Sorothari – 20 Oktober 2026 | Saham BUMI milik PT Bumi Resources Tbk menjadi salah satu saham yang paling ramai diperdagangkan pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,29% ke level 5.943. Nilai transaksi saham BUMI tercatat mencapai Rp 274,61 miliar dan menempatkannya di urutan keempat dalam daftar saham dengan nilai transaksi terbesar hari itu, di bawah BBCA, BMRI, dan BBRI. Ramainya transaksi saham bumi ini turut mewarnai pergerakan bursa domestik yang mencatat sembilan dari sebelas sektor berada di zona hijau.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham secara keseluruhan pada hari tersebut mencapai Rp 11,26 triliun dengan volume 31,30 miliar saham dan frekuensi 1,49 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat Rp 10.451 triliun. Sebanyak 280 saham menguat, 321 saham terkoreksi, dan 194 saham tidak bergerak. Meski IHSG ditutup menguat, secara year to date indeks masih anjlok 31,27% dan tergelincir 7,67% dalam sebulan terakhir.
Baca juga:Selain saham BUMI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dari sisi nilai transaksi dengan Rp 828,86 miliar. Disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 426,28 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 338,48 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 260,12 miliar. Adapun saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) tercatat naik 2,11% ke Rp 388, sementara sektor teknologi justru menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yakni 2,78%.
Di sisi lain, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 9,16% ke Rp 1.430. Kenaikan juga dialami PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar 7,14% ke Rp 5.100 dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) sebesar 7,39% ke Rp 3.780. Sebaliknya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 4,79% ke Rp 895 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terkoreksi 12,28% ke Rp 500. Bursa saham Asia secara keseluruhan berada di zona merah, dengan Hang Seng turun 0,13%, Nikkei terkoreksi 0,05%, Shanghai Composite turun 0,88%, dan Straits Times tergelincir 0,13%.
Manajemen BUMI Tanggapi Isu Akuisisi Kideco
Ramainya transaksi saham bumi juga tidak lepas dari perhatian pasar terhadap isu korporasi yang mencuat sebelumnya. Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan penjelasan kepada bursa mengenai kabar rencana akuisisi Kideco milik Indika Energy (INDY). Dalam keterbukaan informasi BEI yang ditulis Selasa, 13 Oktober 2026, Direktur PT Bumi Resources Tbk R.A. Sri Dharmayanti menyatakan bahwa pemberitaan tersebut didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya sehingga perseroan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasi.
Baca juga:“Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” ujar Sri dalam keterangan resmi tersebut. Ia menegaskan bahwa perseroan dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan arah strategisnya, yakni diversifikasi usaha ke luar batu bara termal. Adapun aset yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan aset batu bara termal.
“Apabila terdapat informasi atau fakta material, perseroan akan menyampaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Sri. Ia juga menyatakan tidak ada informasi atau kejadian penting yang material. “Sekiranya terdapat hal-hal lain yang sifatnya material, maka perseroan akan menyampaikan keterbukaan kepada bursa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal,” imbuhnya.
Berdasarkan data RTI, harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan tersebut ditutup naik 1,21% menjadi Rp 167 per saham. Saham BUMI dibuka turun satu poin ke Rp 164, dengan level tertinggi Rp 169 dan terendah Rp 161 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 30.273 kali dengan volume 19.585.348 saham dan nilai transaksi harian Rp 323 miliar.
Baca juga:Divestasi CPM dan Arah Diversifikasi BUMI
Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan penyelesaian divestasi kepemilikan saham perseroan sebesar 3,03% di PT Citra Palu Mineral (CPM). Melansir keterangan perusahaan pada Senin, 29 Juni 2026, divestasi tersebut dilaksanakan dengan nilai transaksi sebesar US$9.056.800 atau setara Rp151.991.223.923. Langkah ini disebut sebagai bagian dari proses transisi strategis dan diversifikasi perseroan.
Dengan demikian, pergerakan saham bumi pada perdagangan 14 Oktober 2026 tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika pasar secara keseluruhan, tetapi juga oleh respons manajemen terhadap isu korporasi yang beredar. Pasar tampaknya mencermati sikap hati-hati perseroan dalam menanggapi rumor akuisisi, sejalan dengan fokus diversifikasi usaha yang terus digulirkan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai rencana akuisisi Kideco, dan perseroan menegaskan akan mengungkapkan setiap informasi material sesuai ketentuan pasar modal.












