Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp4,2 Triliun hingga Kuartal III 2026 dan Siap Bagikan Dividen Interim Rp333,1 Miliar

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp4,2 Triliun hingga Kuartal III 2026 dan Siap Bagikan Dividen Interim Rp333,1 Miliar
Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp4,2 Triliun hingga Kuartal III 2026 dan Siap Bagikan Dividen Interim Rp333,1 Miliar

Sorothari – 30 Oktober 2026 | PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI/kode saham CNMA) mencatat kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2026 dengan pendapatan Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp416,3 miliar. Perusahaan juga mengumumkan rencana pembagian dividen interim sebesar Rp333,1 miliar. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Cinema XXI tetap menjadi pemain utama di industri bioskop nasional pada abad xxi, meskipun menghadapi tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyampaikan bahwa perseroan terus menjaga keterjangkauan harga tiket di tengah dinamika ekonomi. “Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas,” ujar Suryo dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Baca juga:
Prabowo Potong Rantai Pasok dan Efisiensi BUMN, Pupuk Indonesia Langsung Bekerja Maksimal

Pendapatan Cinema XXI hingga kuartal III 2026 ditopang oleh penjualan tiket bioskop sebesar Rp2,5 triliun atau 59,1% dari total pendapatan. Bisnis makanan dan minuman (Food & Beverages/F&B) menyumbang Rp1,4 triliun atau sekitar 34,7%. Perseroan juga mencatat EBITDA Rp1,2 triliun dan arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp931,4 miliar.

Secara khusus, pada kuartal III 2026, pendapatan Cinema XXI mencapai Rp1,5 triliun, tumbuh 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan F&B sebesar 13,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Rata-rata belanja F&B per penonton juga meningkat 15,8% YoY. Sementara itu, pendapatan tiket relatif stabil, dengan rata-rata harga tiket (average ticket price/ATP) naik 2% dibandingkan kuartal III 2025. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan okupansi studio premium, yakni The Premiere dan IMAX.

Dari sisi operasional, EBITDA kuartal III 2026 tumbuh 14% YoY. Marjin EBITDA juga meningkat menjadi 32,1% dari 30,3% pada periode yang sama tahun lalu. Selain bisnis utama, Cinema XXI terus mengembangkan sumber pendapatan dari periklanan dan platform digital. Pada kuartal III 2026, pendapatan dari segmen lainnya tumbuh 59,1% YoY. Kontribusinya terhadap total pendapatan meningkat menjadi 6,5% dari 4,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:
Stok Beras 25 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman hingga Juli 2027

“Kami terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan Cinema XXI dalam jangka panjang. Melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, dan optimalisasi jaringan bioskop, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pelanggan sekaligus memperluas peluang bisnis Perseroan,” kata Suryo.

Kinerja Cinema XXI pada kuartal III 2026 mencerminkan strategi perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan keterjangkauan harga. Di tengah persaingan industri hiburan yang semakin ketat, Cinema XXI tetap fokus pada pengalaman menonton di bioskop sebagai daya tarik utama. Perseroan juga memanfaatkan momentum pertumbuhan bisnis F&B dan segmen digital untuk mendiversifikasi sumber pendapatan.

Sebagai informasi, Cinema XXI merupakan salah satu jaringan bioskop terbesar di Indonesia dengan jumlah layar yang tersebar di berbagai kota. Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode CNMA. Pembagian dividen interim sebesar Rp333,1 miliar ini akan menjadi kabar positif bagi para pemegang saham, sekaligus menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal.

Baca juga:
Dinamika Pedagang di Indonesia: Penertiban Humanis hingga Strategi Bertahan di Tengah Harga Naik

Hingga saat ini, manajemen Cinema XXI belum merinci jadwal pembayaran dividen interim tersebut. Namun, rencana ini telah diumumkan seiring dengan publikasi laporan keuangan kuartal III 2026. Para investor dan pelaku pasar akan menantikan detail lebih lanjut mengenai mekanisme dan waktu pembagian dividen.

Dengan capaian ini, Cinema XXI optimistis dapat mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun 2026. Perseroan akan terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi, sambil tetap berfokus pada penyediaan hiburan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *