Sorothari – 29 Oktober 2026 | Cleveland Cavaliers berhasil mengamankan kemenangan dramatis 125-121 atas Brooklyn Nets dalam laga kandang perdana mereka di Rocket Arena, Sabtu malam waktu setempat. Meski menang, pelatih kepala Cavaliers Kenny Atkinson langsung menyoroti kondisi fisik timnya yang dinilainya belum berada di level elit. Kemenangan ini sendiri menjadi respons setelah Cavaliers mengalami kekalahan menyakitkan dari Philadelphia 76ers di laga pembuka musim, di mana mereka sempat unggul 29 poin sebelum akhirnya tumbang 114-106.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Atkinson mengungkapkan bahwa timnya masih beradaptasi dengan ritme kompetisi. “Kami belum dalam kondisi fisik yang elit saat ini, dan itu hal yang wajar. Ini baru pertandingan kedua, kami masih mencari ritme. Saya sudah bilang ke para pemain saat timeout bahwa kami harus melawan kelelahan. Saya melihat ada momen-momen di mana kami kelelahan, tetapi ketika saya memasukkan grup terakhir untuk comeback, mereka sudah duduk cukup lama. Kami hanya tidak fokus,” ujar Atkinson.
Baca juga:Pernyataan Atkinson tersebut bukan tanpa alasan. Cavaliers nyaris mengulangi mimpi buruk collapse seperti di laga pembuka. Mereka sempat memimpin 22 poin pada kuarter keempat, tepatnya dengan skor 104-82 saat tersisa 9 menit 29 detik. Namun, Brooklyn Nets bangkit dan mencetak 41 poin di kuarter terakhir, sementara Cavaliers hanya mampu menambah 29 poin. Nets bahkan sempat memangkas defisit menjadi dua poin berkat tembakan jarak jauh Michael Porter Jr. dengan sisa 8,1 detik. Beruntung bagi Cavaliers, guard Sam Merrill berhasil menyelamatkan tim dari kekalahan kedua beruntun.
Kemenangan ini juga menjadi catatan penting bagi Cavaliers yang musim ini masih diperkuat inti pemain veteran. Meski demikian, Atkinson menilai sesi film pada 24 Oktober lebih berharga daripada latihan fisik. “Sesi film yang bagus. Hal terbaik dari para pemain kami adalah Anda bisa mengatakan kebenaran kepada mereka. Ini yang saya lihat, ini yang bisa kami perbaiki, lalu kami berjalan melalui detail strategi. Hari-hari mental sangat penting di NBA. Ini bukan liga latihan, ini liga fokus mental,” jelasnya.
Di kubu Nets, kekalahan tipis ini tetap memberikan angin segar. Pelatih Jordi Fernández mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tidak menyerah meski tertinggal jauh. “Kami bertarung dan memberi diri kami kesempatan. Saya bangga pada cara para pemain, sering kali ketika Anda tertinggal 20 poin, Anda berhenti berjuang. Tapi seluruh kelompok melakukan hal yang sama. Bahkan ketika tembakan tidak masuk, mereka terus mencoba. Begitulah cara Anda bangkit. Saya suka arah perkembangan kami. Di pertandingan pertama, kami tidak bermain cukup keras. Jika kami bermain seperti ini di Game 1, kemungkinan besar kami akan sukses,” ujar Fernández.
Baca juga:Julius Randle, yang tampil solid dengan 23 poin, 6 rebound, dan 5 asis, menambahkan bahwa timnya hanya perlu membersihkan kesalahan-kesalahan kecil. “Kami hanya perlu merangkai beberapa stop, berhenti melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri. Apakah itu kesalahan game plan, pelanggaran, rebound ofensif, hal-hal seperti itu. Cukup bersihkan hal-hal kecil dan semoga mulai memenangkan beberapa pertandingan. Kami sudah sangat dekat. Tidak ada kemenangan moral, tapi kami benar-benar sudah dekat,” kata Randle.
Michael Porter Jr. menjadi pencetak poin tertinggi Nets dengan 28 poin, 10 dari 18 tembakan, 9 rebound, dan 4 steal. Egor Demin menambahkan 22 poin, 6 asis, dan 4 rebound. Sementara itu, bagi Cavaliers, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat berikutnya. Atkinson menegaskan bahwa timnya harus segera menemukan konsistensi, terutama dalam menjaga fokus selama 48 menit penuh. Cavaliers sendiri masih diunggulkan sebagai salah satu kandidat kuat di Wilayah Timur, dengan proyeksi over-under 48,5 kemenangan menurut betfanatics.com, jauh di atas Nets yang diprediksi hanya meraih 24,5 kemenangan.
Dengan hasil ini, Cavaliers mencatatkan rekor 1-1, sedangkan Nets juga 0-2. Kedua tim akan kembali beraksi dalam beberapa hari ke depan. Bagi Cavaliers, tantangan terdekat adalah membuktikan bahwa kondisi fisik mereka bisa mencapai level elit seiring berjalannya musim. Sementara Nets, meski belum meraih kemenangan, menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang bisa menjadi fondasi untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Laga cavaliers vs nets kali ini setidaknya membuktikan bahwa kedua tim masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal konsistensi dan ketahanan fisik.
Baca juga:











