkol Wisnu sebagai tokoh pengusul.

Demer menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Raja-Raja Nusantara yang mendatangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk menagih janji Presiden Prabowo Subianto mengenai realisasi bandara baru di Bali utara. Menurutnya, kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali Selatan sudah hampir mencapai batas maksimal.

Baca juga:
Menteri HAM Pigai Buka Suara soal Isu Paksa Warga Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes Merah Putih

“Saya sangat setuju dengan langkah Raja-Raja Nusantara. Di Bali Selatan ini kapasitasnya sudah sangat berat,” ujar Demer di Denpasar, Kamis (12/8). Ia memaparkan data bahwa Bandara Ngurah Rai saat ini melayani sekitar 24 juta pergerakan penumpang per tahun dari kapasitas total 28 juta. Dengan pertumbuhan rata-rata sembilan persen per tahun, rencana pemerintah untuk meningkatkan kapasitas hingga 32 juta penumpang dinilai bukan solusi jangka panjang.

“Silakan catat omongan saya. Kalau dikembangkan sampai 32 juta tanpa penyelesaian akses keluar bandara, orang bisa butuh waktu 1,5 jam hanya untuk keluar dari airport,” tegas politikus senior Partai Golkar itu. Ia memperingatkan dampak buruk jika pertumbuhan pariwisata Bali terhambat akibat keterbatasan infrastruktur.

Pernyataan Demer ini menjadi penting di tengah perdebatan tentang urgensi Bandara Bali Utara. Beberapa pihak sebelumnya sempat mengaitkan proyek ini dengan Bandara Kertajati di Jawa Barat atau meragukan kompetensi Letkol Wisnu dalam menginisiasi pembangunan. Demer secara tegas membantah isu tersebut dan menekankan bahwa kebutuhan bandara baru di Bali utara sudah tidak bisa ditunda lagi.

Baca juga:
Pergeseran Arah Partai Demokrat AS: Analisis Ahmad Khoirul Umam soal Dampak ke Indo-Pasifik

Menurutnya, pengembangan pariwisata Bali yang berkelanjutan membutuhkan pemerataan infrastruktur. Saat ini, seluruh beban penerbangan internasional dan domestik hanya bertumpu pada satu bandara di selatan. Jika kapasitas terus dipaksakan tanpa perbaikan akses, dikhawatirkan akan terjadi kemacetan parah dan penurunan kualitas layanan.

Langkah Raja-Raja Nusantara yang menemui KSP disambut baik oleh Demer. Ia berharap pemerintah pusat segera merealisasikan komitmen Presiden Prabowo. “Bandara Bali Utara bukan hanya untuk warga Bali, tetapi untuk masa depan pariwisata Indonesia,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari KSP maupun Kementerian Perhubungan terkait tuntutan tersebut. Namun, desakan dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh politik terus menguat. Demer optimistis pembangunan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Baca juga:
Perdana Sejak Perang Pecah, Iran Segera Terima 400 Sistem Peluncur Rudal dari China

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *