NAB Pangkas 2.500 Karyawan, Serikat Kerja Tuding AI dan Alih Daya Jadi Penyebab

NAB Pangkas 2.500 Karyawan, Serikat Kerja Tuding AI dan Alih Daya Jadi Penyebab
NAB Pangkas 2.500 Karyawan, Serikat Kerja Tuding AI dan Alih Daya Jadi Penyebab

Sorothari – 24 Oktober 2026 | National Australia Bank (NAB) dikabarkan akan memangkas sekitar 2.500 posisi karyawan sebelum akhir tahun 2026, langkah yang menurut manajemen diperlukan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang lebih menantang. Pemangkasan ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih luas di sektor perbankan Australia, dan memicu kekhawatiran di kalangan pekerja bahwa peran mereka digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) serta tenaga kerja lepas di luar negeri.

Menurut laporan yang beredar, sekitar 1.500 hingga 2.500 peran di National Australia Bank akan dihapus sebelum Natal, dengan kemungkinan tambahan 1.000 posisi lagi hingga akhir tahun fiskal 2027. Jumlah tersebut setara dengan sekitar enam persen dari total tenaga kerja bank, dan diperkirakan paling banyak berdampak pada fungsi-fungsi korporat.

Baca juga:
Dari Jaminan Sosial AS hingga Dolar Australia: Dinamika Nilai Tukar dan Kebijakan

Kepala Eksekutif NAB, Andrew Irvine, menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena perusahaan tengah bergulat dengan “kondisi ekonomi yang lebih menantang”. Namun, pernyataan tersebut tidak merinci lebih lanjut area mana saja yang akan terdampak maupun besaran kompensasi bagi karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Sejumlah karyawan NAB yang berbicara kepada ABC dengan syarat anonim mengaku telah menduga akan adanya pengurangan tenaga kerja seiring meningkatnya penggunaan AI dan pemindahan sebagian pekerjaan ke luar negeri. Salah seorang karyawan, yang hanya disebut sebagai James, mengundurkan diri beberapa hari sebelum pengumuman resmi karena merasa tidak lagi aman bekerja di bank tersebut.

James mengungkapkan bahwa staf diberi tahu tentang rencana perluasan tim di India yang berfokus pada digitalisasi dan penyederhanaan proses, termasuk peningkatan otomatisasi untuk mempercepat waktu penyelesaian. “Orang-orang merasa cemas,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia yakin perannya tidak akan tergantikan secara realistis dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Pemangkasan di National Australia Bank terjadi bersamaan dengan langkah serupa di bank besar lainnya, Westpac. Westpac dikabarkan akan memutus sekitar 250 pekerjaan pada Oktober 2026, dengan 140 di antaranya dikurangi pada pekan yang sama. Meski demikian, juru bicara Westpac menegaskan bahwa peralihan ke AI bukanlah alasan utama perubahan tersebut.

Baca juga:
Sokong Manufaktur Hijau, PGN Area Bogor Pasok Gas Bumi ke Produsen Aspal Citeureup

“Bentuk tenaga kerja kami berubah sesuai prioritas investasi Grup. Kami terus berinvestasi pada tenaga banker tambahan, layanan digital, dan peran yang berhadapan langsung dengan nasabah, sementara program lain mungkin selesai atau membutuhkan sumber daya lebih sedikit,” kata juru bicara Westpac. Perusahaan juga menyatakan akan memberikan dukungan dan bantuan bagi staf yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Di sisi lain, National Australia Bank masih menjadi salah satu saham perbankan inti di bursa Australia. Sebuah analisis pasar membandingkan NAB dengan Macquarie Group Ltd (ASX: MQG) sebagai pilihan portofolio inti. NAB dikenal sebagai salah satu dari “empat bank besar” Australia dengan basis nasabah besar dan fokus utama pada perbankan konsumen dan bisnis di Australia serta Selandia Baru. Akar perusahaan ini dapat dilacak hingga abad ke-19, meski struktur saat ini baru diadopsi pada 1982.

Bisnis utama NAB adalah perbankan tradisional, seperti kredit perumahan, pembiayaan bisnis, rekening transaksi, dan layanan ritel sehari-hari. Meskipun memiliki kehadiran di Asia, Inggris, dan Amerika Serikat, pendapatan inti NAB tetap terikat pada kawasan Australasia. Hingga laporan terbaru, kapitalisasi pasar NAB mencapai 124,48 miliar dolar Australia, dengan imbal hasil dividen 4,34 persen yang sepenuhnya franked, serta laba per saham (EPS) 2,000 dan rasio harga terhadap laba (P/E) 19,60.

Sebagai perbandingan, Macquarie Group bukan bank konvensional seperti empat bank besar. Perusahaan ini adalah konglomerat jasa keuangan global yang bergerak di bidang perbankan investasi, manajemen dana, manajemen aset, dan pembiayaan infrastruktur. Macquarie beroperasi di 34 pasar di seluruh dunia dan termasuk dalam 50 manajer aset global terbesar. Kinerja Macquarie pada 2026 tercatat positif dengan imbal hasil year-to-date sebesar 24,19 persen, meski imbal hasil dividennya lebih rendah, yakni 2,82 persen dengan franking parsial 35 persen. Kapitalisasi pasarnya mencapai 96,05 miliar dolar Australia, dengan EPS 12,669 dan P/E 19,59.

Baca juga:
Resmi! MSCI Longgarkan Aturan, Peluang Saham RI Masuk Indeks Global Makin Besar

Terlepas dari perbandingan kinerja saham, dampak pemangkasan tenaga kerja di National Australia Bank menjadi sorotan utama. Para pekerja berharap manajemen dapat menjelaskan secara transparan rencana otomatisasi dan alih daya yang tengah berjalan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari NAB mengenai rincian posisi yang akan dihapus maupun skema dukungan bagi karyawan yang terdampak. Perkembangan situasi ini akan terus dipantau, terutama menjelang akhir tahun fiskal 2027 ketika tambahan pemangkasan diperkirakan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *