Dua Lipa Curi Perhatian di London Literature Festival, dari Gaya hingga Momen Emosional dengan Patti Smith

Dua Lipa Curi Perhatian di London Literature Festival, dari Gaya hingga Momen Emosional dengan Patti Smith
Dua Lipa Curi Perhatian di London Literature Festival, dari Gaya hingga Momen Emosional dengan Patti Smith

Sorothari – 29 Oktober 2026 | Penyanyi asal Inggris Dua Lipa kembali menjadi sorotan, bukan karena konser atau lagu barunya, melainkan karena perannya sebagai kurator tamu dalam London Literature Festival. Dalam acara yang berlangsung di London pada akhir Oktober 2026 itu, Dua Lipa tidak hanya tampil dengan tiga penampilan busana yang memukau, tetapi juga terlibat dalam percakapan mendalam dengan sejumlah tokoh sastra dan musik, termasuk Zadie Smith, Mustafa, dan Patti Smith.

Kehadiran Dua Lipa di festival tersebut menegaskan minatnya yang besar terhadap dunia literasi. Perempuan berusia 31 tahun itu memang dikenal aktif mempromosikan budaya membaca melalui platform Service95 dan klub bukunya. Dalam festival kali ini, ia memanfaatkan kesempatannya untuk menjembatani dunia musik dan sastra, sekaligus menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang serius dalam menekuni dunia literasi.

Baca juga:
Nicole Kidman Curi Perhatian lewat Gaya Rok Pensil di Victoria’s Secret Show, Putrinya Sunday Rose Ikut Bersinar

Tiga Penampilan Busana yang Menjadi Perbincangan

Selama festival berlangsung, Dua Lipa tampil dengan tiga setelan berbeda yang masing-masing mencerminkan gaya khasnya. Pada 24 Oktober, saat berbincang dengan penulis Zadie Smith, ia mengenakan gaun rajutan merah menyala dari koleksi Fall-Winter 2026 Chanel yang dirancang oleh Matthieu Blazy. Gaun itu memiliki potongan pinggang rendah dengan detail timbul pada lengan dan pinggul, dipadukan dengan sepatu bot kulit hitam setinggi lutut dari Le Silla. Anting-anting merah sculptural melengkapi penampilannya, menciptakan kontras yang mencolok dengan warna gaun.

Di hari yang sama, untuk sesi dialog dengan musisi dan penyair Mustafa, Dua Lipa memilih tampilan yang jauh berbeda. Ia mengenakan atasan tanpa lengan berbahan Re-Nylon hitam dan rok lurus senada dari koleksi Fall-Winter 2026 Prada. Detail tali berwarna pink cerah di bahu memberikan sentuhan tak terduga, sementara kaus kaki hitam dengan bordiran bunga putih dan sepatu satin putih berhias bulu serta tali menambah kesan playful pada penampilannya.

Penampilan ketiganya pada 25 Oktober, saat berbincang dengan Patti Smith, menjadi yang paling berani. Dua Lipa mengenakan atasan tulle transparan dari koleksi Spring-Summer 2027 Schiaparelli karya Daniel Roseberry, dihiasi motif arsip rumah mode tersebut, elemen beludru, payet, dan kristal. Di bawahnya ia memakai atasan hitam polos dan celana hitam lebar berlipit, dilengkapi ikat pinggang kulit hitam dengan gesper emas berbentuk gurita—salah satu motif surealis khas Schiaparelli. Sepatu satin hitam berhias kristal melengkapi penampilannya yang teatrikal.

Momen Haru dengan Patti Smith

Percakapan antara Dua Lipa dan Patti Smith pada 25 Oktober menjadi salah satu momen paling emosional dalam festival. Smith, yang merupakan ikon musik dan penyair Amerika Serikat, hadir untuk membahas buku memoarnya yang keempat, Pan de ángeles, yang terbit pada November 2025. Buku tersebut sebelumnya direkomendasikan oleh Dua Lipa melalui klub bukunya, Service95.

Dalam sesi itu, Smith mengenang penghargaan Princess of Asturias untuk Seni 2026 yang diterimanya di Oviedo, Spanyol, beberapa hari sebelumnya. Ia menceritakan bagaimana ribuan orang menyanyikan lagu People Have the Power secara surprise di depan bekas Pabrik Senjata La Vega pada 22 Oktober, sehari sebelum upacara. “Saya tidak tahu apa-apa dan tiba-tiba muncul di sana, sama sekali tidak siap, berpakaian seadanya dengan kaus lama,” ujarnya seperti dikutip dalam laporan.

Baca juga:
Anne Hathaway Curi Perhatian Lewat Verity dan Proyek Days of Thunder 2

Dua Lipa kemudian menyebut bahwa hidup Smith bisa dibagi menjadi “sebelum Fred dan sesudah Fred,” merujuk pada mendiang suaminya, Fred “Sonic” Smith, yang meninggal pada 1994. Mendengar itu, Smith pun menitikkan air mata dan berkata, “Itu sangat indah, hanya itu yang bisa saya katakan, tapi terima kasih, terima kasih sudah mengatakan itu.”

Kecintaan pada Buku dan Gaya Hidup Minimalis

Di sela kesibukannya, Dua Lipa juga berbagi tentang kebiasaan membacanya. Dalam wawancara dengan The Independent, ia mengaku selalu membawa buku di tasnya untuk menghindari ketergantungan pada ponsel. “Saya membaca di mobil, di pesawat, dalam perjalanan ke mana pun, kadang sebelum tidur dan kadang di pagi hari. Tergantung hari saya, tapi membaca selalu ada,” katanya.

Ia mengakui bahwa membangun kebiasaan membaca di era digital tidak selalu mudah. “Kita punya ponsel, banyak gangguan, begitu banyak hal terjadi sekaligus dalam hidup kita sehingga kadang sulit menemukan waktu untuk duduk membaca. Kita semua tahu betapa mudahnya terjebak dalam scroll tanpa akhir hingga pukul 3 pagi dan kemudian bertanya, ‘Apa yang sudah saya lakukan?’” ujarnya. Karena itu, ia menyarankan untuk membatasi waktu layar dan menjauhkan ponsel.

Kecintaannya pada literasi tumbuh sejak kecil berkat ibunya. Dalam wawancara dengan Harper’s Bazaar, Dua Lipa mengenang sore-sore bersama sang ibu di sebuah pusat perbelanjaan di London. “Dia duduk di sana membaca buku-bukunya, dan saya menghabiskan seharian di sana membaca buku-buku saya. Membaca membuka dunia. Dan membuat dunia tampak jauh lebih kecil,” tuturnya.

Meski begitu, ia belum berencana menulis buku. “Jangan pernah bilang tidak, tapi untuk saat ini sepertinya tidak. Saya sangat mencintai buku-buku sehingga saya takut hanya memikirkannya. Saya suka memiliki buku-buku di rak, membaca karya orang lain, dan menyelami kisah-kisah mereka,” ujarnya.

Baca juga:
Film Street Fighter 2026 Alami Penurunan Drastis di Box Office, Andrew Schulz Soroti Peran Dan Hibiki

Inspirasi Fesyen dan Tren Musim Gugur

Di sisi lain, gaya berpakaian Dua Lipa juga menjadi inspirasi tren fesyen musim gugur-dingin 2026. Salah satu kombinasi yang ia kenakan adalah jeans lebar berwarna biru muda dengan sepatu bot hitam tinggi berkerut yang dipakai di atas celana. Gaya ini disebut sebagai cara sederhana untuk bermain dengan proporsi dan keluar dari kebiasaan. Ia juga pernah tampil dengan jeans lurus hitam dan sepatu bot hak tinggi hitam yang memperpanjang siluet tubuhnya.

Dalam hal aksesori, Dua Lipa termasuk selebritas yang menolak tren sepatu mules minimalis. Pada acara pembukaan Metropolitan Opera untuk Lincoln in the Bardo di New York pada 19 Oktober, ia mengenakan gaun Ferragamo dengan sepatu mules satin hitam berujung lancip dan aksen perhiasan emas pada bagian vamp berbentuk V. Sepatu itu memiliki hak stiletto melengkung sekitar empat inci dengan detail kristal dan resin hitam, memberikan sentuhan sculptural modern. Tren serupa juga diikuti oleh Dakota Johnson yang mengenakan mules Valentino Garavani seharga $1.250.

Dengan segala aktivitasnya, Dua Lipa kembali membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar bintang pop, melainkan juga figur yang mampu menghubungkan musik, sastra, dan mode dalam satu panggung. London Literature Festival 2026 menjadi bukti nyata bahwa minatnya pada literasi bukan sekadar pencitraan, melainkan bagian dari identitasnya sebagai seniman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *