Harga BBM Indonesia Stabil Awal November 2026, INDEF Soroti Dampak Lonjakan Minyak Dunia

Harga BBM Indonesia Stabil Awal November 2026, INDEF Soroti Dampak Lonjakan Minyak Dunia
Harga BBM Indonesia Stabil Awal November 2026, INDEF Soroti Dampak Lonjakan Minyak Dunia

Sorothari – 03 November 2026 | Harga bahan bakar minyak di Indonesia pada awal November 2026 terpantau stabil. PT Pertamina (Persero) bersama operator SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy belum melakukan penyesuaian tarif hingga Selasa, 3 November 2026. Harga yang berlaku masih mengacu pada ketentuan sejak 2 September 2026, baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Sementara itu, harga BBM non-subsidi Pertamina juga tidak berubah. Meski demikian, tekanan global masih membayangi karena harga minyak dunia sempat melonjak pada September 2026.

Baca juga:
Binance Kembali Beroperasi Setelah Peretasan Rp6,3 Miliar, Bitcoin Tetap Stabil

Harga BBM Pertamina dan Swasta per 3 November 2026

Berdasarkan pantauan di situs resmi PT Pertamina Patra Niaga, tidak ada perubahan harga pada awal bulan ini. Berikut rincian harga BBM di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:

Jenis BBM Harga per Liter
Pertalite (subsidi) Rp10.000
Biosolar (subsidi) Rp6.800
Pertamax (RON 92) Rp15.950
Pertamax Green 95 Rp19.150
Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.600
Dexlite Rp23.700
Pertamina Dex Rp25.200

Di jaringan SPBU swasta, harga juga seragam. Vivo Revvo 92 dan BP 92 dijual Rp16.130 per liter, hanya terpaut Rp180 dari Pertamax. Untuk RON 95, Vivo Revvo 95 dan BP Ultimate dipasarkan Rp19.330 per liter. Sementara itu, diesel non-subsidi seperti Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, dan Vivo Diesel Primus kompak di harga Rp25.420 per liter.

Stabilitas ini tidak terlepas dari keputusan pemerintah menahan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi sampai Desember 2026. “Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Itu sudah deal. Itu perintah Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya dalam keterangan beberapa waktu lalu.

Lonjakan Minyak Dunia dan Dampaknya terhadap Biaya Hidup

Meski harga di SPBU stabil, INDEF menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang meningkatkan tekanan biaya energi. Dalam laporan berjudul Daya Beli di Persimpangan: Antara Inflasi, Upah, dan Tekanan Rumah Tangga edisi Oktober 2026, INDEF mencatat harga minyak mentah Brent naik dari sekitar US$63 per barel pada akhir 2025 menjadi US$117,2 per barel saat eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran pada Maret 2026. Setelah sempat turun, harga kembali mencapai US$114,2 per barel pada September 2026.

Baca juga:
Belanja Negara Rp937 Triliun Dikawal LKPP, Menkeu Evaluasi APBN 2026

Tekanan serupa terlihat pada Indonesian Crude Price (ICP). Rata-rata ICP Januari-September 2026 mencapai US$91,86 per barel, lebih tinggi US$21,86 dari asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel. Pada September 2026, ICP bahkan menyentuh US$112,81 per barel. “Pergerakan harga minyak sangat menentukan biaya impor Indonesia, mengingat energi merupakan komponen impor terbesar,” tulis INDEF dalam laporannya, Senin (2/11/2026).

Kenaikan harga minyak dunia tersebut diikuti penyesuaian harga BBM non-subsidi pada September 2026. Dexlite naik 20,30% dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Dex meningkat 19,15% dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Pertamax Green 95 naik 15,36% menjadi Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo RON 98 naik 7,10% menjadi Rp19.600 per liter.

INDEF juga mengingatkan kenaikan solar non-subsidi berpotensi menambah beban sektor transportasi dan distribusi. Peningkatan biaya bahan bakar dapat merambat ke ongkos pengiriman barang, termasuk komoditas pangan. “Kenaikan solar nonsubsidi yang lebih tajam berpotensi menambah biaya logistik dan distribusi, termasuk untuk bahan pangan,” tulis INDEF.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap cermat memantau harga BBM di wilayah masing-masing. Untuk wilayah Jawa Timur, harga BBM Pertamina juga masih mengacu pada ketentuan yang sama sejak 2 September 2026. Penyesuaian harga BBM non-subsidi biasanya dievaluasi setiap awal bulan dengan mempertimbangkan indikator ekonomi makro, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Baca juga:
Binance Diterpa Penarikan Hampir Rp81 Triliun Usai Peretasan Rp103 Triliun

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai penyesuaian harga BBM untuk bulan November 2026. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina Retail untuk mengetahui lokasi SPBU dan ketersediaan BBM. Perkembangan harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah akan terus menjadi faktor penentu arah harga bahan bakar minyak di Indonesia pada bulan-bulan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *