Saham Grab Holdings Tertekan Setelah Taiwan Blokir Akuisisi Foodpanda

Saham Grab Holdings Tertekan Setelah Taiwan Blokir Akuisisi Foodpanda
Saham Grab Holdings Tertekan Setelah Taiwan Blokir Akuisisi Foodpanda

Sorothari – 27 Oktober 2026 | Saham Grab Holdings Limited (NASDAQ: GRAB) berada di bawah tekanan setelah otoritas persaingan Taiwan memblokir rencana perusahaan untuk mengakuisisi unit Foodpanda Taiwan milik Delivery Hero. Keputusan ini menjadi pukulan bagi strategi ekspansi grab yang selama ini mengandalkan akuisisi untuk mempercepat penetrasi pasar di Asia. Pada perdagangan Senin (26/10/2026), harga saham GRAB tercatat turun 2,87 persen ke sekitar 2,71 dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 4,12 persen ke level 2,68 dolar AS.

Komisi Perdagangan Adil Taiwan (Fair Trade Commission) menolak akuisisi tersebut dengan alasan kekhawatiran persaingan yang terkait dengan kepemilikan saham Uber di Grab serta hubungan historis antara kedua perusahaan. Bagi Grab, keputusan ini menutup jalur cepat untuk masuk ke pasar pengiriman makanan Taiwan yang padat dan memiliki tingkat penggunaan tinggi. Perusahaan sejatinya berharap dapat langsung memanfaatkan basis pengguna, jaringan pengemudi, dan hubungan dengan restoran yang sudah dimiliki Foodpanda Taiwan.

Baca juga:
BBRI Hari Ini: BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun hingga Januari 2027

Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan saham Grab menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Dari awal Oktober yang masih berada di kisaran 3,20 dolar AS, harga perlahan merosot ke level 2,70 dolar AS. Pola lower highs dan lower lows mencerminkan tekanan jual yang masih dominan. Secara intraday, saham bergerak sempit di antara 2,67 dan 2,72 dolar AS dengan volatilitas rendah, menandakan pelaku pasar menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi agresif.

Dari sisi fundamental, Grab masih membukukan pendapatan sekitar 3,37 miliar dolar AS, tetapi margin laba sebelum pajak sangat negatif, yakni sekitar minus 169,5 persen. Return on equity juga tercatat sekitar minus 24,4 persen, sementara return on assets sekitar minus 15,9 persen. Meski demikian, perusahaan memiliki bantalan likuiditas yang cukup besar dengan kas dan investasi jangka pendek lebih dari 6,8 miliar dolar AS, sedangkan total liabilitasnya sekitar 5,23 miliar dolar AS. Rasio price-to-book near 1,9 menunjukkan pasar masih memberikan premium untuk potensi pertumbuhan, meski laba belum membuktikan kinerja positif yang berkelanjutan.

Baca juga:
KPK Geledah Lokasi Terkait Adaro Milik Boy Thohir, Saham Grup Justru Melesat

Blokir di Taiwan bukan sekadar hambatan di satu negara, melainkan sinyal bahwa regulator di Asia semakin ketat mengawasi konsolidasi di sektor ride-hailing dan pengiriman makanan. Grab selama ini dikenal agresif dalam melakukan akuisisi untuk memperluas skala usaha, mulai dari layanan transportasi, pengiriman makanan, hingga jasa keuangan. Setiap rencana akuisisi kini menghadapi scrutiny yang lebih tinggi, terutama jika melibatkan pemain besar dengan keterkaitan kepemilikan silang seperti Uber.

Bagi para trader, keputusan ini memperkuat narasi perlambatan pertumbuhan Grab. Tanpa akuisisi Foodpanda Taiwan, Grab harus membangun kehadiran organik dari nol atau menyusun struktur kesepakatan yang lebih rumit, yang berarti waktu dan biaya lebih besar. Pasar pun cenderung memangkas premi valuasi yang sebelumnya diberikan untuk ekspansi masa depan. Level support di sekitar 2,70 dolar AS menjadi kunci yang perlu dipertahankan agar harga tidak kembali menguji kisaran 2,60 dolar AS.

Baca juga:
Saham BUMI Ramai Ditransaksikan Saat IHSG Naik 0,29%, Manajemen Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari manajemen Grab mengenai langkah selanjutnya setelah keputusan tersebut. Namun, para analis memperkirakan perusahaan akan tetap fokus pada pasar inti di Asia Tenggara sambil mencari peluang pertumbuhan lain yang tidak melanggar aturan persaingan. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa saham GRAB masih akan sensitif terhadap berita regulasi dan kinerja keuangan kuartal berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *