Sorothari – 20 Oktober 2026 | Air terjun Robo di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menjadi sorotan setelah insiden yang menewaskan seorang wisatawan bernama Windy Rahma Putri (25), warga Kabupaten Padang Pariaman. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar pukul 15.45 WIB, saat korban sedang mandi di kawasan air terjun bersama teman-temannya. Korban diduga tergelincir, tenggelam, dan terbawa arus deras hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10.45 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, membenarkan penemuan jasad korban. Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) berhasil menemukan korban di sekitar lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia. “Korban kemudian langsung dievakuasi menuju posko dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” ujar Abdul Malik dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Baca juga:Berdasarkan kronologi, laporan kejadian diterima Kantor SAR Padang pada pukul 17.27 WIB dari Miko, perwakilan BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota. Operasi pencarian hari pertama dilakukan pada Kamis sore namun belum membuahkan hasil. Pencarian hari kedua dimulai pada Jumat pukul 07.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan 50 Kota, TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran Kabupaten Lima Puluh Kota, pemerintah nagari setempat, serta warga masyarakat. Tim menyisir area sepanjang kurang lebih 570 meter yang dibagi menjadi dua sektor pencarian. Setelah korban ditemukan, proses evakuasi selesai pada pukul 11.45 WIB.
Insiden ini juga terekam dalam video yang dibuat oleh teman korban dan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Windy terlihat mengenakan baju abu-abu, celana hitam, dan kerudung senada, sedang merebahkan tubuhnya di atas bebatuan di kawasan air terjun. Saat berusaha mengubah posisi tubuh dan menggerakkan salah satu kakinya, ia kehilangan keseimbangan. Korban sempat mencoba meraih temannya yang berada di dekatnya, tetapi upaya itu gagal hingga ia terjatuh ke bagian bawah air terjun yang curam.
Menurut laporan, Air Terjun Robo memiliki medan yang cukup berbahaya dengan bebatuan berlumut, licin, serta aliran air deras dan sudut kemiringan tinggi. Berbeda dengan air terjun lain di Lembah Harau seperti Sarasah Bunta atau Sarasah Aka Barayun yang memiliki tebing tegak setinggi ratusan meter, Air Terjun Robo memiliki karakteristik bertingkat di atas bebatuan tebing dengan ketinggian sekitar 70 meter dari bagian atas bukit. Korban dilaporkan tergelincir dari ketinggian 25 meter sebelum terseret arus dan tenggelam.
Baca juga:Menyusul kejadian tersebut, kawasan wisata Air Terjun Robo resmi ditutup sementara. Kepala Polsek Harau, AKP Yusmedi, menjelaskan bahwa penutupan akses lokasi merupakan keputusan bersama semua pihak berwenang di tingkat kecamatan dan kabupaten setelah melalui evaluasi langsung dan koordinasi intensif. “Penutupan akses Air Terjun Robo dilakukan bersama pak camat, dinas pariwisata, jajaran kepolisian, Babinsa, dan BPBD yang langsung turun ke lapangan,” kata Yusmedi kepada Sumbarkita pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Penutupan ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa dan memberikan kesempatan bagi pihak berwenang melakukan evaluasi keselamatan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai berapa lama penutupan akan berlangsung. Namun, keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif mengingat kondisi medan yang berisiko.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengunjung agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan air terjun, terutama di area bebatuan yang licin dan curam. Keindahan alam memang memikat, tetapi keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan memberikan peringatan yang jelas di lokasi-lokasi wisata alam berisiko tinggi.
Baca juga:Air Terjun Robo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata alam di Lembah Harau yang menawarkan pemandangan perbukitan batu kapur asri dengan tebing curam dan aliran air jernih. Namun, karakteristik medannya yang menantang perlu diwaspadai oleh setiap pengunjung. Dengan adanya insiden ini, diharapkan ada peningkatan kesadaran akan pentingnya prosedur keselamatan di objek wisata alam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban telah menerima jenazah untuk dimakamkan. Sementara itu, pemerintah setempat bersama instansi terkait masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan dan keamanan kawasan Air Terjun Robo sebelum dibuka kembali untuk umum.












