Sorothari – 02 November 2026 | Darmawangsyah Muin resmi menjabat sebagai Bupati Gowa untuk sisa masa jabatan 2025–2030 setelah dilantik Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (28/10/2026). Pelantikan ini dilakukan atas nama Presiden RI berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri yang ditetapkan pada 27 Oktober 2026, menggantikan Sitti Husniah Talenrang yang diberhentikan setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan pemakzulan.
Usai dilantik, Darmawangsyah Muin langsung menetapkan prioritas kerja. Ia menekankan pentingnya penyelesaian utang daerah, pemenuhan hak aparatur negara, serta percepatan anggaran pembangunan. Langkah ini diambil karena Kabupaten Gowa tidak memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 akibat kemelut internal pada pemerintahan sebelumnya.
Baca juga:“Setelah definitif ini, kita fokus ke program. Tahun ini kita akan menyelesaikan persoalan internal ASN maupun persoalan anggaran, terutama kewajiban APBD kepada pihak ketiga,” kata Darmawangsyah di Kabupaten Gowa, Kamis (29/10/2026).
Ia memastikan akan memprioritaskan pembayaran utang, gaji, honorarium, serta hak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk pegawai paruh waktu. Darmawangsyah juga menyoroti honor ketua RT dan RW yang disebut tertunggak sekitar tujuh bulan. Untuk itu, ia akan segera menyiapkan peraturan bupati sebagai landasan penyelesaian pembayaran hak tersebut.
“Alhamdulillah, utang 2025 dan 2026 sudah mulai terurai. Tahun ini kita fokus menyelesaikan persoalan keuangan yang berdampak langsung kepada ASN maupun masyarakat umum,” jelasnya.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya berpesan agar Darmawangsyah memanfaatkan setiap waktu untuk melayani masyarakat. “Amanah ini tidak selamanya melekat. Manfaatkan setiap detik, menit, dan jam untuk pelayanan masyarakat. Setiap ada persoalan ditindaklanjuti, bapak hadir untuk mengetahui apa yang bisa diperbuat untuk masyarakat,” ujar Andi.
Baca juga:Di sisi lain, kekosongan kursi Wakil Bupati Gowa mulai memanas. Sejumlah partai politik pengusung mulai memberi sinyal mengenai figur yang berpeluang mendampingi Darmawangsyah. Dua nama yang mencuat adalah Lukman B Kady dari Partai Golkar dan kader Partai Amanat Nasional (PAN).
Darmawangsyah sendiri belum ingin terburu-buru membicarakan sosok penggantinya. “Belum, kita kan baru dilantik hari ini. Jadi, saya masih harus komunikasi juga dengan partai pengusung, kemudian banyak hal yang harus kita bicarakan, insyaallah,” ujarnya seusai pelantikan.
Ia berharap wakil bupati yang nantinya terpilih merupakan figur yang mampu bekerja sama dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat. “Doakan saja saya dan kami mendapatkan wakil terbaik yang bisa membantu saya,” katanya. Darmawangsyah juga menyebut putra-putri terbaik Gowa memiliki kesempatan untuk mengisi posisi tersebut, namun belum mengungkapkan kriteria khusus maupun nama yang dipertimbangkan.
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Rahman Pina, menyebut nama Lukman B Kady sebagai salah satu figur yang dapat dipertimbangkan. Sementara itu, Darmawangsyah membuka kemungkinan besar kandidat wakil bupati berasal dari PAN, salah satu partai pengusungnya pada Pilkada 2024 lalu.
Baca juga:Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab menuturkan, penentuan calon wakil bupati bergantung pada partai pengusung. Pihaknya masih menunggu arahan dari Darmawangsyah. “Tentu kita menunggu arahan dari bupati untuk bagaimana kita mengomunikasikan dengan partai-partai pengusung,” ucap Hasrul di Rujab Gubernur Sulsel, Rabu (28/10).
Sebagai informasi, pada Pilkada Gowa 2024 lalu, Darmawangsyah berpasangan dengan Husniah dan diusung oleh tujuh partai, yakni PAN, Gerindra, PKS, PDI Perjuangan, Golkar, Perindo, dan Demokrat. Proses pengisian jabatan wakil bupati paling lama mulai diurus dua minggu setelah pelantikan bupati definitif.
Hingga saat ini, Darmawangsyah Muin masih fokus membenahi birokrasi dan keuangan daerah. Ia berharap tahapan pengisian jabatan wakil bupati segera berjalan agar pemerintahan Kabupaten Gowa dapat berjalan optimal.












