Sorothari – 03 November 2026 | Corinthians masih berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi setelah meraih kemenangan penting atas Mirassol. Tim asuhan Clarence Seedorf itu mengakhiri paceklik sepuluh pertandingan tanpa kemenangan dengan skor 2-0 pada laga pekan ke-33 Brasileirão Serie A 2026 di Neo Química Arena. Namun, posisi mereka belum aman karena masih berada di peringkat 17 dengan 36 poin, terpaut satu poin dari Mirassol yang berada di batas akhir zona degradasi.
Kemenangan tersebut disaksikan langsung oleh 44.151 penonton, jumlah tertinggi di pekan itu. Dari total tersebut, 43.842 merupakan penonton berbayar, dengan pendapatan sekitar R$ 2,84 juta. Catatan ini menegaskan bahwa Corinthians memiliki basis suporter yang besar meskipun performa tim sedang menurun. Rata-rata kehadiran penonton Corinthians di liga musim ini mencapai 38.622 orang per pertandingan, tertinggi kedua setelah Flamengo yang mencatat 62.404 penonton.
Baca juga:Gol kemenangan Corinthians atas Mirassol dicetak oleh Matheus Bidu dan Kaio César. Hasil ini menjadi angin segar bagi tim yang sebelumnya hanya meraih satu hasil imbang dan sembilan kekalahan dalam sepuluh pertandingan terakhir. Kemenangan terakhir Corinthians sebelum itu terjadi pada 9 Agustus 2026 melawan Red Bull Bragantino. Kini, tim berjuluk Timão itu bertekad melanjutkan tren positif saat menghadapi São Paulo dalam laga derby yang akan digelar di Vila Belmiro, Santos, pada Rabu (4/11/2026) pukul 21.30 waktu setempat.
Laga derby melawan São Paulo kali ini akan berlangsung di Vila Belmiro, bukan di Morumbis, karena stadion tersebut digunakan untuk konser band BTS. CBF telah mengonfirmasi perubahan venue pada Oktober lalu, dan São Paulo mencapai kesepakatan dengan Santos untuk menggunakan Vila Belmiro. Kapasitas stadion yang lebih kecil, sekitar 17.000 penonton, serta kondisi lapangan yang dikritik menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim.
Mantan pemain Corinthians dan São Paulo, Petros, menilai bahwa Corinthians akan menghadapi tekanan lebih besar dalam laga ini. Menurutnya, posisi di zona degradasi dan kebutuhan mendesak untuk meraih poin membuat tim asuhan Seedorf harus tampil habis-habisan. “Corinthians masuk dengan tekanan lebih besar. Mereka berada di zona degradasi, hanya menang satu dari 11 laga terakhir, dan tahu harus segera keluar dari Z4. Saya pernah mengalami hal serupa di São Paulo pada 2017: bermain di zona degradasi, harus menang di setiap pertandingan, itu sangat sulit. Corinthians juga kehilangan pemain penting. Mereka harus mencari cara untuk menang. Tidak ada pilihan lain,” ujar Petros dalam wawancara eksklusif.
Baca juga:Petros juga menyoroti perbedaan atmosfer pertandingan di Vila Belmiro. “Dua klub terbiasa bermain dengan 40-45 ribu suporter di satu sisi dan 60-65 ribu di sisi lain. Pindah ke Vila Belmiro mengurangi itu menjadi 17 ribu. Corinthians punya lapangan terbaik di negara ini, São Paulo mungkin yang kedua atau ketiga, dan mereka akan bertemu di momen kritis justru di salah satu lapangan yang paling dikritik tahun ini, apalagi setelah hujan di Baixada,” tambahnya.
Sementara itu, di level junior, Corinthians akan menghadapi Cruzeiro pada leg kedua final Brasileirão Sub-17 di Arena Independência, Belo Horizonte, Selasa (3/11/2026) pukul 21.30 WIB. Corinthians membawa keunggulan 3-0 dari leg pertama. Gol-gol Corinthians dicetak oleh Lucas Splichal dan dua gol Lucca Caramico. Cruzeiro akan berusaha keras membalikkan keadaan, sementara Corinthians berpeluang besar menjuarai kompetisi tersebut.
Di sisi lain, pelatih Clarence Seedorf dan manajemen Corinthians tengah berupaya meredam tekanan dengan meningkatkan transparansi melalui serangkaian wawancara dan sesi latihan terbuka. Dalam sepekan terakhir, delapan pemain, manajer Julio Cesar, dan Seedorf dijadwalkan memberikan keterangan kepada media dalam empat sesi konferensi pers. Langkah ini dianggap jarang terjadi di sepak bola Brasil dan bertujuan mengendalikan informasi serta mengurangi kebocoran dari dalam klub. Strategi komunikasi ini diharapkan dapat mengurangi ruang bagi berita negatif di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Corinthians.
Baca juga:Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, Corinthians harus memanfaatkan setiap peluang untuk meraih poin. Derby melawan São Paulo menjadi momen krusial untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki kualitas untuk bertahan di kasta tertinggi. Dukungan suporter yang terus mengalir diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal dan keluar dari zona degradasi.












