Berita  

Pesawat AS Tembak Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade Selat Hormuz

Pesawat AS Tembak Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade Selat Hormuz
Pesawat AS Tembak Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade Selat Hormuz

Sorothari – 16 Juli 2026 | Pesawat militer Amerika Serikat menembak dan melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak yang mencoba menerobos blokade laut di Selat Hormuz, Rabu (15/7/2026). Kapal berbendera Curaçao bernama M/T Belma itu diserang menggunakan rudal Hellfire yang diarahkan ke cerobong asapnya setelah mengabaikan beberapa kali peringatan. Kapal dalam keadaan kosong dan sedang menuju Pulau Kharg, salah satu terminal ekspor minyak utama Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut melumpuhkan kapal dan menghentikan perjalanannya menuju Iran. “Kapal tersebut tidak lagi transit ke Iran,” tulis CENTCOM di media sosial X, seperti dikutip AFP, Kamis (16/7/2026). Ini merupakan pertama kalinya AS secara paksa menghentikan sebuah kapal sejak pemberlakuan kembali blokade pelabuhan Iran pada Selasa pukul 20.00 GMT.

Baca juga:
Warga Wailamung Sikka Tewas Digigit Babi Hutan saat Berburu

Blokade Kembali Diberlakukan

Blokade laut terhadap pelabuhan Iran sebelumnya telah berlaku sejak 13 April hingga 18 Juni 2026, di mana AS mengklaim telah melumpuhkan sembilan kapal dan mengalihkan lebih dari 140 kapal. Blokade tersebut dicabut berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran bulan lalu. Namun, perselisihan terkait Selat Hormuz kembali memanas sehingga Washington menerapkan blokade lagi. Dalam 24 jam pertama, selain melumpuhkan M/T Belma, militer AS juga mengalihkan dua kapal komersial yang patuh.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut. Ia memperingatkan Iran agar “bersikap baik” dan kembali ke meja perundingan. Trump bahkan mengancam akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran minggu depan jika Teheran tidak merespons. “Saya tidak suka memberikan tenggat waktu, tetapi mereka cukup tahu, mereka tahu ceritanya, mereka sebaiknya bersikap baik,” kata Trump dikutip dari BBC.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merespons dengan peringatan keras. IRGC menyatakan Washington harus “bersiap menghadapi penutupan jalur-jalur ekspor minyak dan gas lainnya yang melayani kepentingan AS dan sekutu-sekutunya”. Ketegangan ini terjadi setelah Iran mengklaim telah menggempur sejumlah target militer AS di Bahrain dan Kuwait dalam lima hari terakhir.

Baca juga:
Pertamina Tindak Tegas Oknum Sopir Tangki Pemicu Kelangkaan BBM di Sumut

Serangan Udara dan Dampak di Selat Hormuz

Bersamaan dengan operasi laut, AS melancarkan dua gelombang serangan udara terhadap target Iran. CENTCOM mengatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan kemampuan militer Iran yang digunakan mengancam kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Gelombang pertama dilakukan Rabu pagi waktu setempat, sedangkan gelombang kedua sekitar pukul 15.00 waktu Pantai Timur AS.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan anjlok drastis setelah negosiasi diplomatik kedua negara gagal. Gangguan pemalsuan sinyal GPS semakin memperparah risiko navigasi bagi kapal komersial di wilayah tersebut. Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan internasional vital bagi perdagangan global, kini nyaris lumpuh akibat meningkatnya kehadiran militer dan serangan bersenjata.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Iran mengenai insiden penembakan kapal tanker tersebut. Namun, analis militer menilai bahwa tindakan AS ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah, mengingat Iran sebelumnya telah menutup Selat Hormuz pada April lalu sebagai balasan atas blokade AS.

Baca juga:
Baru Enam Bulan Jadi Peserta TASPEN, Ahli Waris Nurijah Terima Manfaat Rp832,8 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *