Sorothari – 05 November 2026 | Bradley Barcola kembali menjadi sorotan setelah Liverpool menelan kekalahan 2-3 dari Fenerbahce pada matchday keempat Liga Champions di Istanbul, Kamis (5/11) dini hari WIB. Manajer Andoni Iraola mengakui eksperimennya memainkan sang winger sebagai striker tengah tidak berjalan sesuai harapan. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi The Reds yang tengah berjuang menjaga asa di kompetisi Eropa.
Barcola, yang didatangkan dari Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas lalu, sebenarnya tidak asing dengan peran di lini depan. Namun, ketika diturunkan sebagai penyerang tengah melawan Fenerbahce, pemain asal Prancis itu tampak kesulitan menemukan ruang dan terisolasi dari aliran bola. Ia baru bisa bernapas lebih lega setelah Isak masuk menggantikan Munoz pada menit ke-66, yang membuat Barcola kembali ke posisi sayap.
Baca juga:“Saya pikir itu akan berhasil, sebab Barcola punya kecepatan yang bagus dan mampu duel satu lawan satu. Dia sebenarnya tidak kesulitan main di posisi itu, tapi tidak berjalan baik,” ujar Iraola kepada ESPN. “Performanya memang lebih bagus saat bermain melebar di sisi lapangan,” tambahnya.
Kekalahan dari Fenerbahce tidak lepas dari kondisi skuad Liverpool yang sedang tidak ideal. Jadwal padat dan cederanya Ekitike memaksa Iraola memutar otak meramu lini serang. Namun, keputusan menempatkan Barcola di tengah justru menuai kritik karena dianggap menghilangkan kekuatan utama sang pemain, yakni kecepatan dan kemampuan menggiring bola dari sisi lapangan.
Adaptasi Barcola di Liverpool
Sejak bergabung dengan Liverpool, Bradley Barcola memang belum menunjukkan performa terbaiknya. Dalam enam pertandingan pertamanya di berbagai kompetisi, ia gagal mencetak gol maupun assist. Situasi mulai berubah ketika ia mencetak hattrick saat Liverpool melibas LASK 6-3 di Liga Champions. Setelah itu, ia menyumbangkan assist dalam dua pertandingan beruntun di Premier League, termasuk saat melawan Brentford.
Baca juga:Meski demikian, Barcola menyadari bahwa proses adaptasi di klub baru membutuhkan waktu. Ia mengakui belum mencapai versi terbaiknya dan masih terus membangun pemahaman dengan rekan-rekan setim. “Tidak, saya rasa saat ini saya belum mencapai performa terbaik. Kalian masih belum melihat versi terbaik dari diri saya,” kata Barcola kepada Sky Sports. “Selain itu, kami juga terus bekerja bersama rekan-rekan setim agar mereka bisa memaksimalkan kelebihan yang saya miliki. Jadi, saya yakin ketika kami sudah benar-benar membangun pemahaman satu sama lain, semuanya akan menjadi jauh lebih baik,” lanjutnya.
Barcola didatangkan Liverpool dari PSG dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 123 juta pounds. Kehadirannya di Anfield juga terjadi setelah Mohamed Salah meninggalkan klub. Meski sempat dianggap sebagai pengganti langsung pemain asal Mesir tersebut, Barcola menegaskan ingin membangun identitas dan menciptakan sejarahnya sendiri bersama The Reds.
Kritik dan Harapan
Legenda Arsenal, Emmanuel Petit, meminta Barcola meningkatkan mentalitasnya jika ingin bersinar di Liverpool. Menurut Petit, sang pemain memiliki kualitas untuk berkembang menjadi salah satu winger terbaik di Premier League, tetapi perlu konsistensi dan mentalitas juara. “Saya sangat menyukai Barcola sebagai pribadi dan pemain. Liverpool merupakan klub baru baginya dan dia harus beradaptasi. Dibutuhkan waktu beberapa pekan untuk menyesuaikan diri dengan klub dan gaya sepak bola yang baru,” ujar Petit kepada Betfred.
Baca juga:Petit juga menyinggung pengalaman Barcola di PSG, di mana kehadiran Khvicha Kvaratskhelia membuat posisinya di tim utama semakin terancam. Kondisi itu sempat membuat Barcola frustrasi karena kehilangan tempat di starting XI. Namun, ia memilih mengambil tantangan baru di Liverpool demi menit bermain dan perkembangan karier.
Kekalahan dari Fenerbahce menjadi evaluasi penting bagi Liverpool dan Barcola. Dengan jadwal yang terus padat, Iraola dituntut lebih bijak menempatkan pemain sesuai karakter alaminya. Sementara itu, Barcola terus berusaha beradaptasi dan membuktikan bahwa investasi besar Liverpool tidak sia-sia. Publik Anfield tentu berharap sang winger segera menemukan konsistensi dan menjadi sosok kunci dalam perjalanan The Reds musim ini.












