Bitcoin Tertekan Jelang Pemilu Tengah Amerika, Pola Historis dan Dampak Peretasan Binance Jadi Sorotan

Bitcoin Tertekan Jelang Pemilu Tengah Amerika, Pola Historis dan Dampak Peretasan Binance Jadi Sorotan
Bitcoin Tertekan Jelang Pemilu Tengah Amerika, Pola Historis dan Dampak Peretasan Binance Jadi Sorotan

Sorothari – 02 November 2026 | Harga bitcoin bergerak di kisaran 78.000 dolar AS menjelang pemilihan tengah periode Amerika Serikat pada Selasa, 3 November 2026, di tengah tekanan pasar yang dipicu oleh peretasan besar di Binance dan kekhawatiran atas hasil pemilu. Data historis menunjukkan bahwa bitcoin mengalami titik terendah siklusnya tidak lama setelah tiga pemilu tengah periode sebelumnya, dan tahun ini pasar prediksi menempatkan peluang besar bagi kemenangan Partai Demokrat di Kongres.

Menurut analisis peneliti kripto, titik terendah siklus bitcoin terjadi 71 hari setelah pemilu tengah periode 2014, 39 hari setelah 2018, dan 13 hari setelah 2022. Jika pola tersebut berulang, titik terendah berikutnya diperkirakan jatuh antara pertengahan November 2026 dan pertengahan Januari 2027. Contoh paling dikenal adalah tahun 2022, ketika keruntuhan bursa FTX terjadi beberapa hari setelah pemilu 8 November dan harga bitcoin turun menuju 16.000 dolar AS.

Baca juga:
Binance Diterpa Penarikan Hampir Rp81 Triliun Usai Peretasan Rp103 Triliun

Analis Ali Martinez mencatat bahwa bitcoin melemah setelah empat pemilu tengah periode berturut-turut, dengan penurunan sebesar 72% setelah 2010, 65% setelah 2014, 52% setelah 2018, dan 27% setelah 2022. Meski demikian, tiga contoh historis tidak membuktikan hubungan langsung antara pemilu dan pergerakan harga bitcoin. Pola tersebut lebih menunjukkan bahwa periode setelah pemilu cenderung menjadi fase penting bagi pelaku pasar.

Di pasar prediksi Polymarket, peluang Partai Demokrat memenangkan kedua kamar Kongres mencapai 72% dengan volume perdagangan lebih dari 51 juta dolar AS. Analis pasar Charlie Bilello menyebut peluang tersebut mencapai level tertinggi sejauh ini pada akhir pekan lalu. Di platform Kalshi, peluang kemenangan Demokrat juga menyamai rekor tertinggi di 70%. Senator Elizabeth Warren dan John Curtis telah menekan Kalshi dan Polymarket terkait potensi perdagangan orang dalam dalam kontrak pemilu.

Bagi industri kripto, kemenangan Demokrat dapat mengubah prospek legislasi struktur pasar yang masih tertunda. Namun, kepala riset Grayscale, Zach Pandl, dalam catatan 28 Oktober memperkirakan bahwa Amerika Serikat hanya menyumbang 15-20% dari aktivitas kripto global. Ia berpendapat adopsi akan terus berlanjut terlepas dari hasil pemilu. Meski begitu, pelaku pasar biasanya mengurangi risiko sebelum peristiwa politik besar, dan pekan ini cukup padat dengan agenda lain, termasuk publikasi bukti cadangan Binance yang tertunda pada Selasa.

Tekanan terhadap bitcoin juga datang dari peretasan besar yang menimpa Binance. Pada 29 Oktober, peretas yang diduga terkait Korea Utara menguras 6,36 miliar dolar AS dari bursa kripto terbesar dunia itu dalam waktu kurang dari 20 menit, menjadikannya pencurian aset digital terbesar dalam sejarah. Binance baru membuka kembali penarikan pada Minggu, 1 November, setelah sebelumnya menangguhkan layanan.

Baca juga:
Binance Kembali Beroperasi Setelah Peretasan Rp6,3 Miliar, Bitcoin Tetap Stabil

Dari jumlah tersebut, sekitar 3 miliar dolar AS berhasil dibekukan dalam waktu 70 menit setelah pembobolan oleh Circle (USDC), Tether (USDT), Ripple (RLUSD), dan World Liberty Financial (USD1), yang bertindak bersama atau atas arahan penegak hukum. Sementara itu, sekitar 2,4 miliar dolar AS yang tersimpan dalam bitcoin dan ether tidak memiliki jaring pengaman serupa karena tidak ada penerbit pusat yang dapat membekukan dompet pencuri. Dana tersebut, secara praktis, hilang.

CEO Binance Richard Teng dalam pernyataan video mengonfirmasi bahwa penyerang menggunakan fitur EIP-7702 untuk memperoleh otoritas eksekusi on-chain tanpa melewati kontrol persetujuan normal Binance. Investigasi awal menelusuri titik masuk ke laptop seorang insinyur DevOps yang dikompromikan, sebuah pendekatan rekayasa sosial yang mirip dengan serangan terhadap Bybit pada Februari 2025. Binance kemudian memperluas penyelidikan dan menemukan titik-titik pembobolan tambahan.

FBI pada 31 Oktober mengeluarkan pernyataan atribusi resmi yang menuding TraderTraitor, subkelompok Grup Lazarus Korea Utara yang berfokus pada kripto. Unit ini sebelumnya dikaitkan dengan peretasan Bybit senilai sekitar 1,5 miliar dolar AS, peretasan DMM Bitcoin senilai sekitar 308 juta dolar AS, dan sebagian dari eksploitasi Ronin Network senilai sekitar 620 juta dolar AS. TRM Labs memperkirakan kelompok tersebut telah mencuri lebih dari 6 miliar dolar AS dalam bentuk kripto sejak 2017, sebelum insiden Binance.

Dampak peretasan ini merembet ke pasar ETF bitcoin di Amerika Serikat. Pada 30 Oktober, ETF bitcoin spot mencatat penarikan bersih sebesar 643,3 juta dolar AS, arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni. Data SoSoValue menunjukkan BlackRock IBIT mengalami arus keluar 233,7 juta dolar AS, Fidelity FBTC sekitar 201 juta dolar AS, ARK 21Shares ARKB 129,55 juta dolar AS, Grayscale GBTC 53,32 juta dolar AS, dan Bitwise BITB 25,72 juta dolar AS.

Baca juga:
Changpeng Zhao Soroti Penundaan Acara Solana di Shanghai, Binance.US Kembali Cari Pendanaan

Penarikan tersebut menghapus sekitar 63,6% dari total arus masuk bersih sepanjang tahun sebelum sesi itu. Total aset ETF bitcoin turun menjadi 98,14 miliar dolar AS, meskipun arus masuk kumulatif sejak peluncuran produk masih sekitar 56,98 miliar dolar AS. CEO Derive, Nick Forster, menilai pasar sudah berada di bawah tekanan sebelum peretasan, dan insiden Binance menambah lapisan ketidakpastian baru.

Setelah penarikan dibuka kembali, nasabah Binance menarik dana bersih sebesar 3,64 miliar dolar AS, menurut laporan Reuters. Bitfire Research mencatat premi Coinbase negatif antara -0,18% hingga -0,27%, yang mengindikasikan melemahnya pembelian spot di Amerika Serikat. Indeks Crypto Fear and Greed dari CoinMarketCap berada di level 36, masuk wilayah ketakutan. ETF ether juga mengalami arus keluar 155,9 juta dolar AS pada Jumat, menunjukkan bahwa penurunan meluas di luar bitcoin.

Ke depan, pelaku pasar mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada 6 November, yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Selain itu, potensi eksklusi indeks MSCI bagi perusahaan pemegang bitcoin korporat turut menjadi perhatian. Penarikan ETF yang berlanjut dapat menekan sentimen, sementara arus masuk kembali akan menjadi sinyal membaiknya permintaan. Namun, kedua kemungkinan itu belum pasti, terutama selama kekhawatiran keamanan bursa dan volatilitas pasar masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *