Sorothari – 21 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara mengenai kritik tajam yang dialamatkan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), ia menegaskan bahwa serangan yang diterimanya bukanlah karena program tersebut dinilai boros, melainkan karena ada kepentingan lain yang tidak ingin melihat pemerintah berhasil. Respons Presiden Prabowo soal MBG ini sekaligus menjadi penegasan bahwa program prioritasnya tidak akan surut meski dihujani kritik.
Prabowo mengungkapkan bahwa ia justru heran dengan reaksi publik yang menganggap pemberian makanan bergizi gratis kepada anak-anak, ibu hamil, dan lansia sebagai pemborosan. “Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu hamil, untuk orang lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun menguap yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun tak ada komentar, tak ada pakar yang protes, tak ada investigasi,” ujarnya dengan nada tajam.
Baca juga:Dalam pidato taklimat yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu, kepala negara juga menyoroti praktik kebocoran ekonomi yang selama ini tidak banyak disentuh. Ia menyebut under invoicing, transfer pricing, dan penyelundupan telah menggerus kekayaan negara secara signifikan. “Ini hal-hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita,” kata Prabowo. Ia mengaku baru menyadari besarnya masalah tersebut setelah resmi menjabat.
Program MBG sendiri merupakan salah satu andalan pemerintah untuk menekan angka stunting yang masih tinggi. Prabowo menyebut setidaknya seperempat anak Indonesia mengalami stunting, dan banyak di antaranya bahkan tidak mendapat asupan makanan yang layak. Meski demikian, program ini kerap dikritik karena dianggap membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga berdampak pada pelemahan nilai tukar dan harga saham. Namun, Prabowo menepis kekhawatiran tersebut. “Kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah. Alasannya karena boros,” sindirnya.
Baca juga:Di tengah sorotan terhadap respons presiden, sidang kabinet juga menyisakan kejadian unik. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka duduk di barisan menteri, bukan di samping Prabowo seperti biasanya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa hal itu murni karena alasan teknis. Menurutnya, Prabowo membutuhkan alat bantu teleprompter untuk menampilkan data-data program, sehingga layout tempat duduk harus diubah. “Karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter. Sehingga menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara perhatikan, adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami hanya masalah kebutuhan teknis semata,” tutur Prasetyo dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026). Ia menegaskan tidak ada keretakan hubungan antara presiden dan wakil presiden.
Respons Presiden Prabowo soal MBG ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program tersebut. Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng meski menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia, sebagai contoh ironi yang harus diperbaiki. Ke depan, ia berjanji akan terus mengevaluasi program kerja kabinet dan mencari solusi atas hambatan yang ada.
Baca juga:












