Clayface Beri Harapan Baru untuk DCU, Proyeksi Box Office Kalahkan Supergirl

Clayface Beri Harapan Baru untuk DCU, Proyeksi Box Office Kalahkan Supergirl
Clayface Beri Harapan Baru untuk DCU, Proyeksi Box Office Kalahkan Supergirl

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Film Clayface yang baru saja tayang di bioskop pada 22 Oktober 2026 langsung mencuri perhatian. Proyeksi pendapatan akhir pekan pembukaannya di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 25 hingga 30 juta dolar AS. Angka ini berpotensi melampaui capaian Supergirl yang hanya mengumpulkan 37,1 juta dolar AS pada debutnya. Jika proyeksi tersebut terwujud, Clayface bisa menjadi angin segar bagi DC Universe (DCU) yang tahun ini sempat mengalami kekecewaan box office.

Dengan tambahan pendapatan dari pasar internasional yang diprediksi sekitar 20 hingga 25 juta dolar AS, total pendapatan global Clayface berpotensi menembus 40 juta dolar AS. Prestasi ini terbilang impresif mengingat budget produksinya yang lebih hemat, yakni antara 30 hingga 40 juta dolar AS. Bandingkan dengan Supergirl yang menelan biaya sekitar 170 juta dolar AS namun hanya meraup 126,4 juta dolar AS secara global. Keberhasilan Clayface pun disambut positif oleh para kritikus.

Baca juga:
Denny Sumargo Beri Tanggapan soal Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah

Film ini disutradarai oleh James Watkins dan dibintangi Tom Rhys Harries sebagai Matt Hagen, aktor yang mengalami kecelakaan mengerikan hingga wajahnya hancur. Ia kemudian menjalani perawatan eksperimental dari Dr. Caitlyn Corr (Naomi Ackie) yang memberinya kemampuan mengubah wujud. Alih-alih menjadi superhero, Hagen justru terjerumus ke dalam dunia kriminal dan horor. Clayface memang sengaja dibuat sebagai film horor, bukan superhero tipikal. Menurut Rick Bentley dari KGET, film ini lebih dekat ke ‘The Substance’ daripada ‘Superman’.

Keputusan untuk mengubah genre ini dianggap tepat karena DC Comics tengah dilanda kutukan box office. Beberapa judul seperti ‘The Flash’, ‘Blue Beetle’, ‘Aquaman and the Lost Kingdom’, dan ‘Joker: Folie a Deux’ gagal mencetak keuntungan. Hanya serial ‘The Penguin’ yang sukses. Dengan modal kecil dan rating R, Clayface diharapkan menarik penonton dewasa yang menyukai horor. Film ini juga menandai pertama kalinya Gotham City diperkenalkan dalam DCU versi baru.

Baca juga:
Street Fighter 2026 Review: Aksi Nostalgia yang Menghibur, tapi Cerita Kurang Solid

Peter Safran, co-CEO DC Studios, mengonfirmasi bahwa Batman tetap ada dan aktif selama peristiwa Clayface. ‘Kami belum membahas secara spesifik apa yang dilakukan Batman selama kejadian di Clayface. Tapi Batman ada di luar sana. Ini adalah presentasi Gotham dalam aksi live pertama kami,’ ujarnya kepada Collider. Sebelumnya, siluet Batman sempat muncul di serial animasi ‘Creature Commandos’ dan disebut dalam serial ‘Lanterns’. Namun, belum ada kepastian apakah Batman akan tampil dalam film Clayface atau hanya menjadi latar belakang.

Clayface juga menyimpan easter egg yang menghubungkan dengan film Man of Tomorrow. Dalam satu adegan, Dr. Caitlyn menyebut tentang UFO, Area 51, dan eksperimen yang memasukkan subjek ke dalam botol. Penggemar menduga ini merujuk pada Brainiac, musuh Superman yang terkenal mengoleksi kota dalam botol. Man of Tomorrow sendiri dijadwalkan tayang 9 Juli 2027, menampilkan David Corenswet sebagai Superman, Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor, serta kehadiran John Stewart dan Blue Beetle. Sementara itu, DC Studios belum mengumumkan proyek lanjutan setelah Man of Tomorrow.

Baca juga:
Film Empat Musim Pertiwi Angkat Isu Kekerasan Seksual Setelah Riset Delapan Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *