BBRI Hari Ini: BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun hingga Januari 2027

BBRI Hari Ini: BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun hingga Januari 2027
BBRI Hari Ini: BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun hingga Januari 2027

Sorothari – 23 Oktober 2026 | Kabar bbri hari ini menyorot langkah strategis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun untuk pembelian kembali saham (buyback) Tahap II. Aksi korporasi ini akan berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027 dan telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa rencana buyback ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. “Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dalam pelaksanaannya, BRI tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dhanny dalam keterbukaan informasi.

Baca juga:
OJK Denda Rp2,1 Triliun Kasus Saham BREN, CUAN, dan DSSA, Rekor Terbesar Pasar Modal

BRI telah memperoleh restu OJK melalui surat Nomor S-210/PB.21/2026 tertanggal 22 Oktober 2026. Pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026. Pembelian saham dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dana yang dialokasikan untuk buyback ini bersumber dari kas internal perseroan. Nilai tersebut belum termasuk biaya transaksi seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang diperkirakan maksimal 0,20% dari total nilai buyback. BRI menegaskan bahwa jumlah saham hasil pembelian kembali atau treasury stock tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan perseroan.

Dari sisi permodalan, BRI memastikan bahwa rencana aksi korporasi ini tetap mempertimbangkan kemampuan perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat. Berdasarkan perhitungan pro forma setelah memperhitungkan pelaksanaan buyback Tahap II, indikator keuangan BRI secara konsolidasian per 30 Juni 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat sebesar 21,42%, sementara Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,80%.

Baca juga:
OJK Denda Rp2,1 Triliun Terkait IPO dan Perdagangan Saham BREN, CUAN, dan DSSA

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BRI tetap memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis, menjalankan fungsi intermediasi, serta mengantisipasi berbagai risiko di tengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan. Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan.

Lebih lanjut, saham yang diperoleh dari pelaksanaan buyback Tahap II direncanakan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris Perseroan. Pengalihan saham hasil pembelian kembali tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan proforma keuangan per 30 Juni 2026, buyback senilai Rp1 triliun diperkirakan menurunkan total aset BRI dari Rp2.342,796 triliun menjadi Rp2.341,796 triliun. Ekuitas perseroan juga diproyeksikan turun dari Rp333,62 triliun menjadi Rp332,62 triliun. Di sisi lain, laba bersih per saham diperkirakan meningkat dari Rp206,94 menjadi Rp207,50. BRI menyebut buyback tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan maupun biaya operasional perseroan.

Baca juga:
Bitcoin ETF Kembali Menarik Rp8,9 Triliun dalam Dua Hari, Tesla Tetap Pegang BTC

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRI untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga kepercayaan investor. Di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi, buyback diharapkan dapat memberikan sinyal positif terhadap prospek jangka panjang emiten berkode BBRI tersebut.

Hingga saat ini, pelaksanaan buyback Tahap II masih menunggu waktu yang tepat sesuai dengan kondisi pasar. Para investor akan mencermati perkembangan aksi korporasi ini sebagai salah satu indikator kinerja BBRI hari ini dan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *