Sorothari – 05 November 2026 | PSV Eindhoven harus menerima kenyataan pahit dalam lanjutan Liga Champions 2026-27. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Philips Stadion, tim asuhan Peter Bosz takluk 1-2 dari Club Brugge pada Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi PSV Eindhoven untuk lolos ke babak play-off, terlebih setelah sebelumnya mereka sempat mencatat kemenangan penting atas Porto.
Laga berjalan terbuka sejak menit awal. PSV Eindhoven sebenarnya memiliki peluang emas lebih dulu melalui Sergiño Dest yang menerima umpan terobosan dari Ivan Perisic. Namun, penyelesaian Dest terlalu lemah sehingga kiper Yann Sommer dengan mudah mengamankan bola. Justru Club Brugge yang membuka keunggulan pada menit ke-25 lewat sundulan Nicolò Tresoldi memanfaatkan umpan silang Joaquin Seys. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan, dan PSV Eindhoven sempat kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu.
Baca juga:Di babak kedua, PSV Eindhoven meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Kodai Sano menyamakan kedudukan pada menit ke-54 melalui tembakan yang berbelok arah. Semangat tuan rumah kembali membara, tetapi mereka terlalu asyik menyerang hingga lupa menjaga pertahanan. Kesalahan Mijnans yang kehilangan bola berujung pada serangan balik cepat Club Brugge. Carlos Forbs, mantan pemain Ajax, memanfaatkan celah itu dengan dingin untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke-72. Hingga peluit panjang, PSV Eindhoven gagal mencetak gol penyeimbang meski Esmir Bajraktarevic sempat mengancam lewat tendangan bebas yang masih bisa ditepis Sommer.
Kekalahan ini membuat peluang PSV Eindhoven untuk lolos ke babak berikutnya semakin berat. Di sisi lain, Club Brugge menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan ketiga beruntun di fase liga, termasuk kemenangan dramatis 4-3 atas Inter Milan di San Siro. Tim asuhan Ivan Leko kini menempati peringkat ke-11 klasemen sementara, sementara PSV Eindhoven tertahan di posisi ke-18.
Nathan Tjoe-A-On dan Willem II Dibantai 7-0
Kekalahan PSV Eindhoven di Eropa kontras dengan penampilan mereka di kompetisi domestik. Pada pekan ke-11 Eredivisie 2026/27, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB, PSV Eindhoven menghajar Willem II Tilburg dengan skor telak 7-0 di Philips Stadion. Laga tersebut menjadi mimpi buruk bagi bek Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, yang bermain penuh sebagai bek kanan dalam formasi 5-4-1.
Baca juga:PSV Eindhoven membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Mauro Junior yang menyambar bola muntah. Guus Til menggandakan skor jelang turun minum dengan gol back heel dari jarak dekat. Memasuki babak kedua, tuan rumah semakin menggila. Sven Mijnans mencetak gol ketiga pada menit ke-50, disusul Ruben van Bommel tiga menit berselang lewat sundulan memanfaatkan assist Mijnans. Gol-gol tambahan terus mengalir, dan Willem II tidak mampu membendung gempuran PSV Eindhoven hingga pertandingan berakhir 7-0.
Kemenangan besar ini sejatinya menjadi modal moral bagi PSV Eindhoven sebelum menghadapi Club Brugge. Namun, kualitas lawan yang jauh lebih tinggi membuat PSV Eindhoven kembali menunjukkan kerapuhan di lini belakang. Sebelumnya, pelatih Peter Bosz sempat mengakui bahwa timnya masih perlu meningkatkan konsistensi, terutama saat menghadapi tim-tim kuat di Eropa.
Jadwal Padat dan Tantangan Konsistensi
PSV Eindhoven saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Eredivisie dengan 20 poin, terpaut empat angka dari Feyenoord yang memuncaki klasemen. Meski demikian, kekalahan di Liga Champions menjadi alarm bahwa dominasi di liga domestik tidak serta-merta berbanding lurus dengan performa di kompetisi Eropa. Tim asuhan Peter Bosz harus segera berbenah jika ingin menjaga peluang lolos ke babak play-off Liga Champions.
Baca juga:Di sisi lain, Nathan Tjoe-A-On dan Willem II masih terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi dua poin dari 10 pertandingan. Kekalahan 7-0 dari PSV Eindhoven semakin menambah tekanan bagi tim asuhan Kristof Aelbrecht untuk segera bangkit. Nathan Tjoe-A-On, yang menjadi andalan di lini belakang, perlu meningkatkan performa jika ingin tetap dipanggil ke Timnas Indonesia.
Selanjutnya, PSV Eindhoven akan kembali fokus ke kompetisi domestik sebelum menghadapi laga krusial di Liga Champions. Sementara itu, Club Brugge akan berusaha mempertahankan tren positif mereka. Bagi PSV Eindhoven, laga melawan Club Brugge menjadi pelajaran berharga bahwa mentalitas menyerang tanpa keseimbangan pertahanan bisa berakibat fatal di level tertinggi.












