Gol Dramatis Junior Batista Bawa Semen Padang FC Kalahkan Sumsel United 1-0

Gol Dramatis Junior Batista Bawa Semen Padang FC Kalahkan Sumsel United 1-0
Gol Dramatis Junior Batista Bawa Semen Padang FC Kalahkan Sumsel United 1-0

Sorothari – 01 November 2026 | Semen Padang FC meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sumsel United dalam laga pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026). Gol tunggal kemenangan tim berjuluk Kabau Sirah itu dicetak Junior Batista melalui sundulan pada menit ke-89 setelah memanfaatkan umpan silang akurat Rezaldi Hehanussa.

Kemenangan ini diraih Semen Padang FC setelah melalui pertandingan yang ketat. Sumsel United mampu memberikan perlawanan dengan menjaga kedisiplinan lini pertahanan, sehingga membuat tim tamu kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Situasi pertandingan berubah pada menit ke-55 setelah pemain Sumsel United, Wafa Habiby, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Sumsel United pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Baca juga:
Semen Padang FC Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Baru Gantikan Nil Maizar

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Semen Padang FC untuk meningkatkan tekanan terhadap pertahanan lawan. Pelatih Semen Padang FC, Stefano Cugurra, melakukan perubahan komposisi pemain dengan memasukkan sejumlah pemain yang memiliki karakter menyerang. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Sundulan Junior Batista pada menit ke-89 memastikan Semen Padang FC membawa pulang tiga poin dari laga yang berlangsung di Kota Bekasi tersebut.

Pelatih Semen Padang FC, Stefano Cugurra, mengaku puas dengan perjuangan anak asuhnya yang terus berusaha mencetak gol hingga menit-menit akhir. “Kita benar-benar bekerja ekstra keras untuk bisa memenangkan pertandingan. Kita pasti sangat senang bisa menang malam ini. Kita mengejar dan menekan sampai menit-menit terakhir hingga akhirnya bisa mencetak gol,” ujar pelatih yang akrab disapa Teco tersebut dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Teco menjelaskan, Semen Padang FC harus mengubah pendekatan permainan setelah Sumsel United kehilangan satu pemain dan memilih bertahan lebih dalam. “Setelah lawan mendapat kartu merah, mereka memang lebih bertahan. Kami harus lebih menekan. Di babak kedua saya pasang dua striker dan dua winger. Pemain-pemain yang masuk seperti Bruno Batista, Mofor yang kuat memegang bola, hingga Zul di sektor sayap membuat permainan tim jauh lebih hidup dan menyerang,” jelas pelatih asal Brasil tersebut.

Kemenangan dramatis ini sekaligus melanjutkan tren positif Semen Padang FC setelah pada laga sebelumnya juga berhasil memetik poin penuh di markas lawan. Konsistensi permainan yang mulai ditunjukkan oleh skuat Kabau Sirah membuat jajaran pelatih optimistis menatap laga-laga selanjutnya di kompetisi yang semakin ketat.

Baca juga:
PSPS Pekanbaru Waspadai Adhyaksa FC, Evaluasi Jadi Kunci Jaga Tren Positif

Di sisi lain, pelatih Sumsel United, M. Nasuha, mengungkapkan kekecewaannya usai timnya menelan kekalahan dramatis 1-0 dari Semen Padang FC. Dalam konferensi pers usai laga, Nasuha menyoroti sejumlah insiden krusial yang dianggap merugikan timnya, termasuk keputusan wasit dan kartu merah yang diterima pemainnya. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. “Pertama-tama saya banyak ucapkan terima kasih kepada para pemain saya yang telah berjuang sampai menit akhir,” ujar M. Nasuha membuka sesi konferensi pers.

Ia menilai timnya bermain sangat baik, terutama pada babak pertama, dengan menciptakan beberapa peluang yang sayangnya gagal dimaksimalkan menjadi gol. Namun, jalannya pertandingan berubah drastis pada babak kedua. Insiden kartu merah yang diterima oleh pemain bertahan Sumsel United, Wafa Habiby, menjadi titik balik yang menyulitkan tim tamu. “Di babak kedua ada sedikit insiden, terkena kartu (merah), sehingga kita memang agak kesulitan untuk meredam serangan-serangan mereka,” jelas M. Nasuha.

Ia mengakui bahwa bermain dengan sepuluh orang memaksa timnya untuk lebih fokus bertahan menghadapi gempuran serangan dari tuan rumah. Lebih lanjut, M. Nasuha juga menyinggung soal sebuah keputusan kontroversial yang terjadi dalam pertandingan tersebut, yang diduga merujuk pada insiden yang mungkin berpotensi penalti atau keputusan krusial lainnya dari wasit. Ia mempertanyakan keputusan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya pada penilaian pengadil lapangan dan Tuhan. “Saya tidak tahu apakah keputusan, keputusan tadi apa, memang apa, penalti atau tidak. Dan hanya wasit yang tahu sama Tuhan, ya,” tegas M. Nasuha dengan nada sedikit kecewa. Ia menambahkan bahwa jika keputusan tersebut memang salah, ia berharap wasit sanggup menanggung akibatnya.

Sementara itu, hasil ini membawa Semen Padang FC naik ke posisi ketiga klasemen sementara Grup Barat Pegadaian Championship 2026/2027 dengan 13 poin dari delapan pertandingan, meski telah terkena pengurangan satu poin. PSPS Pekanbaru masih memimpin klasemen dengan 18 poin dari tujuh laga, unggul empat angka atas PSMS Medan yang berada di posisi kedua dengan 14 poin. Persikad berada di posisi keempat dengan 12 poin dari tujuh pertandingan. Adapun Sumsel United dan PSIS Semarang sama-sama mengoleksi 10 poin. Sumsel berada di peringkat kelima setelah memainkan delapan laga, sedangkan PSIS menempati posisi keenam dengan tujuh pertandingan.

Baca juga:
Persipura Jayapura Makin Percaya Diri, Ricardo Lima Bidik Tiket Promosi ke BRI Super League

Kemenangan atas Sumsel United menjadi tambahan penting bagi Kabau Sirah untuk menjaga persaingan di kelompok atas. Semen Padang FC akan menghadapi laga selanjutnya dengan optimisme tinggi setelah menunjukkan mental baja dan kemampuan bangkit di menit-menit akhir. Pelatih dan pemain berharap tren positif ini dapat berlanjut untuk mendongkrak posisi tim di papan klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *