JD Vance Bongkar Borok Zionis Israel: Ada Upaya Dorong AS Terus Berperang dengan Iran

JD Vance Bongkar Borok Zionis Israel: Ada Upaya Dorong AS Terus Berperang dengan Iran
JD Vance Bongkar Borok Zionis Israel: Ada Upaya Dorong AS Terus Berperang dengan Iran

Sorothari – 17 Juli 2026 | Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, membongkar upaya sistematis dari sejumlah pejabat Israel untuk memanipulasi opini publik Amerika agar konfrontasi militer dengan Iran terus berlanjut tanpa batas waktu. Tuduhan ini disampaikan Vance dalam wawancara dengan podcaster Joe Rogan yang dirilis pada Rabu, 15 Juli 2026, dan menjadi sorotan media internasional.

“Ada segelintir orang di dalam sistem pemerintahan Israel yang kami yakini, tanpa keraguan sedikit pun, sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang dengan Iran terus berlanjut tanpa batas waktu,” ujar Vance. Ia menambahkan bahwa dirinya sendiri menjadi sasaran serangan politik karena mendukung jalur diplomasi yang diinginkan Presiden Donald Trump.

Baca juga:
Istana Minta Menteri PU Dody Hanggodo Perbaiki Gaya Komunikasi, Jadi Bahan Evaluasi Presiden Prabowo

Vance mengaitkan tuduhannya dengan laporan majalah Time yang mengungkap adanya pendanaan besar dari unsur-unsur di pemerintahan Israel untuk memengaruhi opini publik AS. Laporan tersebut menyebut bahwa mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale, menerima kontrak lobi senilai 45 juta dolar AS (sekitar Rp 813 miliar) dari pihak-pihak di Israel. Dana itu diduga digunakan untuk membayar influencer daring yang menyerang Vance karena ia mendorong kesepakatan dengan Iran.

“Saat saya membuka majalah Time dan melihat ada kampanye pengaruh asing yang didanai untuk menggagalkan kesepakatan yang sedang saya perjuangkan, sementara banyak orang yang menerima uang itu menyerang saya dengan cara yang sama sekali tidak jujur, respons saya adalah: ‘Pergilah ke neraka,’” tegas Vance.

Pernyataan Vance ini mengungkap keretakan strategis yang mendalam antara Amerika Serikat dan sekutu dekatnya tersebut. Meskipun demikian, Vance menegaskan bahwa Presiden Trump tetap berkomitmen melancarkan kampanye militer terhadap Iran karena ia yakin Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Namun, fokus Washington kini mulai bergeser ke pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang baru-baru ini ditutup total oleh Iran sebagai balasan atas serangan AS.

Baca juga:
Sederet Polemik Menteri PU Dody Hanggodo: Dari Libatkan Keluarga hingga Mutasi Pejabat

Konflik militer antara AS dan Iran meningkat sejak 8 Juli 2026, ketika Pusat Komando AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap Iran dengan dalih membalas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah dan pada 13 Juli mengumumkan penutupan total Selat Hormuz hingga intervensi AS di kawasan berakhir. Trump kemudian menyatakan bahwa AS akan menjadi “penjaga” selat tersebut dan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, laporan Al-Monitor yang mengutip sumber keamanan Israel menyebutkan bahwa Tel Aviv cemas karena Washington dianggap kehilangan tekad untuk melenyapkan program nuklir Iran dan mengalihkan perhatian ke keamanan maritim. Kekhawatiran ini dinilai menjadi alasan di balik upaya manipulasi opini publik yang dituduhkan oleh Vance.

Vance mengakui bahwa praktik lobi dan pengaruh asing merupakan hal lumrah dalam hubungan internasional. Namun, ia menekankan bahwa yang menjadi persoalan adalah ketika pengaruh tersebut mengubah penilaian dan keputusan para pemimpin Amerika. “Saya akan tetap mengutamakan kepentingan rakyat Amerika,” pungkasnya.

Baca juga:
Momen Dasco Duduk Semeja Bareng Hotman-Ketum PWI: Persatuan Indonesia

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait tuduhan Vance. Sementara itu, situasi di Timur Tengah masih memanas dengan saling serang antara pasukan AS dan Iran, serta ketidakpastian atas nasib negosiasi damai yang sempat digagas Washington.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *