Prediksi IHSG Hari Ini: Berpeluang Lanjut Menguat di Tengah Sentimen Global

Prediksi IHSG Hari Ini: Berpeluang Lanjut Menguat di Tengah Sentimen Global
Prediksi IHSG Hari Ini: Berpeluang Lanjut Menguat di Tengah Sentimen Global

Sorothari – 26 Oktober 2026 | Prediksi IHSG hari ini, Senin (26/10/2026), mengarah pada pergerakan yang bervariasi cenderung menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam kisaran support 5.360-5.280 dan resist 5.520-5.600, menurut ulasan CGS International Sekuritas Indonesia. Proyeksi ini muncul di tengah tekanan eksternal dari bursa Wall Street yang melemah, aksi jual investor asing, serta penurunan harga komoditas mineral logam. Namun, harapan datang dari musim laporan keuangan emiten kuartal III-2026, aksi buyback, dan komitmen Danantara untuk masuk ke pasar.

Pada perdagangan pekan lalu, bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Aksi jual investor beralih dari sektor teknologi ke sektor lain seiring naiknya harga minyak mentah akibat kekhawatiran konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Saham American Express terkoreksi 3,68% setelah perusahaan mengumumkan pemangkasan 5% tenaga kerja global sebagai antisipasi penggunaan kecerdasan buatan (AI). Caterpillar melemah 2,42% dan Goldman Sachs turun 1,75%. Harga minyak mentah WTI naik 3,8% menjadi US$103,27 per barel, sedangkan Brent menguat 3,1% ke level US$116,72 per barel. Kenaikan ini dipicu laporan bahwa Amerika dan Israel bersiap menyerang Iran, dan Iran mengancam serangan balik.

Baca juga:
IHSG Hari Ini Live: Menguat ke 5.363 Usai Sentuh Level Terendah, MSCI dan Reformasi BEI Jadi Sorotan

Meski demikian, pasar domestik masih memiliki katalis positif. Dimulainya musim laporan keuangan emiten kuartal III-2026 menjadi pendorong utama. Selain itu, aksi buyback saham oleh emiten dan komitmen Danantara serta beberapa pihak untuk masuk ke pasar diperkirakan menopang IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk trading hari ini, yaitu BTPS, MAPI, TLKM, EXCL, ANTM, dan TINS.

Di sisi lain, pasar modal Indonesia masih dihadapkan pada isu transparansi kepemilikan saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didesak menuntaskan dugaan pelanggaran pada 31 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC). Desakan ini muncul di tengah konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Mantan Ketua Umum Masyarakat Investor Sekuritas Seluruh Indonesia (MISSI), Sanusi, dalam surat terbuka kepada Dewan Komisioner OJK tertanggal 23 Oktober 2026, menilai sanksi administratif denda total Rp2,1 triliun belum cukup. Menurutnya, penegakan hukum harus menjangkau kemungkinan tindak pidana jika ditemukan bukti. OJK telah memeriksa 61 saham HSC dan mengidentifikasi sedikitnya 31 saham yang terindikasi berpotensi terkait dugaan pelanggaran pidana, namun identitasnya belum diumumkan.

Baca juga:
BBCA Hari Ini: Saham Melemah Saat IHSG Menguat, Laba Tumbuh 2,85 Persen

Bagi investor pemula, memahami strategi trading saham menjadi kunci untuk meraih cuan di tengah dinamika pasar. Strategi tersebut antara lain membeli saham saat menembus level harga tertentu, mengikuti tren kenaikan, hingga memanfaatkan koreksi harga untuk mencari peluang. Trading menitikberatkan pada pergerakan harga dalam periode tertentu dengan menggunakan analisis teknikal, indikator harga, volume transaksi, dan sentimen pasar. Setiap strategi memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda, sehingga investor perlu memahaminya sebelum bertransaksi. Prediksi IHSG hari ini yang cenderung menguat bisa menjadi acuan, namun tetap waspadai sentimen negatif dari global.

Secara keseluruhan, prediksi IHSG hari ini memberikan gambaran optimisme terbatas. Investor disarankan mencermati perkembangan laporan keuangan emiten, aksi korporasi, serta dinamika global, terutama harga minyak dan tensi geopolitik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari OJK mengenai perkembangan kasus 31 saham HSC. Pasar akan menantikan realisasi komitmen Danantara dan respons MSCI terhadap perbaikan tata kelola pasar modal Indonesia.

Baca juga:
IHSG Reli 9 Hari Berturut-turut, ANTM Jadi Buruan Investor Asing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *