Sorothari – 05 November 2026 | Penyerang asal Belgia, Romelu Lukaku, kembali menjadi sorotan setelah resmi bergabung dengan klub Turki, Fenerbahce, pada bursa transfer musim panas 2026. Kepindahan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Lukaku yang penuh liku, setelah sebelumnya memperkuat Napoli. Dalam wawancaranya, Lukaku menyebut keputusan hengkang dari Napoli sebagai langkah terbaik, terlebih setelah musim buruk yang ia alami akibat cedera hamstring.
Lukaku bergabung dengan Fenerbahce dengan nilai transfer sekitar 6 juta euro dari Napoli dan terikat kontrak selama dua tahun. Klub asal Istanbul itu menjadi pelabuhan bagi Lukaku setelah ia hanya tampil enam kali sebagai pemain pengganti di sisa musim 2025/2026 bersama Napoli. Sebelumnya, pada musim pertamanya di Napoli (2024), ia tampil 45 kali di semua kompetisi dengan kontribusi 15 gol dan 11 assist.
Baca juga:“Ini adalah tahun terburuk dalam hidup saya. Saya mendengar banyak hal, dan beberapa keputusan telah dibuat. Jika itu situasinya, hal terbaik adalah pergi,” ujar Lukaku seperti dilansir AS Diario.
Perjalanan Karier Lukaku di Italia
Kiprah Lukaku di Italia dimulai pada 2019 ketika Inter Milan merekrutnya dari Manchester United. Bersama Nerazzurri, ia meraih kesuksesan dengan menjuarai Serie A pada musim 2020-2021. Performa impresifnya membuat Chelsea tertarik memulangkannya pada 2021 dengan kontrak lima tahun. Namun, Lukaku tidak betah di London dan sempat mengutarakan ketidaknyamanannya secara terbuka, yang berujung pada peminjaman kembali ke Inter Milan pada musim 2022-2023.
Setelah itu, ia dipinjamkan ke AS Roma pada musim 2023-2024. Bersama Roma, Lukaku sempat menjadi pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan saat melawan Feyenoord di playoff Liga Europa, Februari 2024. Gol tersebut ia rayakan dengan selebrasi menodongkan pistol ke kepala, yang kemudian ia jelaskan sebagai seruan untuk menghentikan genosida di Republik Demokratik Kongo, negara kelahiran orang tuanya.
Baca juga:Awal Karier dan Kontroversi di Chelsea
Lukaku memulai karier profesionalnya di Anderlecht, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak di Belgia pada musim 2009-2010 dan meraih penghargaan Ebony Shoe pada 2011. Chelsea kemudian merekrutnya pada 2011, tetapi ia lebih banyak menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di West Bromwich Albion dan Everton sebelum akhirnya dipermanenkan oleh Everton pada 2014 dengan biaya 28 juta poundsterling.
Kembali ke Chelsea pada 2021, Lukaku sempat mengungkapkan bahwa Chelsea bukanlah pilihan utamanya. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, ia mengaku lebih memprioritaskan Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Munchen. “Ada 3 klub level tinggi yaitu Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munchen yang meminati saya. Semua pemain memimpikan main di sana, itu fakta. Saya pikir bakal gabung salah satu klub itu setelah Inter Milan,” katanya. Namun, negosiasi tidak berjalan mulus dan ia akhirnya memilih Chelsea.
Di Chelsea, hubungan Lukaku dengan manajer Thomas Tuchel sempat merenggang akibat wawancara tersebut. Meski demikian, ia tetap menunjukkan performa yang cukup baik, meski tidak selalu cocok dengan taktik yang diterapkan Tuchel.
Baca juga:Setelah melalui berbagai dinamika, Romelu Lukaku kini menatap tantangan baru bersama Fenerbahce. Kepindahannya ke Turki diharapkan dapat mengembalikan performa terbaiknya dan membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu striker top di Eropa.












