Binance Kembali Beroperasi Setelah Peretasan Rp6,3 Miliar, Bitcoin Tetap Stabil

Binance Kembali Beroperasi Setelah Peretasan Rp6,3 Miliar, Bitcoin Tetap Stabil
Binance Kembali Beroperasi Setelah Peretasan Rp6,3 Miliar, Bitcoin Tetap Stabil

Sorothari – 02 November 2026 | Insiden binance hacked yang mencuri aset kripto senilai 6,3 miliar dolar AS pada 29 Oktober 2026 lalu tidak membuat harga Bitcoin anjlok. Justru, mata uang kripto utama itu menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Pada Senin, 2 November 2026, Bitcoin diperdagangkan sekitar 78.000 dolar AS pada pukul 08.00 waktu London, hanya turun sekitar 5% dari level tertinggi Kamis sebelumnya. Padahal, peretasan tersebut merupakan pencurian aset digital terbesar dalam sejarah yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok peretas Korea Utara, TraderTraitor.

Binance, bursa kripto terbesar di dunia, langsung menanggung seluruh kerugian dan berjanji mengganti dana nasabah. Langkah cepat itu rupanya berhasil meredam kepanikan pasar. CEO Binance, Changpeng Zhao, yang akrab disapa CZ, bahkan memperingatkan bahwa para penipu kini semakin gencar membidik nasabah yang tengah menarik dana. “Penipu sedang dalam mode overdrive. Hati-hati,” tulisnya di platform X, seperti dikutip dalam laporan.

Baca juga:
Bantuan Langsung Tunai Bergulir di Lumajang dan Banten, Pemerintah Perluas Perlindungan Sosial

Penarikan Dana Berangsur Pulih

Setelah sempat membekukan semua penarikan dan setoran, Binance membuka kembali akses secara bertahap mulai Minggu, 1 November 2026. Dalam periode 06.00 hingga 15.30 GMT, platform memproses 4,65 miliar dolar AS penarikan dan 1,01 miliar dolar AS setoran, sehingga terjadi arus keluar bersih sekitar 3,64 miliar dolar AS atau setara 2,1% dari total aset yang dikelola. Angka ini dikonfirmasi dalam laporan bukti cadangan terbaru perusahaan. Meski demikian, Binance menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana perusahaan lebih dari 6,34 miliar dolar AS dan sudah membeli kembali token untuk mengganti 90% aset yang dicuri. Sisanya, 10%, berupa aset yang kurang likuid sehingga butuh waktu lebih lama untuk dipenuhi.

Juru bicara Binance menyatakan bahwa volume penarikan sempat melonjak di awal, namun kini mulai menurun dan stabil mendekati aktivitas normal. “Volume penarikan melonjak pada awalnya, tetapi kami melihat tren penurunan yang tajam dan level penarikan stabil seperti yang kami perkirakan,” ujarnya. Fase pertama pembukaan kembali mencakup 15 aset, termasuk Bitcoin, Ether, BNB, Solana, XRP, Dogecoin, serta transaksi dengan stablecoin USDT dan USDC.

FBI dan Korea Utara

FBI secara resmi menuduh Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian lebih dari 6 miliar dolar AS dalam aset virtual dari Binance. Kelompok TraderTraitor, yang diyakini bagian dari Lazarus Group, disebut berada di balik serangan ini. Pola yang sama pernah digunakan dalam pencurian 1,5 miliar dolar AS dari platform Bybit pada Februari tahun lalu. FBI mengimbau perusahaan swasta untuk memblokir transaksi yang terkait dengan alamat dompet yang digunakan para peretas untuk mencairkan aset curian.

Baca juga:
Low Tuck Kwong Borong Kembali Saham BYAN Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik jadi 10,25%

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan keterlibatan Korea Utara. “Saya tidak khawatir. Kita sedang mempelajarinya. Kita tidak tahu apakah itu Korea Utara,” katanya kepada wartawan di kediamannya di Florida, akhir pekan lalu. Pernyataan itu kontras dengan kesimpulan FBI dan analis blockchain seperti TRM Labs dan Chainalysis yang menilai dengan keyakinan tinggi bahwa TraderTraitor bertanggung jawab.

Dampak ke Pasar Kripto Global

Meski harga Bitcoin relatif stabil, peretasan binance hacked sempat mengguncang pasar kripto secara keseluruhan. Pada Jumat lalu, Bitcoin sempat turun hampir 5%, Ethereum melemah hampir 6%, dan token BNB milik Binance anjlok hampir 10%. Namun, keputusan Binance untuk menanggung semua kerugian berhasil mengembalikan kepercayaan sebagian pelaku pasar. Sejumlah analis menyebut insiden ini sebagai ujian operasional bagi bursa, bukan pukulan fatal bagi industri.

Di Afrika, dampaknya terasa lebih luas. Binance melayani akses langsung mata uang lokal dan perdagangan peer-to-peer di lebih dari 30 negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, Kenya, Ghana, Uganda, dan Tanzania. Ekonomi kripto Sub-Sahara tumbuh 13,4% menjadi 101 miliar dolar AS pada tahun hingga Juni 2026, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Arus keluar bersih global sebesar 3,6 miliar dolar AS menjadi ujian kepercayaan bagi Binance di kawasan yang semakin bergantung pada kripto untuk pembayaran lintas batas, remitansi, dan penyimpanan nilai.

Baca juga:
DJP Tegaskan Pembalut Tetap Kena PPN 11%, Bukan Pajak Khusus Perempuan

Hingga saat ini, Binance menyatakan komitmennya untuk menanggung seluruh dampak finansial dari dana yang dicuri. Perusahaan juga terus berupaya memulihkan aset yang tersisa dan bekerja sama dengan penegak hukum. Sementara itu, para pengamat menantikan laporan lengkap bukti cadangan yang dijadwalkan dirilis pada Senin ini untuk memastikan kesehatan keuangan bursa pasca-insiden. Kisruh binance hacked masih menyisakan pertanyaan besar: akankah kepercayaan publik terhadap bursa kripto terbesar di dunia ini pulih sepenuhnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *