Sorothari – 26 Oktober 2026 | Fadel Muhammad Al-Haddar resmi mengemban jabatan baru sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE), menggantikan Hashim Djojohadikusumo. Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak 21 Oktober 2026 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan. Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi itu dalam memperluas akses internet terjangkau di seluruh Indonesia.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah perubahan lain di jajaran manajemen. Shannedy Ong ditetapkan sebagai Direktur Utama menggantikan Hendrik Tee. Sebelumnya, Shannedy menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) perseroan. Ia pernah meniti karier sebagai Country Managing Director Qualcomm Indonesia dan Vice President Ericsson Indonesia. Selain itu, Doni Satiaji Soetadi diangkat sebagai Komisaris Independen untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
Baca juga:Fadel menjelaskan bahwa pengangkatannya dilakukan setelah Hashim tidak melanjutkan jabatannya karena kesibukan, termasuk tugas sebagai Utusan Khusus Kepresidenan. “Beliau dan teman-teman para pemegang saham meminta saya untuk menggantikan beliau menjadi Komisaris Utama di PT Surge,” ujar Fadel dalam keterangan pers pada Rabu (21/10/2026).
Di bawah kepemimpinan Fadel Muhammad, SURGE mengusung misi penyediaan layanan internet berbiaya kompetitif dengan tarif Rp100 ribu per rumah. Fadel menjelaskan bahwa efisiensi harga tersebut dapat tercapai berkat pemanfaatan teknologi Fixed Wireless Access (FWA) berbasis frekuensi. “Perusahaan ini ada solusi untuk membuat internet murah. Kita menjual internet Rp100 ribu per rumah. Teknologi yang kita gunakan adalah pakai FWA, pakai frekuensi. Jadi, sangat bagus sekali. Karena murah, maka permintaan pasarnya besar sekali,” ujar Fadel saat dikonfirmasi pada 25 Oktober 2026.
Mantan Wakil Ketua MPR itu mengaku bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya telah merintis dan membangun perusahaan ini sejak kurang lebih tiga tahun lalu. “Saya bersama-sama Pak Hashim membangun perusahaan ini beberapa tahun lalu,” jelasnya.
Seiring tingginya permintaan pasar domestik, SURGE kini bersiap memperluas jangkauan layanan ke luar Pulau Jawa. Fadel menyatakan bahwa ekspansi akan menyasar sejumlah pulau besar, termasuk Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua. Saat ini, proses penggelaran infrastruktur kabel di wilayah-wilayah tersebut sedang berjalan. “Setelah perusahaan ini tumbuh, ramai, kita lihat permintaannya makin besar. Kita mau kembangkan lagi untuk internet murah ini di daerah-daerah. Kita ingin di Sulawesi, Kalimantan, sampai ke Papua, sedang kita gelar kabel sekarang,” paparnya.
Baca juga:Fadel menyoroti ketimpangan tarif internet di Indonesia yang dinilai masih menjadi hambatan utama rendahnya tingkat penetrasi digital nasional jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Ia membandingkan harga layanan SURGE dengan penyedia lain. “Indihome jual Rp700 ribu, Biznet Rp500 ribu, kita jual Rp100 ribu per rumah. Harapannya, ini bisa menaikkan penetrasi internet yang selama ini dikritik oleh dunia karena Indonesia paling rendah. Bukan karena apa-apa, tapi karena daya beli kita tidak ada dan harganya terlalu mahal,” ujarnya.
Menurut Fadel, tingkat penetrasi internet Indonesia saat ini masih tertinggal dan berada di kisaran yang sama dengan Laos serta Kamboja, jauh di bawah Singapura, Malaysia, dan Filipina. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kehadiran SURGE diarahkan untuk membantu rakyat agar dapat membeli internet dengan harga jauh lebih murah.
Lebih lanjut, Fadel memaparkan tiga langkah strategis yang akan dikembangkan SURGE ke depan untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Pertama, memperluas jangkauan ke beberapa daerah di luar Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, dengan menggelar kabel laut yang telah disiapkan. Kedua, meningkatkan konten. “Jadi, internet itu orang beli, nah, pakai ini, nonton film pendek, nonton film seperti di China, ada kontennya, maka kita mengambil alih,” jelasnya. Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang memandang internet kini sudah setara dengan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain perombakan pengurus, RUPSLB juga menyetujui penambahan kegiatan usaha penunjang Konstruksi Sentral Telekomunikasi dengan kode KBLI 42206. Langkah ini memungkinkan SURGE mengerjakan pembangunan fasilitas sentral telekomunikasi secara langsung. Rencana tersebut telah dikaji oleh penilai independen KJPP Syarif, Endang & Rekan dan dinyatakan layak dari aspek pasar, teknis, bisnis, manajemen, dan keuangan.
Baca juga:Fadel Muhammad lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 20 Mei 1952. Ia menempuh pendidikan Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 1978. Pendidikan akademiknya berlanjut hingga meraih gelar doktor bidang Administrasi Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2007. Pada 2018, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Kewirausahaan Sektor Publik di Universitas Brawijaya. Latar belakang pendidikan teknik, administrasi publik, dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan Fadel sebelum menempati berbagai posisi di sektor bisnis maupun pemerintahan.
Dengan komposisi manajemen baru dan rencana ekspansi yang agresif, SURGE menargetkan dapat memperluas jangkauan layanan internet murah ke sejumlah pulau besar di luar Jawa. Proses penggelaran kabel di wilayah-wilayah tersebut masih berlangsung, dan perseroan belum memberikan keterangan resmi mengenai jadwal penyelesaiannya.












