Alexander Zverev Resmi Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Akhiri Penantian Panjang

Alexander Zverev Resmi Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Akhiri Penantian Panjang
Alexander Zverev Resmi Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Akhiri Penantian Panjang

Sorothari – 05 November 2026 | Alexander Zverev resmi naik ke peringkat teratas dunia tenis putra pada Senin, 2 November 2026, setelah menjalani musim yang luar biasa dengan meraih dua gelar Grand Slam. Petenis Jerman berusia 29 tahun itu menggantikan Jannik Sinner sebagai petenis nomor satu dunia ATP, sekaligus memastikan diri mengakhiri tahun 2026 di posisi puncak. Pencapaian ini diraih Zverev setelah ia memastikan tempat di perempat final Erste Bank Open di Wina, Austria, pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan kemenangan atas Tallon Griekspoor.

Kemenangan atas Griekspoor dengan skor 6-4, 7-5 menjadi tiket bagi Zverev untuk mengunci posisi nomor satu. Ia menjadi petenis Jerman kedua yang mencapai puncak peringkat ATP setelah Boris Becker pada 1991. Zverev juga tercatat sebagai pemain putra ke-30 yang menduduki peringkat satu dunia dan yang tertua dalam lebih dari 50 tahun yang pertama kali mencapai posisi tersebut. Ia hanya tertinggal dari John Newcombe, yang berusia 30 tahun saat mencapai peringkat teratas pada 1974.

Baca juga:
Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Menjadi Isen Mulang FC, Siap Berlaga di Super League 2026/2027

Musim 2026 menjadi titik balik bagi Zverev. Setelah bertahun-tahun dijuluki sebagai pemain terbaik yang belum pernah menjuarai Grand Slam, ia akhirnya mematahkan label tersebut dengan menjuarai Roland Garros pada Juni dan US Open pada September. Di final Roland Garros, ia mengalahkan Flavio Cobolli, sementara di US Open ia menundukkan Ben Shelton. Dua gelar mayor pertama dalam kariernya itu menjadi fondasi utama keberhasilannya menembus posisi puncak.

Sepanjang tahun ini, Zverev juga mencatatkan final di Wimbledon, meski harus mengakui keunggulan Jannik Sinner, serta mencapai semifinal Australia Terbuka. Total, ia mengoleksi 64 kemenangan dari 80 pertandingan yang dilakoni. Konsistensi tersebut membuatnya pantas menyandang status petenis nomor satu dunia.

“Ini memang penantian yang panjang, tetapi terkadang kita harus menunggu untuk mendapatkan hal-hal terbaik dalam hidup,” kata Zverev, seperti dikutip dari BBC. “Saya sangat bahagia, sangat gembira. Saya tidak bisa berkata-kata untuk tahun ini,” tambahnya.

Baca juga:
Thép Xanh Nam Định Comeback Dramatis, HLV Popov Resmi Tinggalkan Viettel

Perjalanan Zverev menuju puncak memang tidak mulus. Sebelum musim 2026, ia telah mengoleksi 24 gelar ATP, termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2020, dua gelar ATP Finals, dan tujuh gelar Masters 1000. Namun, gelar Grand Slam selalu menjadi momok. Ia tiga kali gagal di final mayor: kalah dari Dominic Thiem di US Open 2020, dari Carlos Alcaraz di Roland Garros 2024, dan dari Jannik Sinner di Australia Terbuka 2025. Cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat semifinal Roland Garros 2022 melawan Rafael Nadal juga sempat membuatnya absen lebih dari enam bulan.

Kenaikan Zverev ke posisi puncak menandai perubahan lanskap persaingan tenis dunia. Setelah bertahun-tahun didominasi trio Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, kemudian muncul generasi baru yang dipimpin Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, Zverev bersama Daniil Medvedev, Andrey Rublev, Dominic Thiem, dan Stefanos Tsitsipas adalah bagian dari generasi yang berupaya menembus dominasi tersebut. Kini, Zverev berhasil membuktikan diri sebagai yang terbaik di antara mereka.

Dengan status nomor satu dunia, Zverev akan menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan posisinya. Ia dijadwalkan tampil di sejumlah turnamen penutup musim, termasuk ATP Finals, di mana ia akan berusaha menambah koleksi gelar dan mengukuhkan dominasinya. Sementara itu, Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz dipastikan akan menjadi penantang utama di musim 2027.

Baca juga:
Persib dan Timnas Indonesia Jadi Sorotan: Piala Asia 2027 Terancam Ditunda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *