Trump Campuri Rencana PM Inggris Soal Minyak Laut Utara

Trump Campuri Rencana PM Inggris Soal Minyak Laut Utara
Trump Campuri Rencana PM Inggris Soal Minyak Laut Utara

Sorothari – 21 Juli 2026 | Trump ikut campur rencana PM baru Inggris soal minyak Laut Utara menjadi sorotan setelah sambungan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pada Senin (20/7/2026). Dalam percakapan itu, Trump menyatakan kesiapan Amerika Serikat untuk membantu Inggris mengelola sektor energi Laut Utara, di tengah meningkatnya ketegangan global yang mendorong harga minyak mendekati USD 90 per barel.

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Trump mengancam Iran akan menghadapi balasan keras atas tewasnya tiga personel militer AS. Ancaman itu membuat harga minyak Brent naik 1,3% menjadi USD 89,22 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke USD 83,23. Sepanjang Juli, harga minyak melonjak sekitar 20% akibat konflik AS-Iran dan aksi kelompok Houthi yang mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi serta ancaman menutup Selat Bab el-Mandeb.

Baca juga:
Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan: Ini Tender Politik Prabowo

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan diskusi dengan Burnham mencakup kerja sama perdagangan, penguatan aliansi militer, pengelolaan minyak Laut Utara, serta upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz. “Perdana Menteri memiliki tugas besar di hadapannya, tetapi dia akan mampu melakukannya dan, tentu saja, AS akan siap membantu!” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa dialog berjalan menarik dan sangat baik.

Andy Burnham, yang baru dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris dari Partai Buruh pada hari yang sama, menjadikan pembicaraan ini sebagai langkah diplomasi internasional pertamanya. Kedua pemimpin sepakat untuk menggelar pertemuan tatap muka dalam waktu dekat guna membahas agenda strategis bersama.

Baca juga:
AMPG Kecam Deddy Sitorus Sebut Bahlil Bolu Ketan, Desak Minta Maaf

Keterlibatan Trump dalam rencana minyak Laut Utara disambut beragam kalangan. Di satu sisi, dukungan AS dianggap penting bagi Inggris yang tengah menghadapi tantangan keamanan energi di tengah krisis global. Di sisi lain, langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana pengaruh AS terhadap kebijakan energi Inggris ke depan. Harga minyak yang terus merangkak naik juga menjadi perhatian utama, terutama setelah Iran kembali membuka peluang negosiasi meskipun ketegangan masih tinggi.

Perkembangan ini menandai babak baru hubungan bilateral AS-Inggris di bawah pemerintahan Burnham, dengan isu energi menjadi salah satu prioritas utama. Pertemuan langsung antara kedua pemimpin diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan minyak global, khususnya dari Laut Utara.

Baca juga:
Tito Karnavian: Gaji Kepala Daerah Tak Sebanding Biaya Pilkada, Bisa Picu Korupsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *