Menlu Iran Abbas Araghchi Cerita Detik-Detik Hampir Tewas Bersama Khamenei dalam Serangan AS-Israel

Menlu Iran Abbas Araghchi Cerita Detik-Detik Hampir Tewas Bersama Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Menlu Iran Abbas Araghchi Cerita Detik-Detik Hampir Tewas Bersama Khamenei dalam Serangan AS-Israel

Sorothari – 23 Juli 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menceritakan detik-detik nyaris tewas bersama Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei saat kompleks kepemimpinan diguncang bom dalam serangan udara AS-Israel. Dalam wawancara dengan jurnalis Iran Javad Mogouyi, Araghchi mengungkapkan bahwa ia sedang melapor ke wakil kepala staf Khamenei ketika gedung tempat mereka berada dihantam bom. Ia selamat dari reruntuhan dan sejak itu terus berpindah-pindah lokasi di Teheran menggunakan mobil untuk menghindari serangan lanjutan.

Araghchi membenarkan bahwa Israel dan Amerika Serikat memiliki informasi intelijen yang akurat tentang lokasi Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya, sehingga mereka mampu menargetkan kepemimpinan senior Republik Islam tersebut. Serangan itu terjadi pada hari pertama perang dan menewaskan Khamenei. Kisah selamat dari tragedi tersebut kemudian dikenal luas sebagai momentum kritis dalam sejarah Iran modern.

Baca juga:
Klarifikasi Menkop Usai Dicecar DPR Soal Dana Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun: Saya Nggak Tahu

Menlu Iran itu mengaku belum bertemu dengan pemimpin baru tertinggi negara, putra Khamenei, Mojtaba. Namun, ia menilai pengangkatan Mojtaba mengirimkan pesan penting kepada dunia bahwa tidak akan ada perubahan dalam kebijakan dan cita-cita rezim Iran. Araghchi juga meragukan keberhasilan negosiasi dengan Amerika Serikat yang dilakukan awal tahun ini, meskipun ia mengakui diplomasi tetap diperlukan. “Tidak seorang pun akan dapat mengatakan kepada kami bahwa itu adalah kesalahan kami,” katanya kepada The Guardian.

Cerita detik-detik hampir terbunuh bersama Khamenei saat dibom AS ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Araghchi menegaskan bahwa serangan tersebut menunjukkan betapa rentannya kepemimpinan Iran terhadap infiltrasi intelijen musuh. Ia pun mengkritik kebijakan diplomasi yang dinilainya gagal mencegah agresi.

Baca juga:
Prabowo Gelitik Bahlil dengan Plesetan MBG: ‘Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo’

Sebagai menteri luar negeri yang berpengalaman, Araghchi sebelumnya memimpin tim perunding nuklir Iran. Dalam wawancara itu, ia juga menyinggung perlunya mempertahankan persatuan internal di tengah tekanan eksternal. Kisah heroiknya selamat dari bom bersama Khamenei semakin memperkuat posisinya di mata publik Iran.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat atau Israel mengenai serangan tersebut. Namun, para analis internasional menilai bahwa serangan ini mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara signifikan. Iran sendiri kini berada dalam masa transisi kepemimpinan dengan Mojtaba Khamenei yang mengambil alih sebagai Pemimpin Tertinggi.

Baca juga:
Masa Depan Kekaisaran Jepang dan Patriarki yang Mengekang Jalan Putri Aiko

Araghchi mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar Iran dapat melewati masa sulit ini. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan persatuan. Detik-detik hampir terbunuh bersama Khamenei saat dibom AS menjadi pengingat akan kerentanan negara itu terhadap ancaman eksternal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *