Pergeseran Arah Partai Demokrat AS: Analisis Ahmad Khoirul Umam soal Dampak ke Indo-Pasifik

Pergeseran Arah Partai Demokrat AS: Analisis Ahmad Khoirul Umam soal Dampak ke Indo-Pasifik
Pergeseran Arah Partai Demokrat AS: Analisis Ahmad Khoirul Umam soal Dampak ke Indo-Pasifik

Sorothari – 26 Juli 2026 | Soroti pergeseran arah Partai Demokrat AS, begini analisis politik internasional dari Ahmad Khoirul Umam. Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) itu menilai bahwa dinamika internal Partai Demokrat menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2028 tidak hanya menentukan calon presiden yang akan diusung, tetapi juga berpotensi mengubah kebijakan luar negeri Washington terhadap sejumlah isu strategis global, termasuk kawasan Indo-Pasifik.

Menjelang Pilpres AS 2028, survei terbaru Granite State Poll yang dirilis University of New Hampshire Survey Center menunjukkan perubahan peta dukungan di kalangan pemilih Demokrat. Dukungan terhadap anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) meningkat dari 14 persen menjadi 22 persen. Sementara itu, mantan Menteri Perhubungan Pete Buttigieg tetap stabil di kisaran 19 hingga 21 persen. Di sisi lain, dukungan terhadap Kamala Harris dan Gavin Newsom mengalami penurunan.

Baca juga:
30 Tahun Kudatuli: Pengingat Kelam Perjalanan Demokrasi Indonesia

Ahmad Khoirul Umam dalam analisisnya pada Minggu, 26 Juli 2026, mengungkapkan bahwa hasil survei tersebut mencerminkan persaingan yang semakin tajam di antara tiga arus utama Partai Demokrat. Kontestasi menuju Pilpres AS 2028, menurutnya, kini bukan lagi sekadar persaingan figur, melainkan pertarungan arah ideologi partai.

Menguatnya dukungan terhadap Alexandria Ocasio-Cortez menunjukkan pengaruh kubu progresif semakin besar. Stabilitas elektabilitas Pete Buttigieg mencerminkan basis moderat yang tetap solid. Sementara itu, melemahnya dukungan terhadap Kamala Harris dan Gavin Newsom mengindikasikan bahwa kelompok establishment mulai kehilangan dominasinya, imbuh Ahmad Khoirul Umam dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Pergeseran arah Partai Demokrat AS ini tidak hanya berdampak pada peta politik domestik Amerika Serikat, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kebijakan luar negeri Washington. Kawasan Indo-Pasifik, yang selama ini menjadi fokus strategis AS, kemungkinan akan merasakan imbas dari pergeseran prioritas kebijakan yang dibawa oleh kubu yang berkuasa di dalam partai.

Baca juga:
JD Vance Bongkar Borok Zionis Israel: Ada Upaya Dorong AS Terus Berperang dengan Iran

Menurut pengamat politik internasional dari Universitas Indonesia yang enggan disebutkan namanya, perpecahan ideologis di Partai Demokrat dapat membuat kebijakan luar negeri AS menjadi tidak konsisten. Apalagi jika kubu progresif yang lebih skeptis terhadap intervensi militer dan lebih fokus pada isu domestik berhasil mendominasi, maka aliansi di Indo-Pasifik harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan arah kebijakan, jelasnya.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari partai mengenai calon presiden yang akan diusung. Konvensi nasional Partai Demokrat dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2028. Sementara itu, para analis terus memantau pergerakan dukungan dari para delegasi dan pengaruh hasil pemilihan pendahuluan di masing-masing negara bagian.

Soroti pergeseran arah Partai Demokrat AS, begini analisis politik internasional dari Ahmad Khoirul Umam yang menyoroti pentingnya memahami dinamika ini bagi stabilitas kawasan. Beberapa negara di Indo-Pasifik, termasuk Indonesia, tentu berkepentingan dengan arah kebijakan luar negeri AS, terutama dalam bidang kerja sama keamanan maritim dan perdagangan, pungkas Umam.

Baca juga:
Momen Gibran Dicegat Mahasiswa, Tagih Janji Selamatkan Candi Muaro Jambi Imbas Stockpile Batu Bara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *