Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Perempuan Pertama Terpilih Lewat Pemilu

Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Perempuan Pertama Terpilih Lewat Pemilu
Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Perempuan Pertama Terpilih Lewat Pemilu

Sorothari – 20 Juli 2026 | Sosok Keiko Fujimori, perempuan pertama yang jadi presiden Peru lewat pemilu, menjadi sorotan dunia setelah memenangkan Pemilihan Umum Presiden Peru 2026. Dalam putaran kedua yang digelar pada Juni lalu, ia berhasil mengantongi 50,135 persen suara, unggul tipis atas lawannya Roberto Sánchez yang memperoleh 49,865 persen suara. Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Peru dan mengukuhkan Keiko sebagai pemimpin perempuan pertama yang terpilih secara langsung melalui pemilu.

Perjalanan Keiko menuju kursi kepresidenan tidaklah mudah. Sebelumnya, ia telah tiga kali gagal dalam pemilihan presiden. Pada 2011, Keiko lolos ke putaran kedua tetapi dikalahkan oleh Ollanta Humala. Lima tahun kemudian, ia kembali mencalonkan diri namun kalah tipis dari Pedro Pablo Kuczynski. Sementara pada Pilpres 2021, Keiko kembali harus mengakui kekalahan dari Pedro Castillo. Tiga kekalahan tersebut tak membuat Keiko menyerah. Pada pencalonannya yang keempat, ia akhirnya berhasil memenangkan pemilu dan terpilih sebagai Presiden Peru untuk periode 2026–2031.

Baca juga:
Mahfud MD Soroti Barter Perkara Kejagung-Polri, Ingatkan Kredibilitas Penegakan Hukum

Kemenangan ini sekaligus mengukir sejarah karena Keiko menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai Presiden Peru melalui Pemilu. Sebelumnya, Peru memang pernah dipimpin oleh seorang perempuan, yakni Dina Boluarte. Namun, Dina tidak terpilih melalui Pemilu. Ia menjabat sebagai presiden setelah naik dari posisi wakil presiden menyusul pemakzulan Pedro Castillo pada 2022. Dengan demikian, sosok Keiko Fujimori, perempuan pertama yang jadi presiden Peru lewat pemilu, benar-benar membawa perubahan dalam politik Peru.

Profil Keiko Fujimori

Bernama lengkap Keiko Sofía Fujimori Higuchi, ia merupakan anak sulung dari Alberto Fujimori, Presiden Peru periode 1990–2000, dan Susana Higuchi. Ia lahir di Lima, Peru, pada 25 Mei 1975 dengan darah keturunan Jepang dari kedua orang tuanya. Ia tumbuh bersama tiga adiknya, yakni Hiro, Sachi, dan Kenji Fujimori. Sebagai putri Presiden Peru, Keiko telah akrab dengan dunia politik sejak remaja.

Baca juga:
DPR AS Setujui Anggaran Rp1,7 Triliun untuk Misi Militer di Iran

Pada usia 19 tahun, ia ditunjuk oleh sang ayah untuk menjalankan tugas sebagai Ibu Negara Peru pada periode 1994–2000 setelah kedua orang tuanya bercerai. Di usia yang masih muda itu, Keiko tak hanya mendampingi ayahnya dalam berbagai agenda kenegaraan, tetapi juga aktif melakukan kunjungan ke berbagai wilayah Peru untuk bertemu masyarakat, termasuk komunitas marjinal. Ia juga mendirikan Peruvian Baby Heart Foundation, sebuah yayasan yang membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan operasi jantung.

Keiko dikenal sebagai politikus yang gigih dan tidak mudah menyerah. Meskipun beberapa kali mengalami kekalahan, ia terus membangun basis dukungan dan memperkuat partainya, Fuerza Popular. Kini, setelah mencapai puncak karier politiknya, perhatian publik tertuju pada bagaimana ia akan memimpin Peru selama lima tahun ke depan. Dengan tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi negara tersebut, sosok Keiko Fujimori, perempuan pertama yang jadi presiden Peru lewat pemilu, diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi rakyat Peru.

Baca juga:
Penuhi Janji, Anwar Ibrahim Buat Harga BBM Malaysia Lebih Murah Dibandingkan Saudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *