BBCA Paling Banyak Dilepas Asing, Saham Bank Besar Tertekan Pascapengumuman MSCI

BBCA Paling Banyak Dilepas Asing, Saham Bank Besar Tertekan Pascapengumuman MSCI
BBCA Paling Banyak Dilepas Asing, Saham Bank Besar Tertekan Pascapengumuman MSCI

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Kamis (22/10/2026), BBCA mencatat net foreign sell sebesar Rp621,42 miliar dan harga sahamnya turun 1,90% ke level Rp5.175. Aksi jual ini terjadi meski IHSG ditutup menguat 1,12% ke 5.387,90, dengan total net foreign sell di seluruh pasar domestik tercatat Rp1,48 miliar menurut data Stockbit.

Tekanan jual terhadap BBCA sebenarnya sudah berlangsung sejak pekan sebelumnya. Setelah pengumuman MSCI pada 16 Oktober 2026 terkait ancaman reklasifikasi pasar saham Indonesia, saham bank terafiliasi Grup Djarum itu mengalami net sell asing hingga Rp4,45 triliun pada periode 16-22 Oktober. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara saham-saham lain yang juga terkena aksi jual asing. Setelah BBCA, saham BBRI mencatat net sell Rp2,91 triliun, BMRI Rp1,32 triliun, dan TLKM Rp610 miliar. Sejak penutupan 15 Oktober hingga 22 Oktober, harga saham BBCA anjlok 14,81%.

Baca juga:
Saham BBCA Paling Banyak Dilepas Asing, Net Sell Rp621,42 Miliar saat IHSG Menguat

Pada perdagangan Rabu (21/10/2026), BBCA sempat mencatat net buy asing Rp448,09 miliar. Namun, kondisi berbalik sehari kemudian ketika asing kembali melepas saham bank tersebut. Volume perdagangan BBCA pada Kamis mencapai 286,93 juta saham dengan frekuensi 57.866 kali dan nilai transaksi Rp1,49 triliun.

Di sisi lain, BCA tengah melaksanakan program buyback saham. Manajemen memperpanjang periode pembelian kembali dari semula 19-21 Oktober 2026 menjadi 19-23 Oktober 2026. Program ini merupakan bagian dari buyback yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 12 Maret 2026, dengan jangka waktu 12 bulan hingga 11 Maret 2027. Sebelumnya, BCA juga melakukan buyback pada April dan Juni 2026.

Manajemen BCA menyatakan buyback ini merupakan wujud keyakinan terhadap fundamental bisnis perseroan sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia. “BCA kembali melaksanakan program pembelian kembali saham perseroan pada tanggal 19-23 Oktober 2026. Durasi buyback tersebut telah diperpanjang dari sebelumnya diumumkan hanya dilaksanakan sampai tanggal 21 Oktober 2026,” ujar manajemen dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Meski demikian, manajemen menegaskan buyback tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan.

Baca juga:
Saham BBCA Hari Ini Melemah 0,97% ke Rp5.125, Asing Jual Rp251,9 Miliar

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026), belum merinci alokasi dana yang disiapkan untuk buyback. “Tergantung market,” ucapnya singkat.

Di tengah tekanan pasar, saham bank besar masih menjadi perhatian analis. Dalam artikel Bisnis.com yang terbit 22 Oktober 2026, Rully Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas menyoroti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI sebagai saham yang layak dicermati di tengah rilis laporan keuangan. Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas juga mengingatkan pentingnya memperhatikan biaya pendanaan, risiko terhadap net interest margin (NIM), dan keunggulan bank dengan porsi dana murah yang kuat. Pandangan ini merupakan kutipan pada tanggal publikasi dan bukan rekomendasi personal.

Hingga saat ini, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa saham BBCA masih menghadapi tekanan jual asing pascapengumuman MSCI. Perpanjangan buyback hingga 23 Oktober 2026 diharapkan dapat membantu menopang harga saham. Namun, investor tetap perlu mencermati faktor fundamental, kinerja keuangan, dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga:
BBCA Hari Ini: Saham Melemah Saat IHSG Menguat, Laba Tumbuh 2,85 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *