Deretan Emiten Bukukan Laba Cemerlang hingga Kuartal III-2026

Deretan Emiten Bukukan Laba Cemerlang hingga Kuartal III-2026
Deretan Emiten Bukukan Laba Cemerlang hingga Kuartal III-2026

Sorothari – 03 November 2026 | Sejumlah emiten mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba yang melonjak pada periode sembilan bulan pertama 2026. Mulai dari produsen furnitur PT Chitose Internasional Tbk (CINT), perusahaan otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), emiten batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP), hingga perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance (FIF), semuanya menunjukkan pertumbuhan profitabilitas yang beragam. Lonjakan laba tersebut ditopang faktor yang berbeda-beda, mulai dari kenaikan pendapatan, perbaikan margin, hingga efisiensi biaya.

PT Chitose Internasional Tbk menjadi salah satu emiten dengan pertumbuhan laba paling mencolok. Perusahaan manufaktur furnitur ini membukukan laba sebesar Rp22 miliar hingga kuartal III-2026, melesat 114,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,2 miliar. Pencapaian itu tidak lepas dari kenaikan pendapatan 29,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari Rp324,3 miliar menjadi Rp420,2 miliar per September 2026.

Baca juga:
Laba Bangun Kosambi Sukses Naik 39 Persen, PIK2 Jadi Penopang Utama

Berdasarkan keterangan tertulis perusahaan, peningkatan pendapatan terjadi di seluruh segmen produk Chitose. Segmen produk perkantoran menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp249,3 miliar sebelum eliminasi, tumbuh 54,5 persen dari Rp161,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen produk pendidikan menyusul di posisi kedua dengan pendapatan Rp240 miliar, naik 53,2 persen secara tahunan dari Rp156,7 miliar.

Pertumbuhan juga tercatat pada segmen produk kesehatan, hotel, perjamuan dan restoran, kursi lipat, serta produk lainnya. Direktur Chitose Internasional R Nurwulan Kusumawati menilai peningkatan kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga operasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis. Perseroan pun optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui pengelolaan bisnis yang konsisten dan sejumlah langkah strategis.

Untuk memperkuat kinerja ke depan, Chitose berencana memperluas portofolio produk, melakukan diversifikasi bisnis, dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan pasar. Sejumlah produk yang tengah dikembangkan antara lain C-Pro Airmate, tempat tidur rumah sakit (hospital bed), dan kursi auditorium (auditorium chair). Inovasi tersebut diharapkan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan.

MPMX Jaga Pendapatan, Tingkatkan Margin

Dari sektor otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk melaporkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp539 miliar hingga September 2026, tumbuh 23 persen secara tahunan. Peningkatan itu terjadi di tengah pendapatan bersih yang relatif stabil di angka Rp11,98 triliun, atau turun tipis 0,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Grup CFO MPMX Beatrice Kartika menyatakan kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan perseroan mampu menjaga pendapatan tetap stabil sekaligus meningkatkan profitabilitas. Perbaikan margin pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi, disertai berkurangnya rugi bersih pada bisnis pembiayaan, menjadi perkembangan positif bagi kinerja grup.

“Ke depan, kami akan tetap berfokus pada pengelolaan biaya yang disiplin, kualitas aset, dan optimalisasi bauran bisnis untuk menjaga kinerja Perseroan secara berkelanjutan,” kata Beatrice dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Baca juga:
Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp4,2 Triliun hingga Kuartal III 2026 dan Siap Bagikan Dividen Interim Rp333,1 Miliar

Perbaikan profitabilitas tercermin dari laba kotor yang tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp1,095 triliun dan laba usaha yang meningkat 19 persen YoY menjadi Rp585 miliar. Margin laba kotor naik menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen, margin laba usaha menjadi 4,9 persen dari 4,1 persen, dan margin laba bersih menjadi 4,5 persen dari 3,7 persen.

Pada segmen distribusi dan ritel, pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia turun 1 persen YoY menjadi Rp9,41 triliun, sementara pendapatan suku cadang naik 7 persen menjadi Rp1,14 triliun. Bisnis ritel MPMMotor justru mencatat pertumbuhan pendapatan penjualan sepeda motor 8 persen YoY menjadi Rp2,58 triliun, serta kenaikan pendapatan layanan purna jual 9 persen menjadi Rp79 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen meningkat tipis 0,2 persen menjadi Rp11,31 triliun dengan laba kotor tumbuh 9 persen menjadi Rp987 miliar.

MBAP Terbang Berkat Kenaikan Pendapatan

Emiten batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk menorehkan lonjakan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,02 juta sepanjang sembilan bulan 2026. Angka itu terbang 3.281 persen dari US$503,47 ribu pada periode yang sama tahun 2025. Adapun laba bersih konsolidasian menjadi US$16,79 juta dari sebelumnya US$293,90 ribu, dengan laba per saham US$0,0139 per 30 September 2026, jauh di atas 0,0004 pada akhir September tahun lalu.

Lonjakan laba Mitrabara ditopang kenaikan pendapatan ke posisi US$151,11 juta dari US$117,22 juta. Beban pokok pendapatan nyaris setara, dari US$105,57 juta menjadi US$105,95 juta, sehingga laba bruto perseroan melonjak menjadi US$45,15 juta dari US$11,64 juta. Pendapatan MBAP terutama disokong penjualan batu bara pihak ketiga yang naik dari US$98,88 juta menjadi US$128,73 juta.

Jumlah aset perseroan per 30 September 2026 tercatat US$267,9 juta dengan liabilitas US$68,43 juta, dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 dengan total aset US$252,18 juta dan liabilitas US$67,98 juta. Saham MBAP pun langsung melejit 13,14 persen ke Rp1.765 saat berita ini disusun.

FIF Tumbuh Moderat

Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance mencatatkan laba bersih Rp3,61 triliun per kuartal III-2026, tumbuh 4,03 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp3,47 triliun. Pertumbuhan itu didorong kenaikan pendapatan menjadi Rp10,93 triliun, naik 8,32 persen dari Rp10,09 triliun.

Baca juga:
Saham BMRI Menguat Ditopang Aksi Beli Danantara dan Laba Kuartal III 2026

Kontributor utama pendapatan FIF berasal dari pos pendapatan pembiayaan konsumen sebesar Rp9,22 triliun, diikuti pendapatan dari ijarah Rp1,49 triliun. Beban perusahaan tercatat Rp6,29 triliun, meningkat 11,72 persen dari Rp5,63 triliun. Sementara itu, aset FIF tumbuh 9,71 persen menjadi Rp56,92 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp51,88 triliun, dan ekuitas naik 14,75 persen menjadi Rp16,57 triliun dari Rp14,44 triliun.

Di luar Indonesia, produsen memori asal China ChangXin Memory Technologies (CXMT) juga mencatatkan pertumbuhan besar pada kuartal III 2026. Menurut laporan Gizmochina yang mengutip Reuters, perusahaan membukukan laba bersih 54,4 miliar yuan atau sekitar Rp136 triliun, dengan pendapatan 118,71 miliar yuan atau sekitar Rp297 triliun, melesat 613,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian itu menjadi laporan keuangan kuartalan pertama CXMT sejak melantai di bursa saham pada Juli 2026.

Pertumbuhan CXMT tidak terlepas dari perubahan di industri memori global. Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi high-bandwidth memory (HBM) untuk kebutuhan prosesor AI, sehingga pasokan DRAM konvensional menjadi lebih terbatas. Kondisi itu membuka peluang bagi CXMT untuk memenuhi permintaan pasar. Perusahaan mencatatkan margin laba kotor 89,53 persen pada kuartal III 2026 dan diperkirakan mulai memproduksi HBM3E dalam jumlah terbatas dalam dua bulan mendatang.

Deretan capaian tersebut menunjukkan bahwa perbaikan laba pada periode sembilan bulan pertama 2026 datang dari kombinasi kenaikan pendapatan, perbaikan margin, dan pengelolaan biaya yang disiplin. Para pelaku usaha pun dihadapkan pada tantangan untuk menjaga momentum tersebut hingga akhir tahun, seiring dinamika pasar dan permintaan yang terus berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *