Sorothari – 28 Oktober 2026 | Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026). Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di Kabupaten Bekasi setelah sebelumnya Asep menjabat sebagai Wakil Bupati sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. Pengangkatan Asep sebagai orang nomor satu di Bekasi dilakukan setelah Bupati sebelumnya, Ade Kuswara, terjerat kasus korupsi ijon proyek. Melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 100.2.1.3-3282 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Asep diberhentikan dari jabatan wakil bupati dan dikukuhkan sebagai bupati definitif.
Dalam arahannya seusai pelantikan, Dedi Mulyadi meminta Asep Surya Atmaja segera fokus melakukan pembenahan di sejumlah sektor strategis, mulai dari pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pembangunan infrastruktur. Dedi menilai latar belakang Asep sebagai seorang dokter harus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Bekasi. “Bupatinya dokter maka harus fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Coba bisa sediakan dokter keluarga di setiap desa dan kelurahan, jadi tidak lagi di puskesmas,” kata Dedi. Selain kesehatan, Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan dan fasilitas pendidikan. Dia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses lelang proyek serta optimalisasi penggunaan anggaran daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. “Targetin bupati tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi,” ujar Dedi. Dedi juga mengingatkan Asep agar menjalankan tugas sebagai kepala daerah secara profesional dan tidak terlibat dalam urusan bisnis.
Baca juga:Menindaklanjuti arahan tersebut, Asep Surya Atmaja memimpin apel perdana setelah dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif. Apel berlangsung di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Senin (26/10/2026). Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa integritas, disiplin, dan profesionalisme harus menjadi landasan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Kewenangan adalah tanggung jawab, bukan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi. Karena itu, saya mengajak seluruh ASN untuk meluruskan niat, memperkuat integritas, meningkatkan disiplin, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tegas Asep Surya Atmaja. Ia menyampaikan empat poin utama, pertama, membangun birokrasi yang solid, profesional, dan berorientasi pada hasil. “Saya membutuhkan ASN yang mampu bekerja secara profesional, memiliki kompetensi, loyal terhadap tugas dan tanggung jawab, serta berkomitmen terhadap kemajuan Kabupaten Bekasi. Saya tidak ingin birokrasi kita berjalan lambat, terjebak dalam rutinitas, atau hanya sibuk dengan laporan administratif tanpa hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Kedua, ia memastikan evaluasi kinerja perangkat daerah dilakukan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, pesan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kepada Asep Surya Atmaja saat dilantik agar tidak hanya duduk di belakang meja kerja atau berdiam diri di kantor alias Bupati Kantoran, mendapat tanggapan positif dari aktivis Jaringan Nusantara Watch (JNW), Sofyan Hadi. Menurut Sofyan, jauh sebelum dilantik menjadi Bupati definitif dan masih menjabat sebagai Plt Bupati Bekasi, Asep selalu turun ke lapangan. “Saat di kantor hanya menerima audiensi masyarakat untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan dan kebutuhan warga,” terang Sofyan, Selasa (27/10/2026). Sofyan menambahkan bahwa menerima audiensi masyarakat juga kewajiban penting bagi seorang Bupati untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan dan kebutuhan warga. Melalui forum ini, kepala daerah juga dapat memahami realitas di lapangan guna mengambil kebijakan yang tepat sasaran. “Sikap Asep tidak berubah baik ketika masih menjabat sebagai Plt maupun Definitif, semangat membangun daerahnya sejalan dengan semangat KDM untuk membangun Jawa Barat. Kita doakan KDM dan Asep selalu diberikan kesehatan juga kelancaran,” ucapnya. Sofyan pun yakin, Asep akan membawa perubahan bagi Kabupaten Bekasi yang jauh lebih baik. Sikap dinginnya, justru menyimpan ketegasan dalam mengambil sebuah tindakan dan keputusan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bekasi. “Kalaupun masih ada yang kurang dalam sebuah kebijakan, terkadang sebagai Kepala Daerah harus juga menyeimbangkan peran sebagai pemimpin publik dengan tanggung jawab lainnya guna menjaga keharmonisan dan keseimbangan hubungan kerja,” tuturnya. Meski begitu, lanjut Sofyan, sampaikan kritik yang konstruktif yang bersifat membangun, objektif dan suportif dengan tujuan membantu Kepala Daerah untuk memperbaiki kinerja tidak dengan caci maki, memfitnah, menuduh atau menjastifikasi secara negatif. “Beliau sendirikan sudah menyampaikan langsung bahwa beliau tidak anti kritik asalkan kritiknya dengan niat baik tidak ada niat yang lain untuk membangun Kabupaten Bekasi. Setiap manusia biasa tidak luput dari salah, khilaf dan kekurangan,” imbuhnya. Oleh karena itu, tambah Sofyan, berikan dukungan dan kesempatan untuk Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja untuk membenahi dan memperbaiki Kabupaten Bekasi beserta jajarannya atau OPD yang bisa bekerja sama dan memiliki semangat kerja.
Baca juga:Sementara itu, hingga saat ini, sosok yang akan mengisi kursi Wakil Bupati Bekasi guna mendampingi Asep Surya Atmaja dalam memimpin roda Pemerintahan Kabupaten Bekasi sisa masa jabatan 2025–2030 masih menjadi teka-teki. Pembahasan resmi di internal partai politik koalisi pengusung untuk menggodok nama calon pendamping bupati belum digulirkan secara formal. Saat dimintai tanggapan mengenai kriteria sosok Wakil Bupati yang diprioritaskan untuk mendampinginya, Asep Surya Atmaja menanggapi pertanyaan wartawan dengan nada santai dan berkelakar. Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi tersebut berseloroh bahwa takdir sosok pendamping pimpinan daerah tersebut sejatinya sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. “Wakilnya kayaknya ada di Lauhul Mahfuz, dah, udah ditentuin. Ya, benar enggak? Saya juga enggak tahu kalau itu mah. Di Lauhul Mahfuz udah ditentuin kayaknya siapa wakilnya nanti,” ujar Asep Surya Atmaja dikutip, Selasa (27/10/2026). Asep menegaskan tidak mempersoalkan latar belakang profesi, riwayat organisasi, maupun jenis kelamin figur yang bakal ditunjuk oleh koalisi. Bagi Asep, hal yang paling krusial adalah percepatan proses pengisian jabatan Wakil Bupati sesuai mekanisme perundang-undangan agar dirinya memiliki mitra kerja dalam mengakselerasi pelayanan publik dan pembangunan di Kabupaten Bekasi. “Saya mah terserah, yang penting saya pengen ada wakil bupati. Nah, saya kan belum ada undangan. Partai saya mah sudah siap aja. Nanti mungkin partai koalisi akan bicara, nanti saya dipanggil,” ungkapnya. Proses pengisian kekosongan jabatan wakil kepala daerah tersebut menjadi wewenang gabungan partai politik pengusung pasangan Bupati pada Pilkada Kabupaten Bekasi 2024 lalu, yakni PDI Perjuangan, Partai Buruh, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Berdasarkan regulasi teknis pengisian jabatan wakil kepala daerah yang kosong, gabungan partai pengusung wajib menyepakati dan mengusulkan dua nama calon Wakil Bupati kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi untuk kemudian dipilih secara bertahap melalui mekanisme Rapat Paripurna DPRD.
Dengan pelantikan ini, Asep Surya Atmaja diharapkan dapat segera menjalankan amanah dan membawa perubahan positif bagi Kabupaten Bekasi. Fokus pada peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, dan transparansi anggaran menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Sementara itu, proses pengisian jabatan Wakil Bupati Bekasi masih menunggu kesepakatan dari partai koalisi pengusung. Publik pun menantikan langkah konkret Asep dalam mewujudkan janji-janji pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat Bekasi.
Baca juga:











