Saham BBCA Hari Ini Melemah 0,97% ke Rp5.125, Asing Jual Rp251,9 Miliar

Saham BBCA Hari Ini Melemah 0,97% ke Rp5.125, Asing Jual Rp251,9 Miliar
Saham BBCA Hari Ini Melemah 0,97% ke Rp5.125, Asing Jual Rp251,9 Miliar

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Saham BBCA hari ini ditutup melemah 0,97 persen ke level Rp5.125 pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir naik 1,21 persen ke 5.453,13. Aksi jual investor asing menjadi sorotan utama, dengan net sell pada saham PT Bank Central Asia Tbk itu mencapai Rp251,9 miliar berdasarkan harga rata-rata sesi I. Volume saham yang dilepas tercatat sebanyak 49 juta saham di pasar reguler.

Pelemahan saham BBCA hari ini menjadikannya sebagai pemberat terbesar bagi IHSG. Mengutip data Phintraco Sekuritas, saham BBCA mencatat kontribusi negatif 4,580 poin terhadap indeks. Posisi tersebut kontras dengan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang memimpin penguatan dengan kenaikan 4,01 persen ke Rp11.025 dan menyumbang 7,002 poin, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 3,53 persen ke Rp4.090 dengan kontribusi 5,362 poin.

Baca juga:
Pasar Keuangan Bergairah, Saham AI Bangkit dan Musim Laba Perbankan Dimulai

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir Stockbit Sekuritas, saham BBCA tercatat ditransaksikan sebanyak 239,8 juta saham dengan frekuensi 34,64 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp1,232 triliun. Angka tersebut menunjukkan likuiditas saham BBCA tetap tinggi meskipun harganya tertekan. Dalam sebulan terakhir, saham BBCA telah turun 17,3 persen, sementara secara year to date (ytd) anjlok 36,5 persen.

Asing Lepas Tiga Saham Bank Kelas Kakap

Aksi jual saham BBCA hari ini merupakan bagian dari manuver investor asing yang melepas tiga saham perbankan kelas kakap sekaligus. Selain BBCA, asing mencatat net sell pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp243,2 miliar dengan volume 84 juta saham, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp132,8 miliar dengan volume 34,5 juta saham. Total net sell asing pada ketiga saham bank tersebut mencapai Rp744,4 miliar pada sesi I.

Menariknya, aksi jual pada BBRI terjadi saat harga saham bank pelat merah itu justru menguat 0,34 persen ke level Rp2.910. Sepanjang sebulan terakhir, BBRI melemah 8,4 persen dan turun 20,4 persen secara ytd. Adapun data IDX mencatat saham BBRI ditransaksikan sebanyak 169,3 juta saham dengan frekuensi 26,84 ribu kali dan nilai transaksi Rp490 miliar. Sementara itu, saham BMRI juga menjadi sasaran pelepasan asing meski tidak dijelaskan secara rinci pergerakan harganya.

Baca juga:
Daftar Best Places to Retire 2026: Orlando Raih Posisi Puncak dan Rincian Biaya Hidup

Secara keseluruhan, investor asing membukukan net foreign sell hingga sesi I. Nilai pembelian asing mencapai Rp2,62 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp3,36 triliun, sehingga net sell tercatat Rp744,43 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG menguat, tekanan jual dari investor asing masih cukup besar, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

IHSG Menguat, Mayoritas Saham Naik

Di tengah tekanan pada saham BBCA hari ini, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 65,23 poin atau 1,21 persen ke level 5.453,13. Indeks dibuka pada posisi 5.397,34, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 5.387,90. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang lebar dengan titik terendah harian 5.366,29 dan level tertinggi 5.455,21. Selisih antara level penutupan dan titik tertinggi hanya 2,08 poin, menandakan penguatan tetap terjaga hingga akhir sesi.

Data awal perdagangan menunjukkan mayoritas saham bergerak positif. Sebanyak 476 saham menguat, 147 saham melemah, dan 340 saham tidak mengalami perubahan harga. Komposisi tersebut memperlihatkan jumlah saham yang naik jauh lebih banyak dibandingkan saham yang turun. Meski demikian, data tersebut merupakan gambaran pada awal sesi dan tidak dapat langsung dianggap sebagai komposisi akhir perdagangan. Penguatan IHSG tidak selalu berarti seluruh saham mengalami kenaikan, karena indeks gabungan dipengaruhi oleh berbagai saham dengan bobot berbeda, termasuk emiten berkapitalisasi pasar besar seperti BBCA.

Baca juga:
Saham BBCA Paling Banyak Dilepas Asing, Net Sell Rp621,42 Miliar saat IHSG Menguat

Selain BYAN dan AMMN, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga menjadi penopang penguatan dengan kenaikan 2,81 persen ke Rp4.570. Di sisi lain, saham SMMA turun 3,86 persen menjadi Rp19.725 dan DCII melemah 3,45 persen ke Rp181.000. Pergerakan saham Bank dan Tambang yang beragam mencerminkan sentimen pasar yang masih membutuhkan kestabilan. Perubahan indeks dalam satu hari dapat menunjukkan arah sentimen jangka pendek, tetapi belum cukup untuk memastikan apakah pasar telah memasuki tren pemulihan yang berkelanjutan.

Hingga penutupan perdagangan, saham BBCA hari ini masih menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas asing. Pelaku pasar akan mencermati kelanjutan arus jual asing pada saham-saham perbankan besar, termasuk BBCA, BBRI, dan BMRI, pada sesi-sesi berikutnya. Data BEI dan Stockbit Sekuritas menjadi acuan untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda seiring pergerakan IHSG yang bertahan di zona hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *