Berita  

Pertamina Tindak Tegas Oknum Sopir Tangki Pemicu Kelangkaan BBM di Sumut

Pertamina Tindak Tegas Oknum Sopir Tangki Pemicu Kelangkaan BBM di Sumut
Pertamina Tindak Tegas Oknum Sopir Tangki Pemicu Kelangkaan BBM di Sumut

Sorothari – 16 Juli 2026 | Soal kelangkaan BBM di Sumut, Pertamina tindak tegas oknum sopir tangki yang sebabkan pasokan berkurang dan antrean di SPBU. Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di berbagai SPBU. Pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman, namun permasalahan terletak pada rantai distribusi akibat masalah internal dengan pengemudi mobil tangki.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan bahwa antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan akibat pemberhentian massal pengemudi mobil tangki. Menurutnya, truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi secara maksimal karena tidak tersedianya sopir. “Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” ujar Bobby di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).

Baca juga:
Pesawat AS Tembak Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade Selat Hormuz

Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memberikan klarifikasi. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, membantah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Ia menjelaskan bahwa perusahaan hanya melakukan evaluasi, pembinaan, dan penyesuaian terhadap sejumlah pengemudi yang dinilai memiliki kinerja kurang baik atau tidak memenuhi persyaratan. “Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian,” kata Sunardi, Rabu (15/7/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, membenarkan bahwa personel TNI dan Polri dilibatkan sebagai pengemudi truk tangki BBM untuk sementara waktu. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan distribusi dan memastikan pasokan BBM ke SPBU kembali normal. “Kami melibatkan TNI dan Polri sebagai pengemudi dan pengamanan hingga perekrutan sopir baru selesai. Stok BBM di Fuel Terminal Medan Group dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Fahrougi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung juga angkat bicara. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pertamina turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi penyebab gangguan pasokan. “Jadi untuk ketersediaan BBM untuk seluruh wilayah kita lakukan evaluasi. Saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, jadi apa permasalahan yang ada di lapangan,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Ia menegaskan bahwa stok BBM nasional aman dan lebih dari cukup, sehingga persoalan diduga berada pada rantai distribusi dari terminal ke SPBU.

Baca juga:
Baru Enam Bulan Jadi Peserta TASPEN, Ahli Waris Nurijah Terima Manfaat Rp832,8 Juta

Kronologi Gangguan Distribusi BBM

Viralnya video antrean panjang di SPBU Sumut mendorong Komisi XII DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (15/7/2026). Sidak dipimpin oleh anggota Komisi XII DPR RI Ade Jona Prasetyo. Dalam sidak tersebut, terungkap bahwa masalah internal antara Pertamina dengan sopir tangki menjadi bagian penyebab kelangkaan BBM. Sejumlah sopir disebut mogok massal karena permasalahan tersebut, meskipun Pertamina membantah adanya mogok kerja.

Sebelumnya, Pertamina sempat berdalih bahwa antrean panjang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat pasca liburan sekolah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa gangguan distribusi lebih disebabkan oleh tidak beroperasinya truk tangki akibat kekurangan pengemudi. Bobby Nasution menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina, dan TNI serta Polri diterjunkan untuk menjadi pengemudi serta mengamankan pasokan BBM.

Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian ESDM juga menurunkan tim khusus ke lapangan guna memantau kondisi distribusi dan mengurai antrean. Hingga saat ini, distribusi BBM di Sumut mulai berangsur normal dengan adanya bantuan personel TNI dan Polri. Pertamina juga terus melakukan perekrutan sopir baru untuk menggantikan pengemudi yang diberhentikan atau menjalani pembinaan.

Baca juga:
Warga Wailamung Sikka Tewas Digigit Babi Hutan saat Berburu

Dengan langkah tegas terhadap oknum sopir tangki yang tidak memenuhi standar, Pertamina berharap kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, karena stok dipastikan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *