Cerita Diego Landis Sebelum Gabung Arema FC, dari FC Porto hingga Siap Tampil di Super League

Cerita Diego Landis Sebelum Gabung Arema FC, dari FC Porto hingga Siap Tampil di Super League
Cerita Diego Landis Sebelum Gabung Arema FC, dari FC Porto hingga Siap Tampil di Super League

Sorothari – 16 Juli 2026 | Cerita Diego Landis sebelum gabung Arema FC, dari FC Porto hingga siap tampil di Super League, menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Bek tengah asal Brasil berusia 28 tahun itu resmi diperkenalkan sebagai pemain asing anyar Singo Edan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Landis didatangkan dari klub Liga Super Malaysia, Terengganu FC, untuk memperkuat lini pertahanan Arema FC.

Lahir di Paranavaí, Brasil, pada 3 Mei 1998, Diego Landis memiliki postur menjulang setinggi 193 sentimeter. Keunggulan duel udara dan ketenangan dalam membangun serangan dari lini belakang menjadi nilai jual utama yang membuat manajemen Arema FC tertarik. Selama berseragam Terengganu FC musim lalu, Landis tampil konsisten dalam 31 pertandingan di semua ajang dengan catatan satu gol dan satu assist, serta hanya menerima dua kartu kuning. Kontribusinya tidak hanya di sektor bertahan, tetapi juga membantu tim saat situasi bola mati.

Baca juga:
Penalti Kontroversial Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026

Perjalanan karier Landis terbilang unik. Ia mengawali karier profesional bersama Desportivo Brasil pada periode 2017 hingga 2021. Saat masih menjadi bagian klub tersebut, ia sempat menjalani masa peminjaman ke FC Porto B di Portugal selama dua musim, tepatnya pada 2018 hingga 2020. Pengalaman berharga itu membentuk karakternya sebagai bek tangguh. Setelah kembali ke Brasil, Landis bergabung dengan Mirassol-SP pada 2021, kemudian dipinjamkan ke Villa Nova. Petualangannya berlanjut ke Thailand bersama Chiangrai United, tempat ia menghabiskan dua musim, sebelum pindah ke Khon Kaen United pada 2024. Setelah semusim di Thailand, Landis melanjutkan langkahnya ke Malaysia dengan memperkuat Terengganu FC.

Keputusan Landis bergabung dengan Arema FC tidak lepas dari peran rekan senegaranya, Gabriel Silva, yang juga mantan rekan setimnya di Terengganu FC. Gabriel Silva lebih dulu berseragam Singo Edan pada paruh musim 2025/2026. Komunikasi intensif antara keduanya menjadi faktor penting yang membuat Landis yakin menerima pinangan Arema FC. Dalam keterangannya, Landis mengaku mendapat banyak informasi positif mengenai Arema FC, terutama loyalitas luar biasa Aremania yang menjadi modal utama atmosfer sepak bola di Malang.

Baca juga:
Efek Erling Haaland: Ikat Rambut Khas Buatan Korsel Ludes Terjual

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut positif kehadiran Landis. Ia berharap pengalaman bermain di berbagai negara dapat memberikan kualitas dan memperkuat kedalaman skuat di lini belakang. “Kami menyambut Diego Landis sebagai bagian dari keluarga besar Arema FC. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kualitas, pengalaman, dan memperkuat kedalaman skuat di lini belakang,” ujar Yusrinal Fitriandi dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru.

Dengan pengalaman internasional yang dimilikinya, mulai dari Portugal, Thailand, Malaysia, hingga kini Indonesia, Diego Landis diharapkan mampu beradaptasi cepat dan menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan Arema FC. Singo Edan sendiri terus berbenah menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Landis siap memberikan kontribusi maksimal dan fleksibel di lini pertahanan, sekaligus membawa pengalamannya untuk membantu tim meraih prestasi terbaik. Seluruh mata kini tertuju pada penampilan perdananya bersama Arema FC.

Baca juga:
Arti Nama Anak Pertama Jay Idzes dan Pien Boonen: Tony Jozef Idzes, Si Kecil Pembawa Berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *