Sorothari – 24 Oktober 2026 | Rekaman kamera pengawas atau CCTV kembali menjadi sorotan dalam sejumlah peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir. Mulai dari penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan sesama anggota DPRD Kota Pekanbaru, pencurian ponsel di Pasar Senen, kasus kekerasan anak di Malaysia, hingga uji coba pengawasan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, Polda Jawa Timur memanfaatkan 1.500 CCTV yang terkoneksi dalam sistem Mahameru Quick Response (MQR) untuk memetakan titik rawan kecelakaan lalu lintas.
Polresta Bandara Soetta Dalami Kasus Penganiayaan Anggota DPRD
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tengah mengusut kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisial F yang diduga dilakukan oleh sesama anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisial Z. Peristiwa itu terjadi di Terminal 3 Domestik Bandara Soetta. Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol Muhammad Esha menegaskan bahwa proses hukum berjalan berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, bukan karena kepentingan politik.
Baca juga:“Dalam menyelidiki kasus ini, penyidik mengedepankan profesionalisme,” ujar Esha dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026). Ia menjelaskan bahwa penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, mengecek rekaman CCTV, serta mengirimkan surat permohonan izin atau persetujuan tertulis kepada Gubernur Riau untuk meminta klarifikasi terhadap anggota DPRD yang terlibat. “Pelapor (F) datang untuk membuat laporan, ya kami tindak lanjuti. Kami menjalankan tugas sebagai penegak hukum dan tidak ada urusan dengan kepentingan politik,” kata Esha.
Menurut Esha, proses penyelidikan masih menunggu persetujuan tertulis yang telah disampaikan kepada Gubernur Riau melalui Biro Hukum Pemerintah Provinsi Riau. Penyidik juga telah mengajukan permohonan izin untuk mengundang anggota DPRD Kota Pekanbaru guna klarifikasi. Kasus ini tercatat dalam laporan polisi tertanggal 10 Agustus 2026 dan berawal dari pertemuan di Terminal 3 Domestik Bandara Soetta.
Rekaman CCTV Ungkap Pencurian Ponsel di Pasar Senen
Di Jakarta, rekaman CCTV menjadi bukti penting dalam kasus dugaan pencurian ponsel di Pasar Senen. Sebanyak empat wanita diduga sebagai pelaku pencurian tersebut, dan wajah mereka terekam jelas oleh kamera pengawas. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penangkapan atau perkembangan kasus tersebut. Namun, rekaman CCTV telah menjadi petunjuk awal bagi penyidik untuk mengidentifikasi para pelaku.
Video CCTV Kekerasan Anak di Malaysia Viral
Media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang anak diduga mengalami perlakuan kasar dari kedua orang tuanya di dalam lift. Video tersebut menuai kecaman warganet setelah memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap anak yang disebut-sebut bermula dari persoalan berebut kereta dorong bayi atau stroller. Rekaman itu diunggah oleh akun media Malaysia, @thereportermy, melalui platform Threads.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi, “Gara-gara berebut stroller, kanak-kanak menjadi mangsa kekerasan ibu bapa?” Dalam video itu, sang ayah terlihat menendang stroller yang sedang diduduki anaknya, sementara sang ibu terlihat mendorong dan menjentik anak tersebut. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas dan memancing beragam reaksi, terutama dari warganet Malaysia yang mengaku sedih melihat perlakuan terhadap anak dalam video tersebut.
BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung ke Pusat
Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menguji sistem pengawasan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghubungkan kamera CCTV ke pusat pemantauan. Dalam uji coba ini, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) digunakan untuk membantu memantau penerapan standar operasional prosedur (SOP). Kepala BGN Sudaryono mengatakan bahwa uji coba tersebut melibatkan sekitar 70 dapur.
Baca juga:“Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum (terkoneksi), hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu. Sehingga kami sedang piloting, ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting, untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence, sehingga kita bisa memonitor SOP. Apakah SOP pengolahan, SOP persiapan, SOP cuci ompreng, dan sebagainya,” kata Sudaryono.
Pengawasan yang dirancang mencakup sejumlah tahapan operasional, mulai dari persiapan bahan dan pengolahan makanan hingga pencucian ompreng. Pemantauan tersebut ditujukan untuk membantu memastikan prosedur yang telah ditetapkan dijalankan sesuai ketentuan. Meski demikian, sistem pemantauan terpusat ini masih dalam tahap uji coba. Sudaryono belum menyatakan bahwa seluruh dapur MBG telah terhubung dengan pusat atau bahwa pemantauan berbasis AI sudah diterapkan secara menyeluruh.
Penguatan pengawasan melalui teknologi menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membenahi pelaksanaan MBG, terutama terkait keamanan pangan dan mutu makanan. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan evaluasi metode penyajian, tata kelola dapur, serta penertiban data penerima manfaat. Salah satu pendekatan lain yang sedang diuji adalah penyajian makanan dengan metode prasmanan. Pemerintah mencoba metode tersebut di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 10 provinsi. Melalui metode ini, makanan dibawa dalam kondisi hangat dari dapur untuk disajikan langsung kepada siswa di kelas. BGN berharap waktu tunggu yang lebih singkat dapat menjaga makanan tetap segar dan mengurangi risiko kerusakan yang berpotensi mengganggu kesehatan. Sudaryono juga menyebut metode prasmanan berpeluang mengurangi sisa makanan karena siswa dapat mengambil tambahan apabila makanan masih tersedia. Namun, hasil uji coba tetap akan dievaluasi sebelum penerapannya diperluas.
Di tingkat kebijakan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan bahwa pemerintah sedang mendorong pembenahan di berbagai sisi. Empat prioritas yang disampaikan meliputi pemerataan layanan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), perbaikan tata kelola SPPG, peningkatan keamanan pangan dan mutu gizi, serta penertiban data penerima dan pemberantasan penyimpangan.
1.500 CCTV Terkoneksi di Sistem MQR Polda Jatim
Polda Jawa Timur memanfaatkan 1.500 CCTV yang terkoneksi dalam sistem Mahameru Quick Response (MQR) untuk memetakan titik rawan kecelakaan atau blackspot hingga menentukan langkah mitigasi. Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim AKBP Edith Yuswo Widodo mengatakan bahwa MQR sebelumnya digunakan secara internal oleh kepolisian untuk menentukan titik blackspot, trouble spot, hingga mendukung kegiatan patroli. Kini, sistem tersebut dikembangkan dengan mengintegrasikan data dari berbagai instansi.
“Kalau kemarin kita menggunakan MQR itu Mahameru Quick Response ini di dalam internal kepolisian, nanti penentuan titik blackspot, trouble spot, patroli dan lain sebagainya. Tetapi sekarang kita upgrade lagi. Ada kolaborasi,” kata Edith kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Baca juga:Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga, hingga pemangku kepentingan lain dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Data yang dihimpun juga diintegrasikan dengan Integrated Road Safety Management System (IRSMS), sistem milik Korlantas Polri. Integrasi tersebut memungkinkan penanganan titik rawan kecelakaan dilakukan berdasarkan karakteristik dan penyebab kecelakaan di masing-masing wilayah.
“Forum lalu lintas itu kita integrasikan, kolaborasi untuk data dan tindakan mitigasi penanganan blackspot. Kita integrasikan data ini dengan IRSMS yang program dari Korlantas sehingga dengan terintegrasi dengan IRSMS ini, kita bisa mengambil kebijakan sesuai dengan anatomi dari kecelakaan lalu lintas tersebut di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.
Ia mencontohkan, jika suatu titik teridentifikasi memiliki tingkat fatalitas kecelakaan tinggi, penanganannya akan dilakukan bersama sesuai kewenangan masing-masing instansi. Dinas Perhubungan dan Dinas PU Bina Marga dapat melakukan penanganan sesuai bidangnya, sementara kepolisian menjalankan langkah-langkah keselamatan dan pencegahan kecelakaan.
Dengan berbagai pemanfaatan tersebut, CCTV tidak lagi sekadar alat bukti dalam kasus kriminal, tetapi juga telah menjadi instrumen penting dalam pengawasan program pemerintah, peningkatan keselamatan lalu lintas, hingga penegakan hukum. Hingga saat ini, penyelidikan kasus di Bandara Soetta masih berlangsung, sementara uji coba CCTV dapur MBG dan sistem MQR terus dikembangkan.












