Berita  

Hari Pangan Sedunia 2026, Berbagai Daerah Bergerak Perkuat Pangan Lokal

Hari Pangan Sedunia 2026, Berbagai Daerah Bergerak Perkuat Pangan Lokal
Hari Pangan Sedunia 2026, Berbagai Daerah Bergerak Perkuat Pangan Lokal

Sorothari – 19 Oktober 2026 | Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang jatuh pada 16 Oktober diwarnai berbagai kegiatan di sejumlah daerah, mulai dari edukasi gizi berbasis pangan lokal, pameran ketahanan pangan, pasar murah, hingga pemberdayaan petani. Momentum ini menjadi pengingat bahwa persoalan pangan bukan sekadar soal ketersediaan, tetapi juga kualitas gizi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan produksi.

Di Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) mengajak masyarakat membiasakan konsumsi pangan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kampanye tersebut mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan pesan “Sehat Dimulai dari Piringku”. Kepala Dinkesda Demak, dr. Ali Maimun, M.Kes., menekankan bahwa pemenuhan gizi merupakan investasi kesehatan jangka panjang. “Pangan yang bergizi adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan mengonsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, kita dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan produktif,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi peringatan tersebut.

Baca juga:
14 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Internasional dan Tanggal Hijriahnya

Dinkesda Demak menyoroti pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Masyarakat dapat memanfaatkan beras, jagung, umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, serta sumber protein hewani dan nabati. Kombinasi tersebut membantu memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh sesuai usia dan kondisi masing-masing. Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes PM) Dinkesda Demak menambahkan bahwa edukasi gizi perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan dilakukan secara berkelanjutan. “Masyarakat dapat memulai pola makan sehat dari piring sendiri dengan memilih makanan yang beragam, memanfaatkan bahan pangan lokal, serta memperhatikan keseimbangan antara sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” ungkap tim pelaksana.

Pemenuhan gizi seimbang juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak, menjaga daya tahan tubuh, serta menunjang kemampuan belajar dan produktivitas. Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan makan sehat sejak dini, mulai dari menyediakan menu beragam, membiasakan konsumsi sayur dan buah, hingga memilih sumber protein yang sesuai kebutuhan. Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mendukung kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi cara mengenali dan mengoptimalkan potensi pangan di lingkungan sekitar. Langkah ini sejalan dengan tema global Hari Pangan Sedunia 2026 yang diusung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), yaitu “Innovate today. Nourish tomorrow”.

Di Kabupaten Lumajang, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 diisi dengan Food Security Expo Lumajang 2026 di Alun-Alun Lumajang pada 16-17 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang ini dibuka Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, pada Jumat (16/10/2026). Expo tersebut menghadirkan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pasar murah, serta hiburan rakyat. Bunda Indah berharap kegiatan ini menjadi sarana hiburan sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya ketahanan dan swasembada pangan, terutama melalui dukungan terhadap potensi pangan lokal. “Semoga masyarakat senang dengan kegiatan ini dan semakin memahami pentingnya swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Lumajang. Di sini, selain ada hiburan rakyat, juga terdapat stan UMKM dan pasar murah yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Saat mengunjungi stan pameran, Bunda Indah mencicipi selai berbahan dasar pepaya. Menurutnya, produk olahan tersebut menjadi contoh pemanfaatan bahan pangan lokal yang memiliki nilai tambah. “Tadi saya sempat mencoba selai dari pepaya, ternyata rasanya enak. Jadi, masyarakat Lumajang, jangan lupa mampir dan meramaikan Food Security Expo ini,” ajaknya. Kreativitas pelaku UMKM dalam mengolah pangan lokal mendapat perhatian khusus dalam peringatan tahun ini.

Baca juga:
Cek Bansos BPNT dan Beras 30 Kg Kuartal IV 2026, Simak Jadwal dan Cara Cek Penerimanya

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat (16/10/2026) untuk memperingati Hari Pangan Sedunia. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Edi Kurniadi, mengatakan GPM merupakan upaya menekan disparitas harga di pasaran. “Tujuannya untuk meyakinkan masyarakat ketersediaan pangan kita aman, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami juga ingin menjaga stabilitas harga agar tidak ada perbedaan yang mencolok di pasaran,” ujar Edi. Melihat antusiasme masyarakat, GPM kini dijadikan agenda rutin satu hingga dua kali setiap bulan secara bergiliran di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

Untuk menghadirkan harga yang lebih miring, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo berkolaborasi dengan Dinas Pangan Provinsi Jawa Timur, Perum Bulog, BUMN Pangan (ID FOOD), dan pelaku penyedia langsung produk olahan pangan. GPM juga dimanfaatkan sebagai panggung promosi potensi pertanian dan hortikultura unggulan Sidoarjo. Masyarakat yang hadir disuguhkan komoditas lokal segar hasil panen petani, seperti cabai, tomat, melon, kedondong, dan mangga. Pemerintah berharap kolaborasi ini tidak hanya membantu ekonomi warga, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi pangan lokal daerah.

Di Bali, Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus memperkuat komitmen mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pedungan Bright Green binaan Fuel Terminal Sanggaran sejak 2023 dan Program Jejaring Ulakan binaan Integrated Terminal Manggis sejak 2022. Kedua program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi lokal, menjaga lingkungan pertanian, serta meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Program Pedungan Bright Green berfokus pada perbaikan kualitas lingkungan subak, penguatan sistem irigasi, dan peningkatan ekonomi petani secara berkelanjutan.

Pekaseh sekaligus Ketua Kelompok Tani Program Pedungan Bright Green, I Nyoman Mudarsana, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga dalam mendorong keberlanjutan pertanian di wilayahnya. “Kami mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga melalui Program Pedungan Bright Green,” ujarnya. Dukungan tersebut diharapkan menjaga kebutuhan pengairan lahan pertanian, keberlangsungan aktivitas petani, dan produksi pangan lokal.

Baca juga:
Mahkamah Agung Jadi Sorotan dalam Berbagai Perkara, dari Vonis Artis hingga Gugatan Lingkungan

Selain di sejumlah daerah tersebut, peringatan Hari Pangan Sedunia juga digelar umat Katolik di Klaten, Jawa Tengah. Misa Syukur Hari Pangan Sedunia di Gereja Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Klaten, pada Minggu (18/10), dirangkai dengan pembelian bahan pangan sayuran hasil pertanian. Kegiatan itu bertujuan mengajak umat berbagi tanggung jawab dalam menyikapi persoalan pangan serta menjaga kondisi tanah dan air dari ancaman kerusakan ekologis.

Rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 menunjukkan bahwa upaya membangun masa depan pangan yang lebih baik membutuhkan keterlibatan bersama. Berbagai inisiatif di daerah menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan bergizi, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal. Dinkesda Demak, misalnya, mengajak seluruh masyarakat memulai langkah sederhana menuju hidup sehat melalui pilihan pangan yang tepat setiap hari. “Mari penuhi gizi seimbang dari pangan lokal, karena kesehatan keluarga dimulai dari piring kita,” demikian pesan yang disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *