Profil Lengkap Andy Burnham: Perdana Menteri Inggris yang Berjanji Bawa Perubahan Besar

Profil Lengkap Andy Burnham: Perdana Menteri Inggris yang Berjanji Bawa Perubahan Besar
Profil Lengkap Andy Burnham: Perdana Menteri Inggris yang Berjanji Bawa Perubahan Besar

Sorothari – 22 Juli 2026 | Profil lengkap Andy Burnham yang resmi jadi PM Inggris menjadi sorotan publik setelah ia dilantik oleh Raja Charles III pada Senin, 20 Juli 2026. Pria berusia 56 tahun ini menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri, sekaligus menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir. Dalam pidato pertamanya di Downing Street, Burnham menjanjikan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir, termasuk model politik dan ekonomi baru yang lebih berpihak pada rakyat.

Burnham lahir di kawasan Liverpool dan tumbuh di antara Liverpool dan Manchester. Ayahnya bekerja sebagai teknisi telepon, sementara ibunya menjadi resepsionis. Ia berasal dari keluarga Katolik kelas pekerja dan menjadi generasi pertama keluarganya yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Cambridge, mengambil studi sastra Inggris. Sebelum terjun ke politik, Burnham sempat bekerja sebagai jurnalis untuk majalah perdagangan, kemudian menjadi peneliti dan penasihat politik Partai Buruh. Karier parlementernya dimulai saat terpilih sebagai anggota parlemen untuk Leigh pada Juni 2001.

Baca juga:
Penuhi Janji, Anwar Ibrahim Buat Harga BBM Malaysia Lebih Murah Dibandingkan Saudi

Kabinet Pertama dan Kebijakan Awal

Beberapa jam setelah dilantik, Burnham mengumumkan susunan kabinet pertamanya. Ia menunjuk John Healey, yang sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan, sebagai Menteri Keuangan (Chancellor of the Exchequer) — sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak. Ed Miliband dipercaya memimpin Kementerian Luar Negeri, sementara Shabana Mahmood tetap menjabat Menteri Dalam Negeri. Yvette Cooper menjadi Menteri Kesehatan, dan Wes Streeting yang sebelumnya menjabat Menteri Kesehatan kini memimpin Kementerian Pertahanan. Angela Rayner kembali masuk kabinet sebagai Menteri Perumahan, Komunitas, dan Pemerintahan Daerah.

Pada hari kedua menjabat, Burnham langsung mengambil langkah konkret dengan mengumumkan penghapusan pajak pertambahan nilai (VAT) dari tagihan listrik rumah tangga mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diperkirakan memangkas sekitar 45 poundsterling (Rp1 juta) dari rata-rata tagihan tahunan sebesar 1.862 poundsterling (Rp44,6 juta). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meringankan beban biaya hidup masyarakat, sekaligus meredam kemarahan publik akibat kegagalan pemerintahan sebelumnya. Program ini akan dibiayai melalui penghematan dari pembatalan program identitas digital senilai 1,8 miliar poundsterling (Rp43,1 triliun).

Tantangan yang Dihadapi

Meski disambut optimisme, Burnham mewarisi sejumlah tantangan besar. Inggris menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lambat, utang publik yang tinggi, tekanan biaya hidup, antrean panjang perawatan kesehatan, serta kebutuhan peningkatan anggaran pertahanan. Selain itu, ancaman elektoral dari partai populis sayap kanan Reform UK masih membayangi. Burnham juga belum pernah memimpin Partai Buruh dalam pemilihan umum nasional; ia menjadi perdana menteri melalui kombinasi kemenangan dalam pemilihan sela, pergantian pemimpin partai, dan dukungan mayoritas di House of Commons.

Baca juga:
30 Tahun Kudatuli: Pengingat Kelam Perjalanan Demokrasi Indonesia

Pergantian perdana menteri yang cepat di Inggris — tujuh perdana menteri dalam satu dekade — menurut pengamat politik Ben Worthy, mencerminkan memburuknya hubungan pemerintah dengan parlemen serta fragmentasi politik pasca-referendum Brexit 2016. Burnham diharapkan mampu memutus siklus ketidakstabilan tersebut.

Sementara itu, pemerintah China melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menyampaikan selamat kepada Burnham. Dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (21 Juli 2026), Lin Jian menyebut bahwa China berkomunikasi dengan Inggris berdasarkan rasa saling menghormati dan berharap hubungan bilateral bergerak ke arah yang benar. Burnham sendiri berjanji akan memperbaiki layanan publik, mendorong desentralisasi kekuasaan, serta mempromosikan reindustrialisasi melalui pengadaan publik.

Dengan latar belakang sebagai mantan Wali Kota Greater Manchester, Burnham dikenal sebagai pembela Inggris utara dan pengelola pemerintahan metropolitan yang efektif. Kini, reputasinya akan diuji di panggung nasional. Ia bertekad menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi Inggris, dengan perubahan yang disebutnya terbesar dalam empat dekade.

Baca juga:
Gerakan Rakyat Resmi Daftar ke Kemenkum, Anies Baswedan Tunggu Rapimnas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *