Corinthians Hancurkan Mirassol 2-0, Seedorf Raih Kemenangan Perdana

Corinthians Hancurkan Mirassol 2-0, Seedorf Raih Kemenangan Perdana
Corinthians Hancurkan Mirassol 2-0, Seedorf Raih Kemenangan Perdana

Sorothari – 03 November 2026 | Corinthians vs Mirassol berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah Corinthians dalam pertandingan pekan ke-33 Serie A Brasil 2026 di Neo Química Arena, São Paulo, Jumat (30/10/2026) malam waktu setempat. Dua gol Corinthians tercipta pada babak kedua melalui Matheus Bidu menit ke-58 dan Kaio César menit ke-80. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Corinthians setelah 10 pertandingan tanpa kemenangan sekaligus kemenangan perdana bagi pelatih Clarence Seedorf. Meski menang, Corinthians masih berada di zona degradasi pada posisi ke-17 dengan 36 poin, sementara Mirassol di posisi ke-16 dengan 37 poin.

Pertandingan Corinthians vs Mirassol berjalan dengan dominasi penuh tuan rumah. Corinthians mencatat 33 tembakan sepanjang laga, jumlah tertinggi mereka dalam lebih dari dua tahun. Sebelumnya, Corinthians terakhir kali melepaskan tembakan sebanyak itu pada Agustus 2024 saat bermain imbang 1-1 melawan Juventude dengan 35 tembakan di Neo Química Arena. Data tersebut dihimpun oleh Gato Mestre dan dilaporkan media Brasil. Dominasi Corinthians semakin mudah setelah Mirassol harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-24 akibat kartu merah Bruno Santos.

Baca juga:
Vasco vs Corinthians: Drama 3-2, Audiensi Record Melonjak, dan Ironi Lula

Kartu merah Bruno Santos menjadi titik balik pertandingan. Awalnya, wasit Matheus Candançan memberikan kartu kuning kepada Bruno Santos karena pelanggaran terhadap André Ramalho di luar penguasaan bola. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, wasit mengubah keputusan menjadi kartu merah karena Bruno Santos terbukti melakukan sikut terhadap André Ramalho. Mirassol pun harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit sejak pertengahan babak pertama. Meski demikian, babak pertama berakhir tanpa gol setelah peluang-peluang Corinthians, termasuk tembakan Garro yang membentur tiang, belum menemui sasaran.

Pada babak kedua, Corinthians akhirnya memecah kebuntuan. Umpan mendatar Matheuzinho dari sisi kanan diselesaikan Matheus Bidu dengan sontekan dari dalam kotak penalti pada menit ke-58. Gol tersebut membuka jalannya kemenangan Corinthians. Keunggulan Corinthians bertambah pada menit ke-80 melalui aksi individu Kaio César. Menerima umpan terobosan Rodrigo Garro, Kaio César melepaskan tembakan mendatar dari tepi kotak penalti yang tidak mampu dihalau kiper Walter. Skor 2-0 untuk Corinthians bertahan hingga peluit akhir.

Pelatih Corinthians, Clarence Seedorf, menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari kerja keras tim. “Kemenangan yang melegakan,” kata Seedorf dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari media Brasil. Seedorf juga menyoroti produktivitas serangan timnya yang mencapai 33 tembakan. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Seedorf sejak menangani Corinthians, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Vitória dan kalah dari Vasco da Gama.

Baca juga:
Veda Ega Pratama Catatkan Rekor Debutan Moto3, Finis Keenam di Mandalika

Kemenangan atas Mirassol membawa Corinthians keluar dari dasar klasemen. Corinthians kini mengoleksi 36 poin, melewati Internacional yang memiliki 35 poin, dan naik ke posisi ke-17. Meski masih di zona degradasi, jarak Corinthians dengan Botafogo di posisi ke-11 hanya tiga poin. Sementara itu, Mirassol tetap di posisi ke-16 dengan 37 poin, hanya unggul satu poin dari Corinthians. Persaingan di papan bawah Serie A Brasil semakin ketat menjelang akhir musim.

Menurut perhitungan peluang degradasi, kemenangan ini meningkatkan kans Corinthians bertahan di Serie A dari 58,33 persen menjadi 68,04 persen. Sebaliknya, peluang Mirassol untuk tetap di kasta tertinggi turun menjadi 65,85 persen. Grêmio, yang menang atas Athletico-PR, juga meninggalkan zona degradasi dengan peluang bertahan naik dari 30,44 persen menjadi 50,89 persen. Internacional, yang kalah 1-2 dari Fluminense, turun ke posisi ke-18 dengan 35 poin dan peluang bertahan 49,58 persen. Remo dan Chapecoense berada di ambang degradasi dengan peluang masing-masing 0,48 persen dan 0 persen.

Selain gol dan kartu merah, pertandingan ini juga diwarnai beberapa kartu kuning. Edson Carioca dari Mirassol mendapat kartu kuning pada menit ke-43, diikuti Rafael Guanaes pada menit ke-45+5. Di pihak Corinthians, André Ramalho dan Matheuzinho masing-masing menerima kartu kuning pada menit ke-76 dan ke-83. Mirassol mengakhiri laga dengan satu kartu merah dan dua kartu kuning, sementara Corinthians dengan dua kartu kuning.

Baca juga:
Parma vs Torino: Kekalahan 0-3 di Tardini Picu Kemarahan Tifosi dan Sorotan pada Gilardino

Setelah laga Corinthians vs Mirassol, Corinthians akan menghadapi São Paulo dalam laga pekan ke-34 pada Rabu (4/11/2026) pukul 21.30 waktu Brasília di Vila Belmiro. São Paulo akan menjadi tuan rumah karena MorumBis tidak tersedia akibat agenda acara. Sementara itu, Mirassol akan bertandang ke markas Chapecoense di Arena Condá pada Selasa (3/11/2026) pukul 19.30 waktu Brasília. Kedua tim masih membutuhkan poin untuk menjauh dari ancaman degradasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *