Wizards Bungkam Hornets 95-79, Debut Kandang AJ Dybantsa Jadi Sorotan

Wizards Bungkam Hornets 95-79, Debut Kandang AJ Dybantsa Jadi Sorotan
Wizards Bungkam Hornets 95-79, Debut Kandang AJ Dybantsa Jadi Sorotan

Sorothari – 03 November 2026 | Laga wizards vs hornets di Capital One Arena, Washington, D.C., pada Jumat malam waktu setempat (30/10/2026), berakhir dengan kemenangan meyakinkan tuan rumah 95-79. Pertandingan pembuka Grup NBA Cup itu sekaligus menjadi panggung debut kandang bagi pick pertama draft tahun ini, AJ Dybantsa, yang tampil solid dengan 17 poin dan 8 rebound.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Wizards setelah sebelumnya mereka menelan kekalahan 103-110 di markas Hornets. Bagi Dybantsa, hasil ini menjadi kemenangan pertama sepanjang karier NBA-nya, setelah pada debutnya melawan Cleveland Cavaliers dua hari sebelumnya ia mencetak 19 poin namun timnya kalah 111-121.

Baca juga:
Mobley dan Cavaliers Remontada atas Wizards 121-111, Debut Dybantsa Ternoda

Yang paling menyita perhatian publik setelah pertandingan bukanlah statistik, melainkan momen ketika Dybantsa bersikeras mengambil bola pertandingan. Dalam video yang diunggah SportsCenter, pemain berusia 19 tahun itu terlihat berusaha mendapatkan bola kemenangan pertamanya. Alasannya sederhana: ia ingin memberikan bola itu kepada ayahnya, Anicet Sr. Momen tersebut kemudian dibagikan ulang oleh akun resmi NBA dengan keterangan, “Home debut, first NBA Cup win, and handing the game ball to his dad.”

Sebelum pertandingan, Dybantsa mendapat dukungan langsung dari John Wall, pick pertama draft 2010 yang menjadi ikon Wizards. Wall, yang menyebut debut Dybantsa sebagai penampilan yang “sangat dewasa; ia tidak melakukan terlalu banyak dan membiarkan permainan datang kepadanya,” memberikan satu saran khusus untuk laga kandang itu: jika mendapatkan rebound, bawa sendiri bola ke depan.

Saran itu tampaknya dijalankan dengan baik. Pelatih kepala Brian Keefe sebelumnya menegaskan bahwa debut adalah momen penting bagi Dybantsa dan keluarganya. “Ini pertandingan pertamanya, jadi saya ingin dia menikmatinya. Ini tonggak besar bagi dia dan keluarganya,” ujar Keefe sebelum laga melawan Cavaliers. Kini, hadiah bagi keluarga itu terwujud di hadapan publik Washington.

Runtuhnya Akurasi Tembakan Hornets

Kekalahan Hornets tidak lepas dari buruknya efektivitas serangan mereka. Charlotte memulai pertandingan dengan cukup baik, mencetak 4 dari 10 percobaan tripoin pertama dan sempat unggul 10 poin di kuarter pertama. Namun setelah itu, mereka hanya berhasil memasukkan 4 dari 29 percobaan tripoin berikutnya.

Secara keseluruhan, Hornets menembak 12 dari 56 dari garis tiga angka (21 persen) dan 30 dari 101 dari lapangan (29,7 persen). Ini menjadi salah satu performa ofensif terburuk musim ini. Sebelumnya, pada 23 Oktober, mereka juga hanya mencetak 81 poin saat kalah dari Atlanta Hawks. Dua laga dengan skor terendah di liga musim ini kini tercatat atas nama Hornets.

Baca juga:
Bulls vs Wizards: Caleb Wilson Bersinar, AJ Dybantsa Siap Debut di NBA

Masalahnya bukan sekadar persentase. Dari 101 percobaan tembakan, 56 di antaranya dilepaskan dari luar garis tiga angka. Meskipun mereka mengumpulkan 18 rebound ofensif dan mencetak 14 poin peluang kedua, Hornets terus melepaskan tembakan yang gagal. Mereka hanya mencetak 13 poin di kuarter ketiga, sementara Wizards menjauh dengan laju 28-8.

Bagi Wizards, membatasi lawan hanya pada 79 poin merupakan pencapaian terbaik mereka sejak 2015. Tim yang di musim panas fokus membenahi pertahanan ini akhirnya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Brandon Miller menjadi pencetak poin terbanyak Hornets dengan 19 poin, meski hanya memasukkan 7 dari 24 tembakan dan 3 dari 13 tripoin. Menurut data pelacakan NBA, Miller memiliki gravitasi pertahanan tertinggi di luar bola pada laga ini, tetapi ia tidak mampu mengubahnya menjadi poin.

Dominasi Anthony Davis dan Trae Young

Wizards sendiri tidak tampil efisien dari lapangan, dengan akurasi 28 dari 73 tembakan (38 persen). Namun, perbedaan besar terletak pada tembakan bebas. Washington mencetak 29 dari 35 tembakan bebas, sementara Charlotte hanya 7 dari 12. Selisih 22 poin dari garis tembakan bebas itu hampir sama dengan margin akhir pertandingan.

Anthony Davis menjadi motor serangan dengan 25 poin dan 13 rebound, termasuk 9 dari 10 tembakan bebas. Sementara itu, Trae Young menambahkan 21 poin, 9 asis, dan 7 rebound, dengan 12 dari 14 tembakan bebas. Meski hanya melepaskan 9 tembakan lapangan, Young mencetak 10 poin di kuarter kedua. Gaya bermain Wizards yang agresif menarik pelanggaran menjadi pembeda dari Hornets yang melakukan 27 pelanggaran.

Setelah pertandingan, akun resmi tim mengunggah foto Young dengan keterangan singkat “PG1”. Mantan pemain NFL Stefon Diggs juga terlihat di tribun, dan akun resmi Wizards sempat menyapanya.

Baca juga:
Torque vs Atletico Mineiro: Galo Lolos ke Final Copa Sudamericana Meski Kalah 0-2

Di kubu Hornets, Naz Reid kembali masuk starting lineup setelah dicadangkan di babak kedua saat melawan Detroit pada Rabu malam. Reid menyumbang 12 poin dan 11 rebound. Hornets masih belum diperkuat Kon Knueppel (hamstring) dan Coby White (betis) sepanjang musim ini, sementara Grant Williams (hamstring) juga absen.

Kemenangan ini membawa Wizards ke rekor 3-3 dan menempatkan mereka sejajar dengan Hornets di klasemen awal. Laga wizards vs hornets berikutnya akan tersaji ketika Charlotte menjamu Philadelphia 76ers pada Sabtu malam waktu setempat. Sementara itu, Wizards akan berusaha mempertahankan momentum positif mereka di ajang NBA Cup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *