Ahmad Luthfi Salurkan Beasiswa 482 Santri dan Tinjau Teknologi HexBricks di Demak

Ahmad Luthfi Salurkan Beasiswa 482 Santri dan Tinjau Teknologi HexBricks di Demak
Ahmad Luthfi Salurkan Beasiswa 482 Santri dan Tinjau Teknologi HexBricks di Demak

Sorothari – 19 Oktober 2026 | Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan beasiswa kepada 482 santri melalui program Pesantren Obah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (19/10/2026). Beasiswa tersebut terdiri atas 424 mahasantri Ma’had Aly dan 58 santri penggerak. Penyerahan ini dilakukan menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Menurut Ahmad Luthfi, program beasiswa ini bukan sekadar dukungan biaya pendidikan. Ia menegaskan bahwa pesantren merupakan ruang pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan. “Di antaranya beasiswa Ma’had Aly untuk santri yang kuliah di pesantren serta beasiswa santri penggerak yang aktif dan tinggal di pesantren,” kata Luthfi dalam keterangan resmi.

Baca juga:
Lulus S3, Ashanty Targetkan Jadi Dosen Ngajar Ilmu Komunikasi Tahun Ini: Tahun Depan Jadi Tetap

Luthfi menjelaskan bahwa mahasantri Ma’had Aly memiliki posisi strategis karena memahami tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperoleh perspektif akademis dari perguruan tinggi. Sementara itu, santri penggerak diharapkan mampu mendorong transformasi pesantren dari dalam. “Santri adalah garda terdepan dan benteng terakhir, tidak hanya dalam ilmu dunia dan akhirat, tetapi juga menjaga NKRI dari degradasi moral generasi muda,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menambahkan bahwa program ini juga bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa perguruan tinggi umum dan mahasantri. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menggabungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa kampus umum dengan mahasantri Ma’had Aly. “Kami ingin memadukan, ingin mengajak kolaborasi. Nanti KKN dari kampus umum dan KKN dari Ma’had Aly bisa kita gabungkan,” kata Taj Yasin.

Penentuan penerima beasiswa mempertimbangkan kondisi ekonomi dan capaian akademik. Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Alaika Hilma, mahasantri semester enam Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus. Sebelum menerima bantuan, ia harus menjalani pekerjaan lepas untuk memenuhi biaya kuliah.

Pada hari yang sama, Ahmad Luthfi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau penerapan teknologi HexBricks di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya penanganan abrasi dan banjir rob di pesisir Pantura Jawa.

Baca juga:
Sahabat KBC Kemenag: Panduan Login dan Survei Nasional di Madrasah

Luthfi menyatakan bahwa penanaman mangrove menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi dampak masuknya air laut ke daratan. “Upaya hari ini adalah upaya pencegahan atau pre-emptive terkait dengan masuknya air atau rob, yaitu penanaman mangrove,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa keberhasilan penanaman mangrove masih menghadapi tantangan, seperti ada yang hidup, mati, dan hilang.

Sepanjang 2025, program Mageri Segoro yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare. Kegiatan tersebut tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten/kota. Besarnya jumlah penanaman itu perlu diikuti pemeliharaan dan evaluasi agar mangrove tumbuh optimal.

Teknologi HexBricks yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diterapkan di Desa Timbulsloko untuk mendukung pemulihan kawasan mangrove. Teknologi ini berupa struktur modular yang dipadukan dengan guludan dan struktur bambu. Kawasan bakau yang dikembangkan mencapai 6,56 hektare, dengan penanaman tahap awal seluas 1.200 meter persegi.

Penanganan pesisir Demak menjadi perhatian karena abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah mengancam permukiman, lingkungan, serta aktivitas ekonomi warga. Garis pantai utara Jawa Tengah mencapai 651 kilometer dan mencakup 17 kabupaten/kota. Pemerintah pun mengembangkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan penanaman mangrove, tetapi juga menguji teknologi rekayasa yang dapat mendukung pemulihan ekosistem.

Baca juga:
Kepala MAN 1 Sijunjung Ikuti AKGTK, Bukti Komitmen Tingkatkan Mutu Madrasah

Kegiatan di Demak ini memadukan pemulihan ekosistem pesisir dengan penerapan teknologi HexBricks melalui pendekatan berbasis alam atau Nature-Based Solutions. AHY dan Ahmad Luthfi menanam mangrove sebagai simbol dimulainya upaya perlindungan pesisir yang lebih terintegrasi. Ke depan, Pemprov Jawa Tengah akan terus memantau pertumbuhan mangrove dan mengembangkan inovasi serupa di wilayah pesisir lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *