Sorothari – 29 Oktober 2026 | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa kritik Malaysia dan Singapura terkait kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak perlu direspons dengan ketersinggungan. Menurutnya, kritik tersebut harus dijawab dengan kerja nyata yang dapat diuji. Pernyataan itu disampaikan Dasco dalam pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (28/10/2026), seperti dilaporkan Antara.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata Sufmi Dasco Ahmad dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa DPR RI menghargai perhatian negara-negara tetangga tanpa harus menerima setiap penilaian yang disampaikan. Bagi Dasco, hal terpenting adalah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan, menegakkan hukum, serta memulihkan lingkungan.
Baca juga:Dasco juga menyoroti pentingnya memastikan pertanggungjawaban pelaku usaha, termasuk perusahaan yang memiliki rantai kegiatan lintas negara. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku kecil, tetapi juga menyentuh korporasi yang aktivitasnya berdampak luas. Pernyataan ini muncul di tengah kritik dari Malaysia dan Singapura terhadap kabut asap lintas batas yang diduga berasal dari karhutla di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif. Indonesia tidak ingin menjadi perpanjangan tangan kepentingan negara mana pun, tetapi tetap membuka ruang kerja sama. Di bidang pertahanan, ia menjelaskan bahwa sikap defensif aktif berarti tetap waspada, mampu mencegah ancaman, dan mengambil inisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan. “Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan, sekaligus arif menjaga perdamaian,” ujarnya.
Dasco menilai parlemen negara-negara ASEAN perlu mempererat kerja sama, bukan hanya saat krisis terjadi. Kolaborasi antarparlemen, menurutnya, perlu mencakup pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas. “Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” kata Dasco.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi Sufmi Dasco Ahmad untuk menekankan pentingnya persatuan di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda 1928 tetap relevan ketika Indonesia harus mampu bertahan dan berdaya menghadapi gejolak dunia. Ketegangan di Timur Tengah, misalnya, memengaruhi harga energi, biaya logistik, rantai pasok, dan inflasi kebutuhan masyarakat. Sementara di kawasan Asia Tenggara, dinamika Laut China Selatan, keamanan pelayaran, kejahatan lintas batas, dan ancaman siber turut menguji ketahanan ASEAN.
Baca juga:Dasco menegaskan bahwa persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. “Persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa persatuan tidak hanya dijalin saat keadaan mudah, tetapi juga ketika seluruh pihak bersedia bekerja sama dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Dalam konteks politik, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pesan agar perbedaan partai politik dan fraksi tidak meretakkan komitmen bersama demi kepentingan bangsa dan konstitusi. “Sumpah Pemuda juga berbicara langsung kepada kehidupan politik kita. Asal partai, fraksi, atau daerah pemilihan bukan alasan untuk menolak berdiri bersama ketika konstitusi dan keselamatan bangsa menuntutnya,” kata Dasco. Ia menekankan bahwa partai adalah jalan pengabdian, fraksi adalah sarana memperjuangkan aspirasi, tetapi Indonesia adalah amanah bersama.
Dasco juga memaparkan kinerja DPR RI bersama pemerintah pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang telah menyetujui sejumlah rancangan undang-undang krusial, seperti reforma agraria, perlindungan ketenagakerjaan, hingga Satu Data Indonesia. Menatap Masa Persidangan II, ia menyebut empat RUU prioritas yang akan dikerjakan secara cermat dan terintegrasi, antara lain RUU Keamanan dan Ketahanan Siber yang fokus memperkuat infrastruktur digital dan pengawasan yang menjamin privasi serta kebebasan berekspresi, serta RUU Masyarakat Adat untuk memastikan pengakuan nyata terhadap masyarakat, wilayah, dan hak kolektifnya.
Melalui video, Dasco mengingatkan bahwa cinta tanah air bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. “Justru karena mencintai negeri ini, kita harus berani memperbaikinya,” ujarnya. Ia berharap semangat persatuan yang diwariskan generasi 1928 tetap melekat dalam menghadapi tantangan global. “Itulah keberanian politik generasi 1928, menempatkan cita-cita bangsa di atas batas kelompok. Dan keberanian semacam itu kembali dituntut dari kita hari ini,” jelas Dasco.
Baca juga:Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai tindak lanjut diplomatik terkait kritik Malaysia dan Singapura. Namun, pernyataan Sufmi Dasco Ahmad menegaskan posisi DPR RI yang mendorong respons berbasis kerja nyata, penegakan hukum, dan perlindungan warga, sekaligus memperkuat soliditas parlemen dalam menghadapi tantangan lintas batas.












