Islam Makhachev Absen di UFC 336, Publik MMA Terbelah soal Sabuk Interim

Islam Makhachev Absen di UFC 336, Publik MMA Terbelah soal Sabuk Interim
Islam Makhachev Absen di UFC 336, Publik MMA Terbelah soal Sabuk Interim

Sorothari – 28 Oktober 2026 | Keputusan Islam Makhachev menolak tampil di UFC 336 memicu perdebatan panas di dunia MMA. Juara kelas welter UFC itu seharusnya mempertahankan sabuknya melawan Carlos Prates pada Januari 2027, namun ia memilih menunggu. UFC kemudian mengumumkan laga perebutan sabuk interim antara Prates dan Michael Morales sebagai gantinya. Langkah ini menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk legenda UFC, Henry Cejudo, dan veteran Matt Brown.

Makhachev dilaporkan beralasan ingin melihat para penantang teratas saling berhadapan sebelum ia kembali. Namun, keputusan ini membuatnya tidak akan tampil dalam waktu dekat. Dengan sabuk interim dipertaruhkan, pemenang laga Prates vs Morales akan menjadi lawan berikutnya bagi Makhachev. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang arah divisi welter dan apakah sabuk interim tersebut diperlukan.

Baca juga:
Ranking FIFA Indonesia Terbaru: Tembus 3 Besar ASEAN Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Kronologi Penolakan Makhachev

UFC awalnya berencana menggelar duel antara Islam Makhachev dan Carlos Prates di UFC 336. Prates, yang sedang dalam performa impresif dengan tiga kemenangan beruntun, dianggap sebagai penantang yang layak. Namun, Makhachev menolak tawaran tersebut. Ia menilai bahwa Prates belum cukup membuktikan diri untuk mendapatkan kesempatan melawan dirinya.

Menurut laporan, Makhachev ingin agar para penantang teratas saling mengalahkan terlebih dahulu. Ia berpendapat bahwa dirinya telah membersihkan divisi dan sekarang saatnya orang lain menunjukkan kemampuan mereka. Sikap ini membuat UFC harus mencari opsi lain untuk mengisi slot utama di UFC 336.

UFC kemudian mengumumkan bahwa laga Carlos Prates vs Michael Morales akan menjadi perebutan sabuk interim kelas welter. Pengumuman ini disampaikan saat siaran UFC 333 oleh Jon Anik. Keputusan ini dianggap kontroversial karena Makhachev baru saja bertarung dua bulan sebelumnya dan tidak ada cedera serius yang dilaporkan.

Dukungan dan Kritik dari Legenda UFC

Henry Cejudo, mantan juara dua divisi UFC, membela keputusan Makhachev. Dalam podcast Pound 4 Pound, Cejudo menyatakan bahwa membiarkan para penantang teratas saling bertarung adalah langkah yang tepat. Ia menilai baik Prates maupun Morales sama-sama layak mendapatkan kesempatan merebut sabuk. Cejudo juga mengabaikan komentar CEO UFC, Dana White, yang tidak setuju dengan alasan Makhachev terkait ibadah Ramadan.

Di sisi lain, Matt Brown, veteran UFC, mengkritik keras keputusan promosi membuat sabuk interim. Dalam podcast The Fighter vs The Writer, Brown mempertanyakan apakah langkah tersebut merupakan upaya UFC untuk ‘menusuk’ Makhachev. Ia menilai sabuk interim tidak akan berarti apa-apa dan justru menyingkirkan salah satu penantang potensial. Brown lebih suka melihat Makhachev melawan Prates dan Morales secara berurutan.

Brown juga menyoroti bahwa Makhachev baru saja bertarung dua bulan lalu dan tidak perlu waktu pemulihan lama. Menurutnya, sabuk interim hanya akan mengurangi nilai sabuk utama dan membuat situasi semakin rumit.

Baca juga:
Juventus Terpuruk di Klasemen Serie A, Masalah Konsistensi dan Lini Serang Menghantui

Alasan Makhachev dan Dampaknya

Islam Makhachev secara terbuka menjelaskan alasan penolakannya. Ia merasa Carlos Prates belum cukup pantas untuk melawannya. Prates memang telah meraih tiga kemenangan KO beruntun atas mantan juara seperti Jack Della Maddalena dan Leon Edwards, serta veteran Geoff Neal. Namun, Makhachev tampaknya menginginkan lawan yang lebih terbukti.

Di sisi lain, Michael Morales juga tidak bisa diremehkan. Ia belum terkalahkan dalam karier MMA-nya dan telah menghentikan tiga lawan terakhirnya, termasuk Sean Brady, Gilbert Burns, dan Neil Magny. Laga antara Prates dan Morales diprediksi berlangsung sengit karena keduanya memiliki rekor impresif.

Dampak dari penolakan ini, Makhachev kemungkinan tidak akan bertarung hingga musim panas 2027. Padahal, sebelumnya ia berencana tampil sebelum Ramadan yang jatuh pada 7 Februari hingga 8 Maret. Dengan adanya sabuk interim, jadwal Makhachev menjadi tidak pasti.

Pandangan Pelatih Javier Mendez

Javier Mendez, pelatih Islam Makhachev, mengungkapkan tiga nama yang ingin ia lihat menjadi lawan anak asuhnya sebelum pensiun. Ketiganya adalah Carlos Prates, Michael Morales, dan Shavkat Rakhmonov. Namun, Mendez menegaskan bahwa ini hanya keinginannya pribadi, bukan rencana Makhachev.

Dalam wawancara dengan Submission Radio, Mendez mengatakan, “Semua itu ada di kepalaku, bukan di kepala Islam. Aku berpikir: Prates, Morales, lalu Shavkat jika dia kembali. Setelah itu, kita lihat apakah dia ingin melanjutkan.” Ia menambahkan bahwa jika Makhachev hanya bertarung sekali lagi dan memutuskan pensiun, daftar keinginannya akan sia-sia.

Shavkat Rakhmonov sendiri belum bertarung sejak Desember 2024 karena cedera lutut. Kehadirannya di oktagon masih belum pasti. Sementara itu, belum ada keputusan resmi mengenai pensiun Makhachev. Lawan berikutnya baru akan ditentukan setelah UFC 336.

Baca juga:
Klub Peru Cienciano Buka Peluang Menuju Semifinal Copa Sudamericana 2026

Latar Belakang dan Konteks

Islam Makhachev adalah salah satu petarung paling dominan di UFC saat ini. Dengan rekor 29 kemenangan dan 1 kekalahan, ia telah mengalahkan banyak nama besar di kelas ringan sebelum naik ke kelas welter. Setelah merebut sabuk welter, ia sukses mempertahankannya melawan Jack Della Maddalena di UFC 322.

Kelas welter saat ini dihuni oleh banyak penantang berbakat. Selain Prates dan Morales, ada juga Shavkat Rakhmonov yang belum terkalahkan. UFC tampaknya ingin menjaga divisi tetap aktif dengan menggelar sabuk interim. Namun, keputusan ini menuai pro dan kontra.

Bagi sebagian pengamat, sabuk interim adalah solusi untuk menjaga minat penonton ketika juara tidak aktif. Namun, bagi yang lain, sabuk interim hanya merendahkan nilai sabuk utama dan membingungkan penggemar.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari UFC mengenai alasan pasti di balik pembuatan sabuk interim. Dana White sebelumnya mengkritik alasan Makhachev, tetapi belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Sementara itu, Makhachev tetap fokus pada persiapan dan ibadah Ramadan.

Laga UFC 336 antara Carlos Prates dan Michael Morales akan menjadi penentu siapa yang berhak menantang Islam Makhachev. Apakah sabuk interim ini akan berdampak pada legacy Makhachev? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, dinamika di kelas welter semakin memanas menjelang tahun 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *