BMRI Buyback 91,75 Juta Saham dan Tebar Dividen Rp50,63 Triliun, Saham Perbankan Kompak Menguat

BMRI Buyback 91,75 Juta Saham dan Tebar Dividen Rp50,63 Triliun, Saham Perbankan Kompak Menguat
BMRI Buyback 91,75 Juta Saham dan Tebar Dividen Rp50,63 Triliun, Saham Perbankan Kompak Menguat

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi sorotan pasar setelah perseroan merealisasikan pembelian kembali (buyback) 91,75 juta saham dan membagikan dividen senilai total Rp50,63 triliun sepanjang kalender 2026. Aksi korporasi ini disebut sebagai bagian dari strategi rutin perseroan dalam mengelola modal serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, BMRI saham tercatat menguat 4,05 persen ke level Rp3.850 per saham, seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 1,12 persen ke 5.387,90.

Manajemen Bank Mandiri menegaskan bahwa buyback merupakan aksi korporasi yang baik karena ditopang kinerja solid dan keyakinan terhadap prospek bisnis jangka panjang. Saham hasil buyback tersebut kemudian dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi karyawan pada 24–29 Juni 2026. Langkah ini diarahkan untuk mendorong rasa memiliki dan produktivitas karyawan, sekaligus menyelaraskan kontribusi mereka dengan kinerja jangka panjang perseroan. Sesuai persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, pengalihan saham hasil buyback dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga:
Pinjaman Baru China Tembus Rp 28.600 Triliun pada Semester I 2026

Selain buyback, pembagian dividen menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Sepanjang kalender 2026, total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp50,63 triliun, terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan bahwa pembagian dividen interim merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan pemegang saham sekaligus cerminan kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba. Ia menambahkan bahwa Bank Mandiri ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja perseroan lebih awal melalui dividen interim, dengan besaran yang tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan antisipasi risiko.

Keputusan pembagian dividen interim tersebut tetap mempertimbangkan realisasi laba, kecukupan modal, likuiditas, serta kebutuhan ekspansi bisnis. Evaluasi ini memastikan perseroan dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sekaligus menjaga kapasitas untuk mendukung penyaluran kredit dan pertumbuhan kinerja. Dengan demikian, BMRI saham tidak hanya menarik dari sisi aksi korporasi, tetapi juga dari fundamental keuangan yang terjaga.

Di sisi lain, pergerakan BMRI saham pada perdagangan 22 Oktober 2026 turut ditopang oleh sentimen pasar yang lebih luas. IHSG ditutup menguat 1,12 persen ke level 5.387,90 setelah bergerak dalam rentang 5.185 hingga 5.422. Sebanyak 467 saham menguat, 204 saham melemah, dan 123 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar IHSG tercatat Rp9.503 triliun. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 3,20 persen ke Rp2.900, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 3,77 persen ke Rp2.200, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,41 persen ke Rp2.840, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 4,92 persen ke Rp3.410 per saham.

Baca juga:
Airlangga Hartarto Beberkan Stimulus Nataru 2027 dan Respons soal Ancaman MSCI

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi ketika pelaku pasar masih mencermati potensi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Respons pasar terhadap pernyataan Presiden RI mengenai isu tersebut juga menjadi perhatian investor. Perkembangan terkait MSCI dinilai penting karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia. Di tengah ketidakpastian itu, pergerakan saham-saham unggulan seperti BMRI menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menilai arah IHSG.

Sentimen lain datang dari langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang mulai merealisasikan pembelian saham BUMN di pasar modal Indonesia sepanjang pekan tersebut. Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai masuknya dana investasi Danantara ke bursa domestik berpotensi menjadi katalis penggerak bagi jajaran saham pelat merah. Sejumlah emiten berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan ANTM diproyeksikan menjadi penerima manfaat utama dari aksi beli ini. Menurut Hendra, langkah tersebut ikut menopang rebound IHSG di tengah tekanan sentimen MSCI.

Meski demikian, Hendra mengingatkan agar investor tetap bersikap rasional dan tidak terjebak euforia jangka pendek. Keberlanjutan penguatan harga saham dalam jangka panjang tidak bisa hanya mengandalkan sentimen sesaat, melainkan tetap bertumpu pada indikator fundamental masing-masing emiten, seperti prospek pertumbuhan laba bersih, kesehatan arus kas, konsistensi kebijakan dividen, hingga kondisi pasar secara keseluruhan. “Investor perlu membedakan antara kenaikan yang didorong oleh sentimen dan kenaikan yang ditopang oleh perbaikan kinerja bisnis,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Baca juga:
Promo Superindo Weekday 12-15 Oktober 2026: Diskon hingga 50% dan Beli 1 Gratis 1 Anggur Shine Muscat

Dengan kombinasi buyback, dividen besar, dan dukungan sentimen pasar, BMRI saham masih menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, aksi akumulasi saham yang diiringi peningkatan kinerja keuangan serta perbaikan tata kelola perusahaan akan menghasilkan dampak penguatan harga yang lebih kokoh dan bertahan lama. Sebaliknya, apabila penguatan harga hanya ditopang ekspektasi melambung atas kehadiran Danantara, harga saham berisiko kembali mengalami koreksi teknis sewaktu-waktu saat minat beli di pasar mulai mereda. Hingga saat ini, pasar akan terus mencermati perkembangan kinerja Bank Mandiri dan kebijakan aksi korporasi berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *