Boy Thohir di Sorotan: Adaro Digeledah KPK hingga Aksi Borong Saham Rp3 Miliar

Boy Thohir di Sorotan: Adaro Digeledah KPK hingga Aksi Borong Saham Rp3 Miliar
Boy Thohir di Sorotan: Adaro Digeledah KPK hingga Aksi Borong Saham Rp3 Miliar

Sorothari – 26 Oktober 2026 | Garibaldi Thohir, pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir, kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah peristiwa menyangkut dirinya dan perusahaan yang terafiliasi dengannya mencuat dalam sepekan terakhir. Mulai dari penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di delapan lokasi yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk—kini PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)—hingga aksi korporasi pembelian saham di tiga emiten dan kelanjutan program buyback senilai Rp5 triliun. Berbagai peristiwa itu menempatkan nama Garibaldi Thohir dalam sorotan, meski tidak serta-merta menunjukkan keterlibatannya secara pribadi dalam perkara yang tengah diusut.

KPK memperluas penyidikan dugaan korupsi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penyidik menggeledah delapan lokasi yang tersebar di Banjarmasin dan Banjarbaru pada 26–28 Agustus 2026. Lokasi yang disasar meliputi rumah dan kantor milik pihak swasta. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa dari penggeledahan tersebut penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang disidik.

Baca juga:
KPK Geledah Lokasi Terkait Adaro Milik Boy Thohir, Saham Grup Justru Melesat

“Penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang disidik,” kata Budi kepada wartawan, Senin (31/8/2026). Dokumen itu akan dianalisis untuk menelusuri relevansinya dengan konstruksi perkara, dan KPK akan mengonfirmasi temuannya kepada pihak-pihak yang dinilai mengetahui isi maupun hubungan dokumen dengan dugaan tindak pidana.

Sebelum penggeledahan, KPK telah memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak PT Adaro Energy Tbk, Jul Seventa Tarigan, pada 19 Agustus 2026. Dalam pemeriksaan itu, penyidik mengonfirmasi dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran dugaan penyimpangan di lingkungan KPP Madya Banjarmasin. Nama PT Adaro Energy Tbk, yang kini berganti nama menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), ikut terseret dalam rangkaian pemeriksaan ini. Perusahaan batu bara yang didirikan dan pernah dipimpin Garibaldi Thohir itu pun berada dalam sorotan publik.

Meski demikian, kemunculan nama Adaro dalam penyidikan tidak serta-merta berarti perusahaan atau Boy Thohir telah ditetapkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan korupsi tersebut. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyebutkan status hukum keduanya. Penyidik masih menelusuri apakah terdapat pemberian yang berkaitan dengan proses pemeriksaan pajak, siapa pihak yang terlibat, serta apa kepentingan di balik dugaan transaksi tersebut.

Aksi Borong Saham dan Buyback ADRO

Di tengah sorotan tersebut, aksi korporasi Boy Thohir melalui perusahaan investasi keluarganya tetap berjalan. PT Trinugraha Thohir menambah kepemilikan saham di tiga emiten sekaligus, yakni PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Transaksi dilakukan pada 19 Oktober 2026 dengan total nilai sekitar Rp3 miliar hingga Rp3,02 miliar.

Baca juga:
Saham GOTO Tetap Diburu Asing di Tengah Kejatuhan IHSG, Ini Faktanya

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Trinugraha Thohir membeli 2.252.300 saham ESSA pada harga Rp444 per saham, 102.600 saham AADI melalui dua transaksi pada harga Rp9.800 dan Rp9.750, serta 470.000 saham ADRO pada harga Rp2.130 per saham. Total saham yang dibeli mencapai 2.824.900 lembar. Manajemen menyatakan tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung.

Transaksi itu menambah porsi kepemilikan langsung Trinugraha Thohir di ketiga emiten, meski persentase kenaikannya relatif kecil dibandingkan total saham beredar. Pada ESSA, kepemilikannya naik dari 0,48% menjadi 0,49%. Sementara di AADI, porsinya meningkat dari 1,15% menjadi 1,16%. Aksi ini berlangsung ketika pasar saham Indonesia menghadapi tekanan dan sejumlah saham mencoba memulihkan pergerakannya.

Selain itu, ADRO menegaskan kembali pelaksanaan program pembelian kembali saham atau buyback senilai maksimal Rp5 triliun yang dimulai Selasa (20/10/2026). Corporate Secretary ADRO Maharani Cindy Opssedha mengatakan aksi ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang. Program buyback telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026, dengan periode pelaksanaan selama 12 bulan sejak 18 April 2026 hingga April 2027.

“Dengan didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent, perseroan meyakini langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kebutuhan investasi, maupun operasional,” ujar Maharani. Buyback dilakukan sesuai POJK 29/2023 dengan batasan maksimal 10 persen dari modal disetor, dan dana bersumber dari kas internal. Secara proforma, aksi ini diperkirakan mendongkrak laba per saham dasar (EPS) dari US$ 0,01526 menjadi US$ 0,01668.

Baca juga:
Idealista Soroti Pasar Properti Portugal dan Tekanan Regulasi di Spanyol

Profil Singkat Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir lahir di Bandar Lampung pada 1 Mei 1965. Ia merupakan putra pasangan Teddy Thohir dan Edna Thohir, sekaligus kakak kandung Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga. Boy Thohir menempuh pendidikan di Amerika Serikat dan dikenal sebagai pengusaha yang mendirikan WOM Finance. Ia mengakuisisi Adaro pada 2005 dan kini menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Alamtri Resources sejak Juni 2025.

Forbes mencatat kekayaannya sebesar 3,8 miliar dolar AS pada Desember 2025, menempatkannya di peringkat ke-19 orang terkaya di Indonesia. Rekam jejak kariernya di sektor energi dan keuangan membuat setiap langkah korporasinya menjadi perhatian pasar. Namun, publik perlu mencermati bahwa sorotan terhadap Garibaldi Thohir saat ini terdiri dari dua hal berbeda: penyidikan KPK yang masih berjalan dan aksi korporasi yang bersifat rutin.

Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di KPP Madya Banjarmasin. Penyidik masih menganalisis dokumen yang disita dan akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Sementara itu, ADRO melanjutkan program buyback dan transaksi saham Trinugraha Thohir telah dilaporkan ke BEI. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyidikan KPK serta respons pasar terhadap aksi korporasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *