IHSG Ditutup Melemah 0,32% ke 5.355,6, Lima Saham Justru Melesat

IHSG Ditutup Melemah 0,32% ke 5.355,6, Lima Saham Justru Melesat
IHSG Ditutup Melemah 0,32% ke 5.355,6, Lima Saham Justru Melesat

Sorothari – 27 Oktober 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 17,45 poin atau 0,32 persen ke level 5.355,6 pada akhir sesi I perdagangan Selasa (27/10/2026). Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak bervariasi di rentang 5.338 hingga 5.418 setelah dibuka melemah ke level 5.357,96. Meski indeks tertekan, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk daftar top gainers, mulai dari TGUK hingga DADA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sebanyak 15,05 miliar saham diperdagangkan pada sesi I dengan nilai transaksi mencapai Rp5.648 triliun dan frekuensi perdagangan 937,9 ribu kali transaksi. Dari jumlah tersebut, 266 saham mengalami kenaikan, 395 saham melemah, dan 302 saham stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terpangkas 0,05 persen.

Baca juga:
Saham BBCA Hari Ini Melemah 0,97% ke Rp5.125, Asing Jual Rp251,9 Miliar

Mayoritas sektor saham tercatat memerah pada penutupan sesi I. Sektor infrastruktur memimpin pelemahan dengan penurunan 1,24 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 1,2 persen, sektor transportasi 0,57 persen, sektor properti 0,21 persen, sektor keuangan 0,21 persen, sektor kesehatan 0,09 persen, dan sektor energi 0,07 persen. Sebaliknya, sektor perindustrian justru menguat 1,37 persen, disusul sektor barang baku 0,36 persen, sektor barang konsumen primer 0,3 persen, dan sektor barang konsumen non-primer 0,09 persen.

Pelemahan indeks harga saham gabungan pada sesi I ini berlanjut dari tekanan yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Senin (26/10/2026), IHSG ditutup melemah 1,22 persen dengan aksi jual asing mencapai Rp2,03 triliun. Saham-saham yang dilepas investor asing antara lain BMRI, TLKM, BBCA, BBRI, dan ANTM. Meski demikian, IHSG sempat bertahan di level support 5.350 sehingga masih berpeluang menguat secara teknikal.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menuturkan bahwa IHSG akan bergerak di level support 5.300-5.350 dan resistance 5.400-5.450. “Tapi hati-hati jika IHSG break di bawah 5.300. IHSG potensi melanjutkan koreksi mengarah kembali ke 5.000,” ujar Fanny. Untuk perdagangan hari ini, ia merekomendasikan sejumlah saham, yaitu SMGR, ISAT, PTBA, TINS, AMRT, dan HMSP.

Baca juga:
BBCA Hari Ini: Saham Melemah Saat IHSG Menguat, Laba Tumbuh 2,85 Persen

Di sisi lain, dinamika IHSG juga menjadi perhatian pemerintah. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memberikan penjelasan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pergerakan indeks. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pun mulai melakukan pembelian saham di tengah gejolak pasar. Langkah ini menjadi sinyal bahwa otoritas dan pengelola investasi negara turut mencermati perkembangan pasar modal.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG menguat secara harian pada beberapa kesempatan, indeks masih melemah signifikan secara bulanan dan tahunan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG sempat dibuka menguat tipis 3,04 poin atau 0,06 persen ke level 5.442,30, namun tak berselang lama berbalik melemah. Sejumlah saham teraktif dari sisi volume pada awal sesi I antara lain GOTO yang menempati posisi teratas.

Pergerakan indeks harga saham gabungan ke depan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik, termasuk aksi jual asing serta respons kebijakan otoritas. Investor disarankan mencermati level support dan resistance yang ada sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga:
IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Saham BUMI dan BBCA Paling Ramai Ditransaksikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *