Sorothari – 25 Oktober 2026 | Berbagai daerah di Indonesia terus berupaya menekan angka pengangguran melalui sejumlah program, mulai dari bursa kerja inklusif hingga pelatihan keterampilan dan sinergi kepolisian dengan pemerintah daerah. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Pemkab setempat melalui Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) menggelar Boyolali Job Fair Inklusi 2026 pada Jumat-Sabtu (23-24/10/2026) di Kantor Diskopnaker Boyolali. Bursa kerja yang dibuka langsung Bupati Boyolali Agus Irawan itu melibatkan lebih dari 35 perusahaan dan secara khusus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan layak.
Kepala Diskopnaker Boyolali Sawitri Danik Rahayuni menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. “Kami berharap ribuan lowongan yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi dan keterampilan masing-masing, termasuk bagi penyandang disabilitas,” ujarnya. Menurut Sawitri, job fair ini juga menghadirkan layanan wawancara langsung (walk-in interview) dan pembuatan kartu pencari kerja (AK/I) untuk memudahkan masyarakat mengakses kesempatan kerja. “Kami ingin kesempatan kerja terbuka bagi semua kalangan. Melalui job fair inklusi ini, penyandang disabilitas juga memiliki peluang yang sama untuk masuk ke dunia kerja sesuai kemampuan mereka,” tambahnya.
Baca juga:Selain menyediakan informasi lowongan, kegiatan tersebut dilengkapi dengan talkshow ketenagakerjaan serta informasi pelatihan kerja. Empat Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan tiga kantor cabang Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) turut dilibatkan. Bupati Agus Irawan menilai job fair menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus mempercepat proses rekrutmen. “Job fair ini bisa mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan. Bahkan, proses seleksi penerimaan tenaga kerja juga bisa dilakukan dalam waktu dan tempat bersamaan,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali, angkatan kerja pada 2025 mencapai 671.249 orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,97 persen atau setara 19.924 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengangguran masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara berkelanjutan, meskipun TPT di Boyolali tergolong rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Pelatihan Keterampilan di Gianyar
Upaya serupa dilakukan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar, Bali. Melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) AI Kabupaten Gianyar, digelar pelatihan barista bagi 16 peserta. Kegiatan berlangsung di Jalan Legong Keraton, Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, dan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Gianyar, Drs. I Gede Suardana, M.Si., pada Kamis (22/10). Dalam kesempatan itu, Suardana memberikan arahan serta motivasi kepada para peserta dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres Gianyar terhadap program pelatihan kerja pemerintah daerah.
Menurut Suardana, pelatihan berbasis kompetensi ini diharapkan membekali masyarakat dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, pelatihan tersebut dapat memperluas kesempatan kerja, membuka lapangan usaha baru, serta efektif menekan angka pengangguran di Kabupaten Gianyar. Program pelatihan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap bersaing di pasar kerja.
Baca juga:Sinergi Polri dan Pemerintah Daerah di Bangka Belitung
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ditbinmas Polda Babel menggencarkan program “Polisi Peduli Pengangguran” (Poliran) untuk mendukung program 100 hari kerja Kapolri. Program ini dijalankan dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung guna membantu menekan angka pengangguran dan memperluas akses informasi kesempatan kerja bagi masyarakat. Kompol M. Fahrudin melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung, Yamoa’ Harefa, pada Jumat (23/10/2026).
Koordinasi tersebut membahas langkah-langkah strategis dan kolaboratif dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta pendampingan kepada masyarakat, khususnya terkait informasi kesempatan kerja dan program peningkatan keterampilan (upskilling). Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol. Agus Sugiyarso menegaskan bahwa Poliran merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat. “Program Poliran merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, kami berharap dapat mendukung upaya penanganan pengangguran serta mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.
Ke depan, Polda Babel bersama Disnaker Provinsi Bangka Belitung akan terus melakukan pendataan secara intensif terhadap masyarakat yang memiliki minat, bakat, serta keinginan untuk mengikuti pelatihan keterampilan kerja. Program ini juga akan menjalani monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan pelatihan dan penyaluran tenaga kerja berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dampak Eksternal terhadap Nilai Tukar Rupiah
Di sisi lain, data pengangguran dari Amerika Serikat turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Pada Jumat (23/10/2026), rupiah melemah 20 poin atau 0,11 persen menjadi Rp18.080 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp18.060. Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh data klaim awal pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan, yaitu sebesar 194 ribu untuk pekan yang berakhir 17 Oktober. Angka tersebut berada di bawah estimasi 200 ribu dan mencapai level terendah dalam hampir 57 tahun terakhir.
Baca juga:Membaiknya data klaim pengangguran AS mengindikasikan pasar tenaga kerja masih solid, sehingga berpotensi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS dan menambah tekanan terhadap rupiah. Selain itu, kekhawatiran akan gangguan pasokan energi menyusul serangan kelompok Ansarullah Yaman (Houthi) terhadap Arab Saudi juga menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan domestik. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama melemah ke level Rp18.069 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.047.
Berbagai langkah penanganan pengangguran di daerah, mulai dari job fair inklusi, pelatihan keterampilan, hingga program kepolisian, menunjukkan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan. Ke depan, efektivitas program-program tersebut akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan, monitoring, serta dukungan dunia usaha dalam menyerap tenaga kerja.












